Available on bookstore

Available on bookstore

08 August 2017

#Travelling Gunung Tinggi (SBB): Surga Yang dititipkan Tuhan

Buat kamu yang suka gunung sekaligus laut, kamu harus mengunjungi tempat ini, Gunung Tinggi Seram Bagian Barat (SBB). Soalnya pemandangannya keren. Dan akses ke sini dari Ambon lumayan mulus. Jujur dari sebulan lalu pengin aku kunjungi, tapi kebentur waktu siaran, makanya ketunda.


Sebenarnya pas kemarin ke Gunung Tinggi itu, kebetulan. Soalnya memang rencananya aku mau ke Kailolo (di Pulau Haruku). Tapi kemudian batal soalnya teman di sana gak ada waktu menemani. Trus sekitar jam sembilan sepupu rekomendasi ke Gunung Tinggi. Dipikir-pikir daripada gak ke mana-mana ya kan? Aku langsung setuju aja.
Kita ke sana pake tiga motor. Barengan. Lintas Seram.

Akses
Untuk mengunjungi Gunung Tinggi dari Ambon kamu bisa ke Pelabuhan Feri Hunimua di Liang. Setelah sampai di pelabuhan berikutnya Waipirit Kairatu, kamu tinggal ngambil jalur kiri, menyusuri desa-desa. Nanti kamu akan tiba di ibukota de facto Seram Bagian Barat, Piru. Nah dari Piru kamu akan terus melewati daerah pegunungan, berupa tanjakan, turunan dan belokan. Sebab memang jalur ke sana, aspalnya membelah gunung. Aspalnya tergolong mulus, hanya saja ketika sampai di desa terakhir, Talaga Piru jalan agak rusak dikit. Eh ke sini juga kamu akan melewati gedung anggota dewan yang baru dibangun di puncak gunung. Spot foto di sini juga bagus, kamu bisa melihat laut lepas di bawah sana.
Nah setelah dari Talaga Piru, kamu akan melewati satu desa kecil sebelum jalur menanjak ke Gunung Tinggi. Sayangnya jalur aspalnya tidak begitu mulus (tapi tidak rusak), makanya buat yang pake motor bagusnya gunakan moge.

Waktu tempuh
Karena kemarin aku bareng teman-teman menggunakan motor, waktu tempuhnya kurang lebih 3 jam setengah. Rinciannya dari Ambon – Liang, 30 Menit. Liang (Pelabuhan Hunimua) – Kairatu (Pelabuhan Waipirit), ± 1 Jam 15 Menit. Kairatu – Gunung Tinggi, ± 1 Jam 15 Menit. Rata-rata kemarin kecepatan motor 70-80 Km/Jam.
Sebagai saran, untuk ke sini bagusnya kamu pake mobil. Biar lebih enjoy dan bisa menikmati pemandangan.

Biaya
Tidak mahal untuk ke sini, aku yang pakai motor uang yang keluar tidak sampai 100 ribu. Cuman isi bensin pas di Ambon fulltank 25 ribu. Bayar harga feri 38 ribu. Kebetulan kita bawa makanan, makanya gak jajan di jalan.
Untuk biaya feri penumpang, 18 ribu. Motor berisi penumpang di boncengan, 55ribu. Untuk mobil aku tidak tahu harganya.

View
Setelah sampai di Waipirit Kairatu, sebenarnya kamu sudah disuguhkan pemandangan indah, mulai dari desa-desa, dan pantai-pantai yang berada di pesisir. Apalagi ketika sudah sampai di pegunungan dekat kota piru, gilaaak, pemandangannya keren. Gunung di sini masih alami, belum ada penebangan. Ada salah satu tempat yang tidak jauh dari gerbang kota piru—dimana kita bisa melihat pegunungan dengan hutan homogen, sekilas mirip pohon pinus tapi gak tahu jenis pohonnya apa. Elok banget. Mirip pegunungan-pegunungan di Swiss.
Sebelum menemukan Gunung Tinggi, kamu juga akan melewati Kantor Dewan yang letaknya di puncak . Di sini ada spot foto bagus, berupa satu bukit yang dipenuhi rumput tanpa pohon.Ig-able tempatnya. Sayang kalau dilewatkan.
Nah untuk view Gunung Tinggi, jangan ditanya lagi. Dari bawah saja kita sudah disuguhkan pemandangan indah, apalagi di puncaknya? Kamu bisa melihat luasnya pulau Seram, laut, dan gunung. Uniknya Gunung Tinggi ini didominasi ilalang. Seolah-olah yang kamu lihat adalah hamparan karpet hijau yang luas. Subhanallah surga banget. Mungkin kamu bisa lihat lengkapnya di video.
video




Tempait ini cocok buat camping, foto prewed, dan menikmati kesunyian. Recommended! Tak berlebihan kalau aku menyebut tempat ini sebagai surga yang dititipkan Tuhan untuk Maluku.

Note: selama perjalanan
-Yang menggunakan motor hati-hati, banyak tikungan, tanjakan, turunan.
-Trus cek kendaraan kamu, apakah siap jalan? Soalnya kemaren rante motor aku lepas. Ngeriii!
-Trus tolong jangan buang sampah apa pun di sekitar Gunung Tinggi. Kemarin aku menemukan sampah plastik, dan botol air mineral di sini. Sayang tempat sesurga ini dikotori. Soalnya aku yakin 2 atau 3 tahun lagi tempat ini akan ramai.
-Bawa bekal yang cukup selama perjalanan, kalau bisa pergi bareng teman-temanmu yang lain.

27 July 2017

Chapter Seventeen Amnesia Sudah Tuntas

Halo, pembaca setia Amnesia: Karachi Untold Stroy.
Akhirnya selesai juga Chapter Seventen Amnesia. Semalam sudah aku posting part terakhir Chapter Seventeen [C]. Part ini merupakan lanjutan part sebelumnya. Aku membaginya karena memang terlalu panjang.

Untuk keseluruhan Chapter Seventeen, aku pribadi menyebutnya sebagai bab pamungkas. Sebab di dalamnya terdapat konflik dan drama dari empat tokoh utama. Awalnya kupikir akan sulit untuk meramu konflik antara Lintang-Adil-Ayesha-Fahad. Namun lewat cara tulis yang dicicil aku bisa menyelesaikannya—meski sebetulnya pada beberapa part ada adegan-adegan yang masih kurasa kurang. Aku bahkan sering kali butuh kamus untuk mencari diksi cantik untuk memaniskan Chapter ini.
 
Buat kamu yang sudah baca—atau berniat akan baca Chapter Seventeen, sediakan tisu. Sebab aku sengaja mendesain Chapter ini penuh haru biru. Nah ini dia link lengkap lengkap tiga part Chaper ini:
1.    Chapter Seventeen [A]
2.    Chapter Seventeen [B]
3.    Chapter Seventeen [C]

Tiga part ini akan membawa seperti menaiki roller coaster. Tak terduga, bikin baper, sedih dan juga luka. Nah di bawah ini, aku kasih salah satu adegan yang aku suka dalam part terakhir Chapter Seventeen.

Happy reading..... Aku tunggu komentarnya.

24 July 2017

Love in Amritsar

Setelah novel saya Spasi terbit tahun 2013, belum ada lagi novel yang aku keluarkan. Jeda beberapa waktu setelah itu aku memang rehat menulis—sejenak. Belakangan aku mulai menulis lagi, mungkin kamu sudah tahu kan cerita apa yang kutulis. Yap, Amnesia: Karachi Untold Story.

Tapi tahukah kamu, beberapa bulan kemarin tepatnya Mei, saya mengeluarkan e-novel kerja sama bareng Chapter Eleven. Novel ini terbit di playstore. Judulnya Love in Amritsar. Sebelum aku kasih tahu cara baca atau download-nya, simak dulu sinopsisnya;


Cinta bisa sedemikian kuat merambat—setidaknya itulah yang dirasakan Abhi ketika bertemu Shreya saat mereka sama-sama terjebak hujan. Sayang, selama pendekatan Abhi selalu kehilangan kepercayaan diri.
Demi mendapatkan Shreya, Abhi memanfaatkan jasa dua sahabatnya, Nikhil dan Atisha. Hasilnya tetap sama ‘Shreya’ hanya sebatas cinta dalam hati. Masalah semakin pelik ketika datang Chameli. Wanita itu menawarkan cinta yang lebih berbeda.
Siapakah yang akan menjadi tambatan hati Adil? Percayalah, cinta tak sedemikian rumit jika kau sedikit saja lebih peka.

Buat kamu yang pengin baca, bisa langsung ke playstore. Caranya:
1. Buka ke katalog film, book, kios.
2. Terus ketik Love in Amritsar di kotak pencarian. Gampang kan?
3. Atau langsung ke link berikut ini.


Love in Amritsar sendiri adalah novel saya yang kedua, yang hadir di playstore setelah Spasi. Di sini juga kamu bisa baca sample gratis beberapa halaman.
Ditunggu download-nya!

08 July 2017

Wattys 2017

Kali ini aku mau posting mengenai Wattys 2017. Ini juga sekaligus membayar janji di posting-an sebelumnya. Fyi, aku sendiri juga sudah mendaftarkan ceritaku Amnesia: Karachi Untold Story di ajang tahunan Wattpad ini.



Nah, Wattys 2017 sendiri adalah penganugrahan kreativitas dan ketrampilan dalam bercerita di seluruh dunia, kepada work-work atau cerita-cerita yang ada di aplikasi Wattpad. Jadi buat kamu yang sudah punya cerita di work harusnya kamu ikut. Tapi..., ada syaratnya!


Berikut syaratnya [aku kasih yang paling umum saja]

  1. Tambahkan tag #wattys2017 pada ceritamu.
  2. Cerita yang didaftarkan harus memiliki minimal 5 chapter yang telah di-publish sejak 1 September 2016. Atau telah ditandai dengan ‘selesai’ dengan semua chapter-nya telah di-publish sejak 1 September 2016 agar memenuhi syarat. Atau cerita yang ditulis di tahun 2017.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa langsung aja ke akun WattysId, dan masuk ke work Wattys 2017, atau kamu ke link berikut ini untuk syarat dan penjelasan lengkap.


Sebenarnya aku pengin ikut tahun lalu, tapi ceritaku tidak memenuhi syarat tanggalnya. Makanya tahun ini aku mengikutsertakan Amnesia: Karachi Untold Story. Tahun ini ada beberapa kategori untuk penghargaan Wattys 2017, di antaranya:


The Originals: penghargaan ini diberikan kepada cerita yang melampaui batas ekspektasi–baik dari segi alur dalam genre yang sudah dibentuk atau cara penceritaan yang benar-benar berbeda dari yang biasanya.


The Riveting Reads: penghargaan ini diperuntukkan bagi cerita yang membuat kita tidak bisa berhenti membacanya—cerita yang membuat pembaca tertarik, dari awal hingga akhir.


The Breakthroughs: penghargaan ini diberikan kepada pencerita yang menyenangkan pembaca dan memicu kegemaran di Wattpad.


The Newcomers: Wattpad menyambut para penulis dari semua tingkatan pengalaman. Penghargaan ini diperuntukkan bagi cerita yang baru diterbitkan di wattpad pada 1 september 2016 atau setelahnya.


The Storysmiths: seni bercerita terbentuk dari keselarasan antara penggabungan diksi, plot, dan pengembanga karakter yang tepat. Penghargaan ini diberikan kepada cerita yang membuat kita terkesan pada dedikasi tinggi mereka terhadap hal-hal tersebut.


The Tap Award: kecanduan cerita obrolan di Tap membuat pembaca terpaku pada ponsel mereka hingga pesan yang ... terakhir. Penghargaan ini diberikan kepada kisah obrolan paling berani dan yang paling baik.


Aku sebenarnya berharap menjadi salah satu pemenang, tapi kayaknya berat. Ya, berandai-andai saja lah. Hahahaha.


Ok, see you at next post....

03 July 2017

Pukul Manyapu Morella 2017

Sesuai judul di atas aku mau post sedikit tentang atraksi budaya Pukul Manyapu yang diselenggarakan desa Morella di Kabupaten Maluku Tengah kemarin. Untuk kamu ketahui, atraksi ini disebut juga Baku Pukul Manyapu atau Pukul Sapu Lidi—kemungkinan sebutan yang terakhir ini sudah di Indonesia-kan. Baku Pukul Manyapu sendiri merupakan atraksi yang dilakukan antara pemuda-pemuda asli Morella dengan dibagi dalam dua kubu yang akan saling memukul menggunakan dua batang lidi. Perayaan ini dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal dalam kalender Islam. Spesialnya di Maluku atraksi kece ini hanya ada di Negeri Mamala dan Morella. Dua desa ini bertetangga. Untuk penjelasan lengkapnya kamu bisa lihat di wikipedia.

Sudah beberapa tahun belakangan memang aku termasuk yang rajin menonton atraksi ini. Dibanding Mamala, aku lebih senang menyaksikan acara yang diselenggarakan Morella.  Soalnya gaungnya lebih besar dan sudah masuk agenda tahunan dinas pariwisata Maluku. Lagipula memang teman siaran aku juga orang asli Morella, makanya kemarin tuh kita nonton sambil kerja juga. Meliput buat bahan siaran. 


Tapi harus diakui tahun ini acaranya kurang ramai. Soalnya bertepatan dengan hari minggu dimana sebagian orang memang memilih untuk berwisata pantai di hari terakhir libur sebelum masuk kerja. Kalau tahun lalu jam tiga sore aja masyarakat udah full dan sesak di lokasi, bahkan tidak mendapat tempat parkir, tapi kemarin jam lima sore pun masih dapat tempat parkir. Terlepas dari itu, acara ini termasuk megah dan sukses.


Fyi, acara ini sebenarnya dibagi menjadi dua hari dalam rangkaian Pesta Budaya Negeri Morella. Pertama hari sabtu (1 Juli 2017) ada Pengambilan obor Kapitan Telukabessy, Pameran Benda Bersejarah, Hadrat, Pentas Seni Komunitas dan Teaterikal Perang Kapahaha. Sementara hari Minggu (2 Juli 2017) ada Panggayong Manggurebe, Karnaval Bidaya, Bambu Gila, Cakalele, Atraksi Pukul Manyapu, dan Panas Pela.


Nah berikut foto-foto yang saya dapatkan dalam acara puncaknya kemarin.


Para pemain atraksi Pukul Manyapu diantar dengan musik tradisional menuju “Rumah Tua” sebelum  aksi di lapangan.


Para Pemain atraksi Pukul Manyapu di “Rumah Tua”


Salah satu pemain Pukul Manyapu.


Lidi yang digunakan untuk atraksi Pukul Manyapu.



Pementasan atraksi Pukul Manyapu di lapangan.


Kalo terakhir ini, adalah foto bareng penari Cakalele di “Rumah Tua”


Dari penyelenggaraan tahun ini, sebenarnya aku ada saran sih buat penyelenggara. Kalau bisa tahun-tahun berikutnya acara puncak Pukul Manyapu diadakan agak tempo dikit—ya jam lima atau beberapa menit setelah Sholat Ashar. Soalnya beberapa tahun belakangan acaranya selesai mau dekat Maghrib. Akhirnya banyak pengunjung (wisatawan/turis mancanegara) yang pengin foto momen selesai atraksi—pemain yang penuh darah itu, waktunya tidak ada karena keburu malam. Padahal acara ini salah satu tujuannya untuk menarik wisatawan kan? Karena menurut aku, semakin banyak pengunjung yang mendapatkan foto momen darah-darah tadi, semakin banyak juga kesempatan atraksi Pukul Manyapu ini terpublikasi. Di zaman millennial ini, sosial media adalah jalan satu-satunya publikasi paling mudah. Bayangkan kalau 100 orang dengan 100 follower mem-posting acara ini, maka secara tidak langsung acara atraksi sudah bisa menjangkau kira-kira 10.000 orang di luar sana. Ya kan?


Trus, kalau bisa di pintu masuk atau dekat masjid Morella dipasang jadwal acara secara runut—mungkin dibikin kayak baliho biar pengunjung bisa tahu, jam 2 acara apa, jam 3 acara apa, jam 5 acaranya apa. Kalau kemarin kan kita cuman nebak-nebak. Percayalah, sebuah festival akan makin masyhur kalau pengunjung puas. Sebab dengan kepuasan tersebut, semakin banyak cerita-cerita yang akan disampaikan ke orang lain. Saya punya pengalaman mengunjungi festival di Jakarta. Di sana, di pintu masuk dipasang jadwal acara, hal ini memudahkan pengunjung untuk menentukan acara mana yang ingin disaksikan. 


Oke segitu aja cerita aku. Jadi buat kamu yang ingin menonton atraksi Pukul Manyapu, silakan datang tahun depan. Rugi kalau tidak menyaksikan, sebab acara ini gratis (tak ada tiket masuk), full festival, ada dapur umum (makan gratis), masyarakat Morella ramah dan welcome. Dan yang paling penting,bisa silaturahmi dengan banyak orang.


See you at next post....