Available on bookstore

Available on bookstore

03 December 2016

Film Review Mohenjo Daro | Kapoor & Sons


Film: Mohenjo Daro
Cast: Hrithik Roshan, Pooja Hedge
Directed: Ashutosh Gowariker


Kali ini aku mau nge-post salah satu film Hindi yang diperankan oleh Hrithik Roshan. Judulnya Mohenjo Daro. Awalnya kepengin nonton film ini karena cast-nya Hrithik. Jujur awal nonton aku lumayan exciting soalnya setting-nya masa lalu—berlatar belakang kerajaan.

Tapi e tapi, setelah setengah jam menonton lumayan bikin kecewa sih, di luar ekspektasi. Jalan cerita film ini bermula dari Sarman (Hrithik Roshan) yang hijrah dari desa Amri ke kota Mohenjo Daro. Sebagai pedagang dia melihat banyak ketidakadilan yang dibuat oleh raja di kota Mohenjo Daro. Di sini pula dia terlibat cinta dengan seorang gadis bernama Chaani (Pooja Hedge). Chaani sendiri merupakan anak pendeta yang dijodohkan dengan Moonja (pangeran Mohenjo Daro).

Untuk ukuran film epik, Mohenjo Daro bagiku kurang gereget. Kisah kepahlawan yang diangkat kurang terasa. Harusnya ada action-nya bikin penonton merasa film ini wajib ditonton. Tapi yang aku salut adalah setting-nya yang memang luar bisa keren.

Untuk rate aku kasih nilai 2,4 dari 5 bintang untuk film ini. Maaf ya, buat penggemar Hrithik Roshan.

Film: Kapoor & Sons
Cast: Rishi Kapoor, Sidharth Malhotra, Fawad Khan, Alia Bhatt
Directed: Shakun Batra

Nah untuk film Kapoor & Sons lumayan baguslah menurut aku. Film yang ber-genre drama komedi ini cukup membuat kita mengerti arti keluarga. Bahkan lebih dari itu Kapoor & Sons secara tidak langsung mengajarkan penonton untuk bagaimana menghargai orang-orang yang tinggal seatap. Film ini diperankan oleh tiga pemeran bollywood muda; Sidharth Malhotra, Fawad Khan, Alia Bhatt.

Kapoor & Sons dimulai ketika dua kakak beradik Arjun (Sidharth Malhotra) dan Rahul (Fawad Khan) yang harus kembali ke India lantaran kakek mereka sakit. Ternyata sekembalinya mereka, Arjun dan Rahul mendapati kenyataan kalau orangtua mereka sudah pisah ranjang. Masalah semakin pelik ketika muncul Tia Malik (Alia Bhatt), yang menjadi sumber masalah cinta antara Arjun dan Rahul. Untuk konflik keluarga cerita Kapoor & Sons lumayan bagus. Konflik-konflik itu dimulai dari Rahul yang mencuri ide cerita Arjun untuk novel best seller-nya, pengakuan Rahul menjadi seorang gay dan perselingkuhan ayahnya dengan musuh istrinya.

Jujur yang aku suka dalam film ini adalah, bagaimana sang penulis cerita meramu konflik yang segitu banyak namun dalam visual digambarkan sangat sederhana oleh sang sutradara. Musiknya juga lumayan enak sepanjang film. Dan satu lagi adegan yang aku suka adalah adegan dimana kakek mereka (Rishi Kapoor) yang selalu pura-pura meninggal ketika merasa diabaikan.

Buat kamu yang mungkin ingin memilih film keluarga, kayaknya Kapoor & Sons bisa menjadi alternatif untuk kamu. Untuk penilaian aku kasih 2,9 dari 5 bintang untuk film ini.

28 October 2016

Amnesia di Wattpad

Hei, sahabat blogger, kali ini aku mau nge-post soal cerita aku di wattpad, judulnya Amnesia. Tapi sebelumnya mau cerita dulu soal awal kenal wattpad.
Sebenarnya sih aku nggak sengaja kenal wattpad, pas cuti kerja kemarin awal Oktober. Waktu itu lagi proses penyembuhan sih, soalnya lagi sakit. Main-main twitter-lah aku, eh nggak sengaja baca timeline salah satu penerbit yang nge-post novel hasil jutaan pembaca di wattpad. Penasaran, akhirnya aku googling. Ternyata e ternyata, wattpad ini semacam perpustakaan dimana kita bisa membaca banyak judul fiksi dan nonfiksi, sekaligus bisa nulis buku kita di sini dan dibaca banyak orang.
Aku sih termasuk orang yang telat mengetahui wattpad. Padahal aplikasi ini sudah ada kapan taon di playstore! Nah, buat yang ingin tahu tentang wattpad silakan baca via wikipedia ya?
Nah, di wattpad sendiri aku menulis cerita berjudul “Amnesia”. Yang ingin tahu sinopsisnya boleh dong ya aku post di sini:


Suatu masa, saat melupakan menjadi takdir yang tak kau sukai
***
Adil tak pernah tahu, bahwa cinta akan menyapanya secepat itu. Tapi yang dia yakini, bahwa perempuan bernama Lintang bukanlah belahan jiwanya. Ayesha-lah wanita yang dia tunggu. Sayang, ketika tragedi kecelakaan menghilangkan ingatannya, Lintang menjadi sosok dewi yang ingin dia dinikahi.
Tapi apa daya, cinta selalu menemukan rumahnya untuk pulang. Dan hati selalu tahu, rasa manakah yang harus dipercaya. Adil menjadi dilema setelah ingatannya kembali. Siapakah yang akan dia pilih. Ayesha atau Lintang. Demi nama takdir, Adil bersumpah, tak akan pernah jatuh cinta lagi.

Untuk detail ceritanya, kamu bisa baca-baca via wattpad, sekaligus follow akun saya @elloaris

Regards,
@elloaris

20 October 2016

Film Review Singkat Everything About Her & Dishoom


Film: Everything About Her
Cast: Vilma Santos, Angel Locsin, Xian Lim
Directed: Joyce E. Bernal

Nah, kali ini aku pengin cerita dikit tentang film Everything About Her. Awalnya sih gak sengaja browsing-browsing film yang ingin ditonton. Waktu itu penginnya sih nonton film Thailand. Eh akhirnya pindah haluan ke film Filipina. Trus nemu film ini, yang katanya masuk list number #2 high grossing tahun ini. Trus lihat trailernya, eh kepincut.
Film ini sendiri bercerita tentang kesuksesan seorang wanita yang memimpin sebuah perusahaan. Saat berada di atas, dia divonis dokter mengidap kanker. Wanita sukses ini diperankan Vilma Santos (Vivian Rabaya). Dokter akhirnya menyarankan agar dia didampingi suster pribadi yang siap menjaganya 24 jam. Suster ini diperankan oleh Angel Locsin (Jayca Domingo)—gadis sederhana yang butuh uang. Film ini sendiri ber-genre drama komedi.
Untuk komedi filmnya cukup memuaskan, tapi masih kurang. Yang paling jempol tuh karakter Vivian yang keras harus bertabrakan dengan karakter Jayca yang tidak mau tahu. Hubungan pasien dan suster ini benar-benar membuat kamu geregetan.
Segalanya makin rumit, ketika anak Vivian yang diperankan oleh Xian Lim (Albert), datang sebagai partner bisnis diperusahaan ibunya sendiri. Vivian yang keras kepala dan merasa paling di atas harus melawan keegoisan ketika menghadapi Albert. Nah, uniknya Jayca jatuh cinta kepada Albert secara perlahan, saking sering bertemunya.
Film ini sendiri memberikan kita satu pelajaran penting, bahwa kesuksesan tak akan pernah bisa membeli kebahagiaan. Hubungan ibu dan anak pun diceritakan cukup baik dengan masalah-masalah mereka.
Untuk rate, aku kasih nilai 2,5 dari 5 bintang. Soalnya filmnya sih sendiri tidak begitu membuatku jatuh cinta, meski ending-nya dikit bikin mewek. Keseluruhan cerita mirip FTV-FTV Indonesia.

Film: Dishoom
Cast: John Abraham, Varun Dhawan, Jacquline Fernandez
Directed: Rohit Dhawan

Nah film Dishom ini, baru aku tonton semalam. Filmya lucu, bikin ngakak. Aslinya sih film ini ber-genre action-adventure tapi diselipin komedi kayaknya. Dishoom sendiri diperankan oleh John Abraham yang memerankan tokoh Kabir Shergill—seorang anggota polisi. Misinya yaitu mencari jejak Viraj Sharma—seorang atlet kriket yang diculik.
Dalam misinya Kabir dibantu oleh Varun Dhawan yang memerankan tokoh Junaid Ansari, dan seorang gadis pencuri yang diperankan Jacquline Fernandez (Ishika).
Dishoom sendiri ber-setting di Dubai—dan gilaaak view-nya asik. Sayang aku masih keganggu dengan peran Varun Dhawan. Jujur dia gak cocok memerankan lelaki yang agak “bodoh” dengan badan sekekar itu. Ini mirip dengan perannya di film Dilwale. Tapi yang bikin senang tuh adanya Jacquline yang berpartisipasi dalam film ini, meski porsinya sedikit tapi aku cukup puas. Jacquline sendiri mencuri perhatian aku saat dia main film Kick bareng Salman Khan, dan makin ke sini, makin banyak film yang dia perankan.
Dishoom sendiri beralur campuran, maju + mundur. Jadi kamu harus memperhatikan detailnya. Dan kurasa film ini lebih bagus dari film Fan milik Shahrukh Khan yang rilis April lalu. Untuk rate aku beri 2,9 dari 5 bintang.

02 October 2016

Secuil tentang Film Neerja, Train to Busan, Sultan




Hei, ketemu lagi..., kita! Sebenarnya aku nggak tahu mau bikin apa, jadinya aku memilih nge-blog. Aku memang lagi cuti dari kantor 10 hari, dikarenakan kesehatanku memang memburuk sebulan lebih terakhir ini. Bayangin, selama sebulan lebih aku sakitnya 3 kali, dengan sakit yang sama, dan jedah sembuhnya hanya seminggu. Ya, demi masa penyembuhan, aku memutuskan rehat dari aktifitas kantor, meski sejujurnya ketika mengetik tulisan ini, kesehatan aku belum pulih 100%.


Nah, selama sakit, aku menonton 3 film berbeda. Dimulai dari Neerja. Neerja adalah film Hindi yang diangkat dari kisah nyata penyelamatan yang dilakukan oleh Neerja Bhanot, seorang pramugari cantik  pesawat Pan Nam Airways Flight 73 dalam penerbangan dari Mumbai ke Franfkrut, Jerman, yang dibajak sejumlah teroris ketika sampai di Karachi, Pakistan. Filmnya menurutku beda dengan Hindi-Hindi lain, bikin kamu merinding, bikin emosi, dan pastinya alurnya bikin kamu tegang. Apalagi pas adegan dimana beberapa pramugari harus menyembunyikan paspor Amerika. Kesadisan para teroris kadang membuat kamu jadi kesal sendiri, tapi apa daya, kamu adalah penonton yang hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berbuat apa-apa. Tapi entah kenapa saat menonton Neerja, aku mendadak merasa menjadi salah satu penumpang Pan Nam Airways, dengan segala ketakutan mereka. Untuk penilaian kurasa 4,5 bintang adalah rate yang pas untuk keseluruhan film ini. Film ini dibintangi oleh: Sonam Kapoor, Shabana Azmi dan Shekhar Ravjiani.

Sementara untuk film kedua yang aku tonton adalah, Train to Busan. Film Korea, ini, bergenre zombie action thriller. Cerita awalnya cukup sederhana—tentang seorang ayah yang mengantar anaknya menuju Busan demi bertemu ibu kandungnya. Sayang saat perjalanan, sebuah wabah terjadi. Wabah itu merubah manusia yang terinfeksi menjadi zombie yang menyeramkan. Dalam perjalanan inilah, sang Ayah benar-benar menjadi pahlawan, dia melakukan segala hal demi melindungi anaknya dari zombie yang mengancam. Tegang, iyah. Sedih, lumayan, sebab kamu mungkin sudah menonton banyak film tentang seorang ayah yang berjuang demi anaknya. Namun Train to Busan menghadirkan kisah lain tentang ayah dan pengorbanannya, dengan cara yang tak biasa. Film ini diperankan oleh aktor papan atas Korea Gong Yoo, Ma Dong-seok dan Jung Yu-mi. Untuk rate aku kasih 3,2 bintang untuk film ini.

Dan yang terakhir, film yang kutonton adalah Sultan. Film ini bercerita tentang pasangan atlet gulat yang sama-sama berjuang demi prestasi. Sayangnya Sultan—sang tokoh utama, mengorbankan keluarganya demi prestasi dan pujian orang-orang. Bagian paling kusuka dalam film ini, adalah kegigihan Sultan demi membangun Bank Darah, sampai akhirnya ia mempertaruhkan nyawa demi mewujudkannya. Bagiku jujur, film ini tidak terlalu istimewa, tapi anehnya film ini menjadi salah satu film dengan highest-grossing all the time di India, bersanding dengan film PK, Dilwale, Baahubali, Chennai Express dan 3 Idiots. Film ini dibintangi Salman Khan dan Anushka Sharma. Untuk rate, aku kasih 2,7 dari 5 bintang. Maaf ya buat penggemar Salman Khan.

Yang pasti, dari film-film ini, ada satu benang merah yang sama, yaitu kepahlawanan dan perjuangan. Neerja menjadi pahlawan dan berjuang untuk penumpang Pan Nam. Sementara tokoh sang Ayah dalam Train to Busan menjadi pahlawan dan berjuang untuk anak dan penumpang kereta. Sementara Sultan menjadi pahlawan, sekaligus pejuang untuk istri dan anak mereka yang telah tiada. Tapi, dari kegitanya, aku recommend film Neerja untuk kamu tonton.

***
Nah film yang sudah masuk waiting list dan pengin aku tonton selanjutnya adalah Everything About Her dan Barcelona: a Love Untold. 2 film dari Filipina yang katanya sedang happening di sana. Dan semoga dua film ini bukanlah film yang kutonton saat aku sakit ke 4 dan sakit yang ke 5. Doain aku biar cepat sembuh yaaaa!

See you next post!

05 July 2016

Selamat Idul Fitri 1437 Hijriah





Selamat Idul Fitri 1437 Hijriah, 1 Syawal 1437 Hijriah

Kehidupan adalah pohon yang kau tanam, air dan unsur hara (bisa jadi) amal dan perbuatan. Tinggal memilih, kau ingin berbuah dan bersemi di musim mana? Semoga di lebaran ini, syawal adalah waktu yang baik untuk memanen hasilnya. 

Buat teman-teman pengunjung blog ini:
Mohon maaf, jika ada salah-salah kata atau perbuatan saya, yang sengaja maupun tak sengaja.
Mudah-mudahan, kita semua bisa menjadi orang-orang tegar yang bisa mudah memaafkan orang lain