Available on bookstore

Available on bookstore

23 April 2017

Bilik Buka Buku: The Secret of Carstensz



Eksplorasi Tiada Henti Tanah Papua
 
Judul: The Secret of Carstensz

Penulis: Marino Gustomo | Co-writer: Zaynur Ridwan

Penerbit: Salsabila



Sudah sejak lama aku tak mereview buku, dan kali ini aku kembali menulis untuk “Bilik Buka Buku” dengan novel yang kurasa wajib kalian baca. Sesuai yang tertera dalam judul di atas, buku The Secret of Carstensz, ditulis oleh sahabat saya Marino Gustomo sebagai debutnya.



Aku mendapat kiriman buku ini, tiga hari yang lalu dari penerbitnya, dan butuh tiga hari aku menyelesaikan membaca novel ini—lebih tepatnya beberapa jam yang lalu. Oke langsung saja kita review novel ini.



The Secret of Carstensz hadir dengan cover dominan putih, dan background gambar gunung. Asli aku suka cover-nya. Sederhana dan indah. Rasa-rasanya jika dimuat di sosial media seperti instagram sangat nyaman dipandang. Pokoknya ig-able. Cover depannya membuat endorsement Edo Kondologit, yang saya berani jamin, siapa pun yang akan membacanya akan langsung penasaran. Selain Edo, banyak sekali seniman yang memberikan endorsement pada buku ini, termasuk penyanyi bersuara merdu Yura Yunita. Dan Ingat, endorsement buku tidak sama dengan endors produk-produk kecantikan atau baju yang sering wara-wiri di media sosial.



Kisah di The Secret of Carstensz, dimulai ketika Krisna yang didapuk oleh The Board sebagai sang Kandidat yang akan dijadikan pemimpin dalam misi mencari Robert Standford yang hilang di lembah Carstensz Papua dalam 20 tahun yang lalu. Krisna sendiri adalah pendaki ulung yang telah banyak menaklukan banyak gunung di dalam maupun di luar negeri. Dia membawa tiga orang lain dalam tim ini, Abdul, Dendy dan adiknya Rinjani. Sayangnya ada tujuan besar yang disembunyikan oleh para direksi The Board dalam misi ini—bukan hanya sekadar untuk menemukan Robert. Tujuannya apa? Kalian harus baca sendiri.



Sesuai dengan sub judul di atas, memang The Secret of Carstensz ber-setting di Papua sebagi sentral utama cerita. Kalian akan disuguhkan dengan deskripsi gunung-gunung Papua yang indah. Jujur saat membaca narasi-narasi Marino Gustomo, aku kagum sebab narasinya tidak bertele-tele. Banyak hasil riset yang dimasukkan—dan ini benar-benar karya yang matang secara informatif, kupikir Marino mungkin sudah menghabiskan banyak waktu untuk meriset seluruh data yang dia masukan ke dalam novel ini. Benar-benar detail. Aku termasuk orang yang suka membaca sebuah buku yang ditulis dengan detail karena itu membuat pembaca merasakan isi cerita.



Selain itu bagian yang aku suka dalam cara bertutur Marino, adalah perpindahan dari bab ke bab. Begitu smooth.



Di dalam The Secret of Carstensz sendiri aku banyak mendapat kejutan-kejutan data—meski sebagai orang Timur Indonesia hal seperti ini sering saya dengar. Mungkin bagi siapa pun yang membaca buku ini akan sakit hati dalam beberapa bagian, di mana menemukan fakta Papua yang selalu dipinggirkan, padahal provinsi ini menjadi wilayah paling kaya di Indonesia. Papua memiliki banyak harta yang siapa pun ketika menemukan riset Marino akan tercengang. Mungkin jika kalian pernah mendengar ungkapan semacam, “Masa depan bangsa kita berada di Indonesia Timur” mungkin buku ini adalah salah satu referensi yang harus kalian baca.



Secara keseluruhan aku memberikan nilai  4,2 dari 5 bintang untuk buku ini. Dengan riset yang mumpuni  dan narasi yang baik, Marino berhasil membuat pembaca secara emosional merasakan getir nasib banyak orang Papua yang tak pernah merasakan indahnya metropolitan.

30 March 2017

Film Hana

Karena berhubung hari ini Indonesia merayakan hari film Nasional—yang jatuh setiap tanggal 30 Maret, aku mau posting salah satu film pendek. Kebetulan dalam film ini, untuk pertama kalinya aku terlibat di dalamnya. Meski porsi aku sedikit (bisa dibilang cuman numpang doang), namun aku tetap bangga bisa menjadi bagian dari film ini.

Filmnya berjudul Hana
Director: Rifky Husain
Cast: Fitriyani Sima-Sima, Mathelda Wattimena, Anatje Elsye Pupella, Viora Alesya
Script Writer: Irfan Ramly

Film Hanna merupakan film produksi BaileoDoc dan Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
Sinopsis:

17 years after the Ambon Riot, Hana decided to return the house key that belongs to Dominggus family which was willed by her late mother. The key and her meeting with Oma Ace opened the door to the past.

Trailernya bisa di cek via youtube di bawah ini:
 
Sekali lagi selamat hari Film Nasional, buat teman-teman insan film.

07 March 2017

Blibli.com Amat Mengecewakan


Hai sahabat blogger, kali saya mau cerita sedikit, tentang pengalaman tadi siang yang saya alami. Ini mengenai barang yang dikirim oleh Blibli.

Sebelumnya, hari Jumat tanggal 3 Maret 2017, saya order Kamera FujiFilm X-A2 di Blibli.com, dengan harga Rp. 7.200.000,-. Marchant penyedia barang yang aku order adalah Winskamera. Ini linknya. Kemudian hari Sabtu tanggal 4 Maret 2017 aku melunasi pembayaran via pos. Setelah menunggu ternyata barangnya datang lebih awal dari estimasi, yaitu, tadi siang, Selasa 7 Maret 2017 sekitar jam 11 waktu Ambon.

Pas ternyata saya buka, kiriman dari orderan saya di dalam paket yang datang adalah kamera Nikon 1 J5. What? Kaget dong saya! Langsung saya komplain ke Customer Service blibli. Tak puas, saya ngomel-ngomel berseri di twitter. Enak saja, masa kamera dengan harga 7,2 juta, diganti dengan kamera Nikon seharga 5 juta? Itu si marchant Winskamera lagi sakit mata? Jelas-jelas saya order Fujifilm X-A2, eh malah dikasih Nikon. Kesalku langsung ke ubun-ubun. Dan yang sangat amat parah, masa barang yang dikirim hanya di-packing menggunakan bubble warp. Tidak menggunakan papan. Hadeeeeh, makin bikin kesal.

Trus jam 2 siang (waktu Ambon)  saat mau ngisi form pengembalian barang, ternyata belum bisa. Katanya si Customer Service sistem belum update. Kata si admin twitter @BlibliCare nanti di cek dulu. Kemudian sekitar jam 3 sore, baru bisa ngisi form pengembalian barang. Dan berhasil. Pas mau ngirim balik “barang yang salah kirim” tadi, ternyata POS cabang Ambon sudah tutup.  Akhirnya saya memutuskan untuk kirim balik ke blibli via Jne. Argh!!!

Ini barang yang datang ke alamat saya. Yang tidak sesuai dengan apa yang saya pesan.




Dulu aku aku pernah order kamera Fujifilm di blibli dan itu memuaskan. Tapi kenyataan tentang hari ini, membuatku berpikir dua kali untuk membeli barang di blibli. Kasihan penggalakan “ulas puas” dari blibli benar-benar berbanding terbalik dengan kenyataan yang dikasih oleh merchant Winskamera pada saya. 

Kejadian hari ini, sukses membuat saya harus bolak-balik. Rugi waktu, pekerjaan tertunda padahal mau pakai kamera secepatnya, rugi pulsa, dan rugi bensin. Jadi buat teman-teman, yang ingin berbelanja online mesti mikir dua kali. Punya nama besar toko online, tidak menjamin barang yang kau pesan itu benar. Hadeeeh.

Blibli oh blibli... kau sukses membuat saya hari ini, kesal. Mohon ditertibkan marchant-marchant kamu yang sudah salah kirim barang. Kasihan, hanya karena marchant setitik, hancur blibli sebelanga.

08 February 2017

Amnesia Ganti Cover & Judul

Hai sahabat blogger,  ketemu lagi nih setelah sekian lama gak update. Kali ini aku mau kasih tahu kalau ceritaku yang berjudul Amnesia di wattpad, sudah berganti cover, selain itu Amnesia mendapat penambahan judul. Ganti covernya sih sudah beberapa bulan yang lalu, tapi karena sibuk ngantor dan siaran, jadinya lupa posting di blog. Hehehe. Nah ini cover barunya.


Jadi buat kamu yang sudah familiar dengan cover awal,  jangan bingung ya. Cover yang diganti ini merupakan hasil voting readers di wattpad. Sementara untuk judul, baru semalam aku tambahin. Lengkapnya menjadi “Amnesia: Karachi Untold Story”. Biar lebih kece aja.

O iya, cerita Amnesia:  Karachi Untold Story, kini sudah memasuki Chapter Twelve (12), dan part setelah Chapter Ten (10) akan saya privat, demi keamanan cerita yang aku buat. Rumornya memang, di wattpad rawan pencurian cerita atau plagiat, makanya atas saran readers, beberapa Chapter aku privat.

Dan satu hal lagi, di Amnesia ada tokoh baru yang akan muncul—yaitu Navid, dia pria keturunan Persia yang akan datang ‘mengganggu’ hidup Ayesha. So, jangan lewatkan kisah cinta Ayesha-Adil-Lintang-Fahad dalam Amnesia: Karachi Untold Story

Ini link Amnesia: Karachi Untold Story, kalau kamu mau baca-baca.

Sampai ketemu di wattpad.
Best regards,
Ello Aris