22 December 2018

#Traveling Bromo

Setelah Oktober dan November rehat posting, akhirnya Desember ini aku bisa nulis lagi di blog. Malah ini tulisan kedua setelah, promo Maverick
.
Bromo

Kali ini aku mau nulis perjalanan aku Agustus kemarin pas ke Bromo. Sebenarnya pertengahan tahun ini (Juni Juli) aku udah bikin list traveling, antara ke Bromo atau Lombok. Namun setelah dipertimbangkan akhirnya aku memilih Bromo. Dan tahu gak, tanggal 5 Agustus ketika aku di Malang itu, terjadi gempa besar di Lombok. Dan gempanya terasa hingga ke Batu Malang. Saat mendengar kabar gempa itu, aku merasa beruntung, karena batal mengambil Lombok sebagai destinasi traveling.
Back to topic ya temans,
Aku ke Bromo kemarin menggunakan jasa travel yang membuka open trip. Aku menemukan jasa travel lewat instagram Abimanyu Tour. Aku sendiri mengambil paket midnight. Harganya 350.000/pax. Jadi sebelum Agustus aku udah chat-chat-an dengan adminnya. Dan aku dikirim jadwal perjalanan. Jadwal perjalanan tour Bromo, bisa kamu lihat di gambar.

Jadwal Tour Travel

Sesuai jadwal aku dijemput driver kira-kira pukul 23.00. Aku diberi perlengkapan kupluk dan roti buat sarapan. Dan hari itu aku hanya mengenakan sweter, karena memang benar-benar lupa bawa jaket dari Ambon. Lantaran ini tour open trip, maka driver harus menjemput beberapa orang lain. Tujuan pertama kita menjemput tiga mahasiswa bandung—dua cewek, satu cowok. Dan berikutnya menuju Hotel Haris menjemput Ibu dan anak asal Manodo. Fyi, anak Manado ini bawa tas Gucci loh. Luar biasa ya kan?
Kira-kira jam 03.00 kita sampai ke transit point. Di tempat ini kita rehat sebentar, dan berganti kendaraan dengan jeep—tentu berganti sopir juga. Sumpah di tempat ini dinginnya mulai nusuk kulit. Untungnya ada api unggun. Jadi para pengunjung bisa menghangatkan badan. Di tempat ini suasana kemudian menjadi riuh, lantaran ada bule asal Spanyol yang charming. Dia ramah ke semua orang. Dia ke Indonesia buat liburan, bareng pacarnya yang orang Indonesia. Beberapa kali pacarnya harus jadi penerjemah buat orang-orang yang bertanya.

Istirahat beberapa menit, kita akhirnya berganti jeep. Rute yang kita lewati cukup lama, karena malam jujur aku gak bisa lihat jelas medan yang dilewati. Pokoknya intinya kita melewati turunan, tanjakan dan belokan (dan setelah pulang aku baru tahu rute yang kita lewati itu ngeri-ngeri sedap—salah manuver sedikit saja, kita bisa terperosok ke jurang).
Kita sampai di lokasi Sunrise View Point Bromo, kira-kira jam 4 pagi. Ya demi melihat matahari terbit. Di sini astaga, dinginnya lebih amit-amit dari sebelumnya. Aku bahkan harus menyewa jaket. Lucunya di sini aku ketiduran, dan kebangun pas semua orang udah teriak sunrise dan pada berdiri jepret. Dan aku baru sadar, hanya aku doang yang masih duduk. Pokoknya kacau pas di sini. Di tempat ini pula kita bisa melihat gunung Semeru yang menjulang.

Sunrive View Point Bromo
Gunung Semeru
 
Jam 6 setelah ngambil beberapa foto, kita kembali ke jeep. Rute berikutnya benar-benar ke Bromo. Kita akan menemukan Gunung Batok duluan sebelum ke Bromo. Nah di sini kamu bisa menaiki kuda untuk bisa menghemat waktu menuju puncak Bromo. Aku sendiri pas di puncak Bromo gak terlalu lama, soalnya bau belerangnya menyengat. Di sini juga dijual edelweis hasil budidaya petani dan oleh-oleh t-shirt bromo. Aku sempat beli untuk teman-teman di Ambon.

Gunung Batok

Puncak Bromo

Kemarin pas turun dari puncak ada satu cewek yang kemudian pingsan tiba-tiba, mungkin karena dehidrasi. Dan akibatnya jalan ke puncak jadi macet.
Jeep berikutnya membawa kami ke pasir berbisik. Di Pasir Berbisik teman-teman open trip mulai mencair, saling ngobrol dan saling foto.

Pasir Berbisik

Pasir Berbisik (2)

Tujuan tour terakhir kita adalah bukit Savana atau Bukit Teletubbies. Di sini ada tempat makan yang disediain, ada juga penyewaan kuda. Dan jujur sampai ke sini, capek mulai nyerang.

Padang Savana Bromo
Bukit Teletubbies Bromo

Bukit Teletubbies Bromo (2)
Kuda Sewaan Bukit Teletubbies
Di Bukit Savana ini, tampak beberapa cewek (kayaknya sih anak SMA) yang uuh full make up. Ada juga yang sibuk mengenakan kain tradisional kayak kain khas Nusa Tenggara buat foto. Dan lihat mereka mengenakan kain tersebut, sumpah ribet benar! Bahkan hanya untuk mendapatkan satu foto yang diinginakan, harus muter kain ke kiri ke kanan. Ngalangin angin. Harus pindah posisi. Aku yang lihatnya aja pusing, apalagi bayangin gunain kain itu.

Kita balik ke transit point kira-kira jam 12 siang. Bertukar mobil dan dibawa ke salah satu desa dekat Tengger untuk makan siang. Setelah makan siang, kita di-drop ke hotel masing-masing. Aku jadi orang yang paling akhir diantar.

Desa Tengger -Negri di Atas Awan

Dan perjalanan kali ini lumayan bikin puas. Penasaran akan keindahan Bromo terbayar. Mudah-mudahan suatu saat bisa kesampaian ke Semeru, Amin!

13 December 2018

#Wattpad Maverick

Wah ada beberapa bulan ya, aku gak update tulisan di sini. Mungkin faktor malas juga. Padahal ide untuk tulisan banyak banget.
Kali ini aku mau promo cerita baru aku di wattpad. Judulnya Maverick.



Ceritanya bertema remaja. Berkisah tentang Kara, Mave dan Erick. Bikin cerita ini mengingatkan novel pertama aku yang terbit di gagasmedia tahun 2013, Spasi.
Saat ini Maverick baru memasuki bab 6. Buat kamu yang penasaran, silakan menuju link ini untuk baca ya.
Sampai ketemu di wattpad.

17 September 2018

#ReviewFilm 4Love

Title: 4love (Love.Destiny)
Cast: Cheryl Wee, Maxi Lim
Director: Raihan Halim, Gilbert Chan, Sam Loh, Daniel Yam


Rasanya udah lama aku tidak me-review film. Makanya kali ini hadir lagi.
Sebenarnya tak ada rencana me-review tapi karena aku suka dengan salah satu film dalam 4love, makanya dari tiga hari lalu kuniatkan untuk menulis di blog.
Film 4love sendiri adalah omnibus yang terdiri dari empat film pendek yang bercerita tentang cinta dengan kisah berbeda-beda. Yang mau aku review adalah film Love.Destiny. 3 yang lain adalah Love.Extreme, Love.Temptation dan terakhir ada Love.Remember. Film ini sendiri merupakan produksi Singapura, makanya setting-nya agak mirip-mirip Jakarta. Tanggalnya rilisnya sudah 2 tahun lalu, tepatnya 1 Desember 2016.

Pertama nonton film ni kukira ini adalah film Thailand atau China, e tahu-tahu di tengah jalan setelah melihat setting dan dialognya baru sadar kalau ini fim Singapura. Dan Jujur ini pertama kali aku nonton film karya sineas Singapura.
Nah balik ke review. Seperti yang udah aku bilang, dari ke empat film di atas aku suka banget dengan Love.Destiny. Ceritanya benar-benar sederhana. Kisahnya dimulai dari Nissa yang menyukai buku membuatnya sering berkunjung ke toko buku. Toko buku ini sendiri menyediakan jasa peminjaman. Buku yang yang disukai Nissa adalah buku jadul tentang cinta yang berjudul Takdir. Meski sudah berulang kali meminjam buku itu Nissa seperti tak bosan membaca Takdir. Satu kali ketika ingin meminjam buku ini lagi, ternyata buku Takdir sedang dipinjam seseorang.
Beberapa hari berlalu Nissa penasaran siapa yang membaca buku ini, karena menurutnya orang-orang urban tak mungkin tertarik dengan buku Takdir. Setelah buku ini dikembalikan, Nissa menulis pesan di dalamnya, dan menyapa peminjam tersebut. Si peminjan buku ini pun membalas ketika membaca tulisan Nissa di dalam. Pria yang meminjam buku ini adalah Max yang merupakan karyawan di Sentosa Island.

Salah satu adegan antara Nissa dan Max

Mereka akhirnya terlibat saling cakap melalui buku itu. Jujur sepintas ketika melihat interaksi antara Nissa dan Max, kita seperti melihat chatting di media sosial saat ini. Bedanya kalau di sosial media interaksinya melalui aplikasi—tentu lewat ponsel, sementara lewat kisah ini medianya adalah buku Takdir.
Setelah berhari-hari berinteraksi Max dan Nissa akhirnya sepakat bertemu. Max yang lajang benar-benar menggebu. Begitupun Nissa yang mendambakan pangeran. Sayang ketika Max sudah menunggu di kafe—lokasi janjian, Nissa tak datang. Bahkan pria itu menunggu hingga kafe tutup. Terus apa yang terjadi dengan Nissa? Kamu harus nonton.

Dalam cerita ini kurasa sang sutradara ingin menegaskan bahwa tanpa ponsel dan aplikasi sosial media sebenarnya dari dulu manusia sudah melakukan esensi dari chatting, namun dengan media yang berbeda. Contohnya surat ya kan?
Konsep cinta yang ditawarkan juga tak berat. Sederhana dan bikin kita tersenyum. Buat yang merasa bahwa cinta harus big, penuh perjuangan dan berdarah-darah, Love.Destiny akan mengubah pandanganmu.

Untuk setting-nya benar-benar perkotaan. Real Singapura, aku berasa nonton film dengan setting Jakarta. Bahasa yang digunakan 95 persen adalah Mandarin, sementara 5 persennya bahasa Melayu. Jujur aku agak bingung, bahasa nasionalnya Singapura apa sih? Kok film 4Love, mandarin banget ya, makanya pertama kukira ini adalah film China.
Dari para pemainnya jujur aku suka. Tak menjual tampang. Pemainnya rata-rata bukan berwajah layaknya beauty pageant.

Untuk Love.Destiny aku memberikan nilai 4,1 dari Lima bintang. Sementara untuk keseluruhan film ini aku memberikan nilai 3,3. Selain Love.Destiny kamu juga bisa menyaksikan omnibus lain dari film 4Love. Temukan kisah yang paling kamu sukai.

07 September 2018

#Wattpad Madagaskar, Titik Temu & Hello You Ganti Cover

Seperti yang kalian baca dalam judul di atas, memang benar kemarin malam aku mengganti cover untuk beberapa ceritaku yang ada di wattpad.

Alasan aku mengganti cover. Yang pertama, karena biar terlihat fresh, dan yang kedua untuk menarik lebih banyak pembaca. Jika nanti kamu tanya kenapa cover-covernya agak mirip dengan Amnesia, ya alasannya karena memang cerita-ceritaku menyasar girls reader. Semoga dengan cover baru ini, banyak yang mau membaca cerita-ceritaku.

Cover Madagaskar
Cover ini sendiri menggunakan foto dari Burak Özçivit yang merupakan pemeran utama pria dalam cerita ini. Dia berperan ganda sebagai West dan juga East.

Cover Titik Temu
Untuk Titik Temu sendiri aku menggunakan dekripsi fisik Gamal—sang pemeran utama. Secara fisik Gamal adalah pria gondrong, six-pack dan juga bertato. Cocok sekali denga cover di atas.


Khusus untuk Hello You jujur aku tidak kepikiran mau pakai gambar apa. Soalnya penggambaran tokoh Rishi (aka Alf) benar-benar tak detail kujelaskan dalam cerita ini, makanya aku pakai gambar tanpa wajah saja. Biar gak repot.

Yuk boleh mampir ke wattpad aku.

23 August 2018

#Serbaserbi Menemukan Bang Jarwo di atas Grab

Melihat judul di atas mungkin kamu bingung, kok ada Bang jarwo? Nah buat kamu yang sudah follow akun twitter dan instagram aku, mungkin sudah tahu cerita ini.
Karena di twitter ada batasan karakter makanya aku nge-tweet kisah ini secara berseri menggunakan tagar #grabdubbing. Untuk versi panjangnya aku kisahkan sekarang.

Apakah kamu suka film kartun? Kartun buatan anak bangsa? Jika iya, berarti kamu tidak asing dengan karakter Bang Jarwo dalam animasi Adit Sopo Jarwo. Bang Jarwo sendiri adalah sebuah karakter yang mungkin bisa aku bilang seksi repot di animasi ini. Selalu ada ketika muncul sebuah masalah. Fisiknya benar-benar kekar, kulit cokelat dan selalu tampak agak sangar dengan motor gedenya yang butut.

Bang Jarwo dalam Animasi Adit Sopo Jarwo
 Bang Jarwo sendiri menurut aku sentral banget dalm animasi ini.
 
Helm Grab Bike
Tapi tahukah kamu aku benar-benar bertemu dengan Bang Jarwo dalam kehidupan nyata. Ceritanya kejadian pas kemarin liburan hari kedua di Semarang, tepatnya tanggal 7 Agustus 2018. Waktu itu sepulang dari Klenteng Sam Poo Kong aku rehat sejenak di homestay sebelum lanjutkan dolan ke  daerah Bandungan Semarang.
Lantaran pergi bareng teman—teman kenal jalan (solo traveler juga) jadi aku niat ke hotelnya. Teman sendiri menginap di Star Hotel Semarang. Sebelum ke hotel teman aku mampir ke Alfamart buat ngambil uang di ATM. Nah setelah urusan uang selesai, aku pesan ojek di aplikasi Grab.

Kode Pemasan Grab

Semua berjalan biasa saja ketika driver grab datang dan aku naik. Nama driver-nya sesuai dengan kode pemesanan di atas, Mas Maridi. Lantaran tujuannya memang pure jalan-jalan di Semarang, aku nanya-nanya dong tentang Bandungan. Ya nanya-nanya standar, apakah tempatnya jauh, bagus gak dan sebagainya. Mas Maridi antusias jawabnya seperti driver lain yang ketemu customer dari luar kota. Lanjut obrol, Mas Maridi nanya trip selanjutnya ke mana. Aku bilangnya setelah dari Semarang mau ke Jakarta dan main-main sebentar di Bandung. Tak dinyana Mas Maridi sendiri bilang kalau dia sering ke Jakarta. Seminggu sekali.
Aku penasaran dong, kok bisa ke Jakarta seminggu sekali. Katanya kerja. Aku korek lagi, masa kerja bisa seminggu sekali di ibu kota? Mendadak jawaban Mas Maridi bikin aku kaget. Katanya dia ke Jakarta untuk dubbing. What, dubbing? Kalian dengar kan? Aku yang kerja di radio familiar dengan kata itu. Berarti Mas Maridi ini juga punya profesi yang kece sebagai dubber. Wow, keren. Jujur aku yang bekerja sebagai penyiar aja kadang susah untuk mengisi suara. Dan tidak semua orang bisa melakukannya. Butuh latihan.

Akhirnya aku mulai menebak-nebak apa yang di-dubbing Mas Maridi, Film? Animasi? Iklan? Driver grab ini lantas mengeluarkan suara kayak orang tua dengan sedikit serak-serak. Beberapa detik awal aku belum ngeh karakter apa yang dia di-dubbing, tapi udah kepikiran sepertinya Mas Maridi ini mengisi karakter animasi. Oke, langsung tebak-tebakan tahap ke dua dimulai. To the point aku jawab Mas ngisi suara Suneo, Giant, Spongebob, Patrick. Ternyata semua salah.
Mas Maridi lanjut bikin clue kalau dia ngisi suara di animasi Adit Sopo Jarwo. Langsung aku nebak, “Mas ngisi tokoh Bang Jarwo?” Mas Maridi ketawa. Dan benar.
Alhasil sisa perjalanan menuju Hotel Star Semarang, Mas Maridi berubah menjadi Bang Jarwo dengan obrolan-obrolannya. Jika aku muda dikit, aku udah kayak Adit, hehehe. Karakter Adit di Animasinya kan keren dan humble yak?
Jujur aku senang banget bisa ketemu Bang Jarwo. Selama naik kendaraan online inilah pengalaman yang menurutku seru. Animasi yang sering kutonton ternyata di-dubbing oleh seorang driver grab. What’s a surprise!

Motor Bang Jarwo
Sayang motor Bang Jarwo gak sama dengan Mas Maridi. Kalau di animasi Bang Jarwo kece badai mengendarai motor gede, sementara Mas Maridi hanya berbekal motor matik biasa. Jika Bang Jarwo badannya kekar dan tinggi, Mas Maridi ini mewakili postur rata-rata orang Indonesia dengan wajah khas Jawa.
Tapi selebihnya aku bangga pada Mas Maridi. You like a star when you act as Bang Jarwo.

Oh iya, cuman pengingat aja nih buat kalian yang kadang remehin pekerjaan seorang driver online, jangan lihat mereka dengan pakaian dan pekerjaan mereka. Di balik itu ada sesuatu yang luar biasa—yang bahkan tak pernah kau bayangkan.

Foto bareng Mas Maridi a.k.a Bang Jarwo
Pas turun dari motor, aku langsung minta foto ke Mas Maridi dan minta video. Nah, ini video Mas Maridi ketika menjadi Bang Jarwo pas di depan hotel Star Semarang.




Untuk perbandingan berikut video Bang jarwo dalam Animasi


Bagaimana, sama kan suaranya?