Available on bookstore

Available on bookstore

02 May 2018

Music of The Month Tentang Rindu Virzha

Sudah lihat videonya

Entah kenapa, aku lagi suka dengan lagu Virzha ini, Tentang Rindu. Mungkin karena video klipnya yang menyentuh. Menceritakan kerinduan seorang anak kepada ayahnya dan sebaliknya.

Tapi aku merasa agak kurang ketika ada beberapa bagian lagu ini yang agak keras (jelang ending)—dinyanyikan Virzha agak teriak. Coba lagunya dibikin santai kayak awal aja, pasti enak dijadikan lagu sebelum bobo. Namun di luar itu, suka banget dengan lagu ini.

14 April 2018

#Traveling Jogja Istimewa

Dari bulan lalu sebenarnya pengin banget cerita pengalaman ke Jogja akhir tahun lalu. Tapi sibuk mulu dengan kehidupan pribadi dan kerjaan kantor—yang kayaknya makin hari makin banyak. Padahal sebetulnya aku gak sibuk-sibuk amat.

Experience

Nah kemarin tuh ke Jogja kalo gak salah seminggu aja. Pas awal Desember 2017. Itu bareng teman-teman tapi beda penerbangan. Ternyata wisata di Jogja dekat-dekat, atau mungkin karena kotanya kecil kali yak? Seingatku waktu hari ke dua itu, aku jalan kaki lepas subuh dari Tugu Jogja sampai Kraton saking pengin nikmatin kota Jogja. Pas pulangnya ngandalin Gojek dan capeknya luar biasa. Satu hal lagi, Jogja tuh kayaknya aman, pernah aku pulangnya malam banget dari hotel teman tapi jalanannya masih rame. Trus orang-orangnya tertib.
Yang paling mengesankan selama di jogja adalah Malioboronya kalo malam. Ramenya gila. Bahkan bisa sampai di Tugu Jogja. Ini beberapa foto hasil tangkapan kameraku selama di Jogja.

Malioboro

Tugu Jogja

Benteng Vredeburg

Selebihnya tentang Jogja bisa kamu lihat di Instagram aku

Prambanan, Ratu Bokoh & Borobudur.

Candi Prambanan
Berikutnya yang paling mengesankan adalah mengunjungi tiga candi besar—Prambanan, Ratu Bokoh & Borobudur—candi yang hanya pertama kali aku baca hanya lewat buku sejarah. Tapi buat kamu yang pernah membaca buku KH. Fahmi Basya pasti tahu hubungan antara Ratu Bokoh – Borobudur dengan dengan Kisah Nabi Sulaiman – Ratu Balqis.
Pertama kali mengunjungi Prambanan, aku baru tahu kalo kompleksnya sebagian udah masuk Jawa Tengah. Aku dikasih tahu supir Grab. Kalo ke Prambanan kamu bisa menggunakan tiket terusan untuk mengunjungi Candi Ratu Bokoh.

 
Candi Ratu Bokoh
Candi Ratu Bokoh berada di puncak gunung. Kawasannya gak terlalu besar. Kemarin pas ke sini, banyak sekali klub-klub fotogrofi yang lagi hunting. Enaknya, di sini bisa tiduran karena rerumputan bisa dijadikan kasur.
Candi Borobudur
Berbeda dengan Prambanan dan Ratu Bokoh yang deketan jaraknya, buat kamu yang ingin mengunjungi Borobudur harus siap kocek lebih. Soalnya Borobudur sudah berada di Jawa Tengah. Waktu tempuhnya sejam dengan mobil dari pusat kota Jogja. Aku kemarin bolak-balik pake Grab hampir 300ribu. Borobudur kompleksnya luas. Naik pake tanjakan juga. Siap-siap napas kalo naik tangganya. Ke sini aku sarananin pagi. Soalnya kalo udah jam 9 ke atas panasnya pool. Yakin deh, satu jam di Borobudur bikin kamu dehidrasi.
Yang paling lucu itu pas foto. Soalnya rame banget. Makanya waktu mau foto harus ngusir orang dulu: “Mas, Mba ngilang dulu ya, soalnya mau foto,”. Satu hal lagi kalo ke sini jangan macam-macam, karena ada petugasnya loh di setiap sudut. Dan dilarang bawa drone.

Saran.
Kalau kamu ke Jogja, mungkin sekalian kamu kunjungi Borobudur. Soalnya mubazir kalo kamu gak ke Candi kebanggan Indonesia ini. Pertimbangannnya ya, biar hemat biaya traveling.

Itu ceritaku saat mengunjungi Jogja, mana ceritamu?

12 April 2018

#Wattpad Titik Temu sudah Tamat

Sebenarnya udah pengin nulis ini dari kemarin. Tapi baru kesampaian. Soalnya kerjaan kantor lagi padat-padatnya.

Nah buat kamu yang jadi pembaca setia cerita-ceritaku di wattpad, pasti tidak asing dengan Titik Temu. Ya, Tititk Temu sendiri adalah cerita ketigaku di aplikasi tersebut. Kisah dengan melibatkan banyak tokoh dan setting ini akhirnya tamat. Kamu bisa langsung ke wattpad dan membacanya. Inilah kisah yang kurasa paling sulit untuk diceritakan sepanjang aku menulis novel. Alhamdulillah dengan keterbatasan akhirnya kisah ini selesai

Semoga nanti kita bisa ketemu di cerita-cerita lain. See you

12 March 2018

#Wattpad Hello You Tamat

Ya setelah beberapa bulan Hello You memulai perjalanan dari akhir tahun 2017, akhirnya kisah Petty dan Rishi berakhir di wattpad.
 
Meski hanya mendapat 3 ribu sekian pembaca, aku amat maklum. Toh cerita ini tidak aku bikin dengan detail yang gimana-gimana. Buat kamu yang nangis di ending dan merasa nyesek, sekali lagi aku minta maaf. Cerita ini emang sengaja aku bikin demikian.

Jika kamu saat ini patah hati berarti aku sebagai penulis lumayan berhasil.

Ada yang bertanya, apakah kisah Petty akan berlanjut? soalnya dalam ekstra part-nya ada pertemuan Petty dengan Bayu saat perjalanan di Bandung. Sekali lagi aku pengin bilang, kalau saat ini belum kepikiran untuk melanjutkan kisah Petty dengan si AA itu.

Buat kamu yang mau baca Hello You, yang penasaran, bolehlah ke link ini. Jangan lupa follow akun aku juga ya.

04 March 2018

Review Film Jagga Jasoos

Title: Jagga Jasoos
Cast: Ranbir Kapoor, Katrina Kaif, Saswata Chatterje
Director: Anurag Basu


Sebenarnya aku udah kepincut film Jagga Jasoos dari tahun lalu saat nonton trailer-nya di youtube. Gak tahu kenapa enak aja lihatnya. Apalagi sepanjang trailer disuguhi gambar-gambar enak. Menurut Wikipedia Jagga Jasoos merupakan film musical mystery comedy adventure. Jadi kalo kamu nonton film ini, empat hal tadi akan kamu temui.
Stars
Film ini dibintangi dua pemain yang cukup punya nama besar di Bollywood. Ranbir Kapoor dan Katrina Kaif. Ranbir memerankan tokoh Jagga yang gagap. Kamu yang pernah nonton Barfi mungkin akan familiar dengan tingkah Ranbir di sini. Sementara Katrina memerankan tokoh Shruti Sengupta seorang pengajar SD (atau TK) dan juga seorang jurnalis. Sementara itu Saswata yang jadi akar konflik di film ini berperan sebagai Badal Bagchi—seorang profesor dan juga dosen. Ranbir sendiri memanggil Badal dengan TutiFuti.
Story
Cerita Jagga Jasoos dimulai ketika Badal Bagchi menemukan peti-peti senjata. Senjata itu dijatuhkan dari helikopter para teroris yang sengaja diselundup. Selanjutnya kita akan diperkenalkan dengan tokoh Jagga (Ranbir ) yang dinarasikan oleh Shruti (Katrina Kaif). Jujur di sini aku gak bisa mengerti mengapa tokoh Shruti muncul dengan narasi-narasinya. Amat mengganggu. Gak konek. Nah kembali ke cerita, pertemuan Jagga dan Badal dimulai ketika Jagga kecil menemukan Badal yang tengah terluka di rerumputan. Jagga kemudian membawa Badal ke rumah sakit. Dari sinilah tumbuh ikatan anak-ayah tak sedarah. Badal memperkenalkan dirinya sebagai TutiFuti. Jagga yang gagap kemudian diajarkan bernyanyi agar dapat berkomunikasi. Makanya sepanjang film ini, kita akan menemukan Ranbir Kapoor menyanyi untuk berdialog dengan siapa pun.
Sebenarnya kunci dari film ini ada pada Badal yang tiba-tiba menghilang karena sebuah perintah. Sebagai seorang profesor yang menyelidiki penyelundupan senjata, dia dinilai cukup berbahaya bagi pendistribusian senjata global oleh petinggi teroris. Hilangnya Badal inilah yang akhirnya membuat petualangan Jagga untuk melakukan pencarian ayah angkatnya tersebut. Dalam perjalanan ini dia bertemu Shruti. Shruti sendiri dalam film ini memiliki beberapa kesamaan dengan Badal sehingga Jagga tertarik padanya.
Setting
Aduh untuk setting-nya aku suka banget. Film Jagga Jasoos memberikan pemandangan indah. Apalagi saat berpindah setting ke Afrika. Bikin kita yang nonton seperti diajak jalan-jalan.
Soundtrack
Soundtrack-nya ada yang bagus. Tapi karena memang sebagian dialog film ini dibikin lagu makanya ada beberapa yang kurang enak dikuping. Tapi selebihnya oke.
View of Me
Ada beberapa hal yang ingin aku komplen dari film ini. Yang pertama, untuk jalan cerita menurut aku film gak recommended buat kamu yang suka plot lurus. Misteri yang ingin dihadirkan terlihat biasa saja. Untuk keseluruhan memang gak banget untuk sebuah film yang dibintangi dua bintang besar. Bahkan satu jam lebih aku merasa bosan dan aneh menonton film yang menurut aku agak gak jelas ini.
Berikutnya soal musical yang emang sengaja dihadirkan. Memang Jagga Jasoos mau dibikin seperti drama musical mirip-mirip Lala Land tapi menurutku gagal. Tak enak ditonton. Btw film ini genrenya juga kebanyakan, musical digabung dengan mystery, digabung dengan comedy, digabung adventure, hasilnya apa? Nanggung semua. Musical gak berhasil. Mystery biasa saja, gak spesial. Comedy lumayan. Adventure-nya ya kurang gereget bahkan porsinya dikit pas terakhir lagi. Hadeeeeeh.
Komplen selanjutnya soal ‘kegagapan’ Jagga. Sepanjang film Jagga kan harus bernyanyi saat dialog, tapi ada satu scene yaitu waktu awal pencarian Badal—di mana Jagga mendatangi semacam penyidik (atau apalah) yang tahu identitas Badal. Jagga kan harus berdialog dengan penyidik tersebut. kok di situ Jagga bisa bicara lancar tanpa gagap dan bernyanyi? Aneh kan? Mungkin kamu yang nonton sekilas gak bakalan ngeh.
Rate
Awal nonton film ini aku punya ekspektasi besar, apalagi Ranbir dengan tokoh bisunya di film Barfi benar-benar mendapatkan banyak. Nyatanya Jagga Jasoos gak demikian. Ini film yang benar-benar membuat aku 78 persen sepanjang film mengerutkan kening. Sorry to sorry, untuk film ini aku kasih nilai 1,5 dari 5 bintang.

Sekian review dari aku. See you soon at next review