Available on bookstore

Available on bookstore

07 March 2017

Blibli.com Amat Mengecewakan


Hai sahabat blogger, kali saya mau cerita sedikit, tentang pengalaman tadi siang yang saya alami. Ini mengenai barang yang dikirim oleh Blibli.

Sebelumnya, hari Jumat tanggal 3 Maret 2017, saya order Kamera FujiFilm X-A2 di Blibli.com, dengan harga Rp. 7.200.000,-. Marchant penyedia barang yang aku order adalah Winskamera. Ini linknya. Kemudian hari Sabtu tanggal 4 Maret 2017 aku melunasi pembayaran via pos. Setelah menunggu ternyata barangnya datang lebih awal dari estimasi, yaitu, tadi siang, Selasa 7 Maret 2017 sekitar jam 11 waktu Ambon.

Pas ternyata saya buka, kiriman dari orderan saya di dalam paket yang datang adalah kamera Nikon 1 J5. What? Kaget dong saya! Langsung saya komplain ke Customer Service blibli. Tak puas, saya ngomel-ngomel berseri di twitter. Enak saja, masa kamera dengan harga 7,2 juta, diganti dengan kamera Nikon seharga 5 juta? Itu si marchant Winskamera lagi sakit mata? Jelas-jelas saya order Fujifilm X-A2, eh malah dikasih Nikon. Kesalku langsung ke ubun-ubun. Dan yang sangat amat parah, masa barang yang dikirim hanya di-packing menggunakan bubble warp. Tidak menggunakan papan. Hadeeeeh, makin bikin kesal.

Trus jam 2 siang (waktu Ambon)  saat mau ngisi form pengembalian barang, ternyata belum bisa. Katanya si Customer Service sistem belum update. Kata si admin twitter @BlibliCare nanti di cek dulu. Kemudian sekitar jam 3 sore, baru bisa ngisi form pengembalian barang. Dan berhasil. Pas mau ngirim balik “barang yang salah kirim” tadi, ternyata POS cabang Ambon sudah tutup.  Akhirnya saya memutuskan untuk kirim balik ke blibli via Jne. Argh!!!

Ini barang yang datang ke alamat saya. Yang tidak sesuai dengan apa yang saya pesan.




Dulu aku aku pernah order kamera Fujifilm di blibli dan itu memuaskan. Tapi kenyataan tentang hari ini, membuatku berpikir dua kali untuk membeli barang di blibli. Kasihan penggalakan “ulas puas” dari blibli benar-benar berbanding terbalik dengan kenyataan yang dikasih oleh merchant Winskamera pada saya. 

Kejadian hari ini, sukses membuat saya harus bolak-balik. Rugi waktu, pekerjaan tertunda padahal mau pakai kamera secepatnya, rugi pulsa, dan rugi bensin. Jadi buat teman-teman, yang ingin berbelanja online mesti mikir dua kali. Punya nama besar toko online, tidak menjamin barang yang kau pesan itu benar. Hadeeeh.

Blibli oh blibli... kau sukses membuat saya hari ini, kesal. Mohon ditertibkan marchant-marchant kamu yang sudah salah kirim barang. Kasihan, hanya karena marchant setitik, hancur blibli sebelanga.

08 February 2017

Amnesia Ganti Cover & Judul

Hai sahabat blogger,  ketemu lagi nih setelah sekian lama gak update. Kali ini aku mau kasih tahu kalau ceritaku yang berjudul Amnesia di wattpad, sudah berganti cover, selain itu Amnesia mendapat penambahan judul. Ganti covernya sih sudah beberapa bulan yang lalu, tapi karena sibuk ngantor dan siaran, jadinya lupa posting di blog. Hehehe. Nah ini cover barunya.


Jadi buat kamu yang sudah familiar dengan cover awal,  jangan bingung ya. Cover yang diganti ini merupakan hasil voting readers di wattpad. Sementara untuk judul, baru semalam aku tambahin. Lengkapnya menjadi “Amnesia: Karachi Untold Story”. Biar lebih kece aja.

O iya, cerita Amnesia:  Karachi Untold Story, kini sudah memasuki Chapter Twelve (12), dan part setelah Chapter Ten (10) akan saya privat, demi keamanan cerita yang aku buat. Rumornya memang, di wattpad rawan pencurian cerita atau plagiat, makanya atas saran readers, beberapa Chapter aku privat.

Dan satu hal lagi, di Amnesia ada tokoh baru yang akan muncul—yaitu Navid, dia pria keturunan Persia yang akan datang ‘mengganggu’ hidup Ayesha. So, jangan lewatkan kisah cinta Ayesha-Adil-Lintang-Fahad dalam Amnesia: Karachi Untold Story

Ini link Amnesia: Karachi Untold Story, kalau kamu mau baca-baca.

Sampai ketemu di wattpad.
Best regards,
Ello Aris

03 December 2016

Film Review Mohenjo Daro | Kapoor & Sons


Film: Mohenjo Daro
Cast: Hrithik Roshan, Pooja Hedge
Directed: Ashutosh Gowariker


Kali ini aku mau nge-post salah satu film Hindi yang diperankan oleh Hrithik Roshan. Judulnya Mohenjo Daro. Awalnya kepengin nonton film ini karena cast-nya Hrithik. Jujur awal nonton aku lumayan exciting soalnya setting-nya masa lalu—berlatar belakang kerajaan.

Tapi e tapi, setelah setengah jam menonton lumayan bikin kecewa sih, di luar ekspektasi. Jalan cerita film ini bermula dari Sarman (Hrithik Roshan) yang hijrah dari desa Amri ke kota Mohenjo Daro. Sebagai pedagang dia melihat banyak ketidakadilan yang dibuat oleh raja di kota Mohenjo Daro. Di sini pula dia terlibat cinta dengan seorang gadis bernama Chaani (Pooja Hedge). Chaani sendiri merupakan anak pendeta yang dijodohkan dengan Moonja (pangeran Mohenjo Daro).

Untuk ukuran film epik, Mohenjo Daro bagiku kurang gereget. Kisah kepahlawan yang diangkat kurang terasa. Harusnya ada action-nya bikin penonton merasa film ini wajib ditonton. Tapi yang aku salut adalah setting-nya yang memang luar bisa keren.

Untuk rate aku kasih nilai 2,4 dari 5 bintang untuk film ini. Maaf ya, buat penggemar Hrithik Roshan.

Film: Kapoor & Sons
Cast: Rishi Kapoor, Sidharth Malhotra, Fawad Khan, Alia Bhatt
Directed: Shakun Batra

Nah untuk film Kapoor & Sons lumayan baguslah menurut aku. Film yang ber-genre drama komedi ini cukup membuat kita mengerti arti keluarga. Bahkan lebih dari itu Kapoor & Sons secara tidak langsung mengajarkan penonton untuk bagaimana menghargai orang-orang yang tinggal seatap. Film ini diperankan oleh tiga pemeran bollywood muda; Sidharth Malhotra, Fawad Khan, Alia Bhatt.

Kapoor & Sons dimulai ketika dua kakak beradik Arjun (Sidharth Malhotra) dan Rahul (Fawad Khan) yang harus kembali ke India lantaran kakek mereka sakit. Ternyata sekembalinya mereka, Arjun dan Rahul mendapati kenyataan kalau orangtua mereka sudah pisah ranjang. Masalah semakin pelik ketika muncul Tia Malik (Alia Bhatt), yang menjadi sumber masalah cinta antara Arjun dan Rahul. Untuk konflik keluarga cerita Kapoor & Sons lumayan bagus. Konflik-konflik itu dimulai dari Rahul yang mencuri ide cerita Arjun untuk novel best seller-nya, pengakuan Rahul menjadi seorang gay dan perselingkuhan ayahnya dengan musuh istrinya.

Jujur yang aku suka dalam film ini adalah, bagaimana sang penulis cerita meramu konflik yang segitu banyak namun dalam visual digambarkan sangat sederhana oleh sang sutradara. Musiknya juga lumayan enak sepanjang film. Dan satu lagi adegan yang aku suka adalah adegan dimana kakek mereka (Rishi Kapoor) yang selalu pura-pura meninggal ketika merasa diabaikan.

Buat kamu yang mungkin ingin memilih film keluarga, kayaknya Kapoor & Sons bisa menjadi alternatif untuk kamu. Untuk penilaian aku kasih 2,9 dari 5 bintang untuk film ini.