Available on bookstore

Available on bookstore

15 October 2008

Story N The Gang

Ulasan Mengenai Cerpen


Cerita Pendek, yang disingkat cerpen merupakan cerita yang ngelukisin peristiwa dan nggak perlu ngakibatin perubahan nasib. Biasanya sumber cerpen diangkat dari peristiwa yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Jadi nggak salah, bentuk cepen sangat singkat dapat dibaca dalam beberapa puluh menit saja. Karya sastra yang tergolong dalam cerita pendek di Indonesia cukup menggembirakan.


Cerpen merupakan rangkaian peristiwa dalam bentuk tulisan. Cerpen lahir dari situasi perasaan atau pikiran, baik berupa tragedi, kegagalan, emosi, dendam, kebahagiaan, cinta, kasih sayang dan patah hati, atau berbagai sifat emosional lainnya, yang ditumpahkan dalam kalimat-kalimat yang ngebentuk paragraf, alenia. Juga disusun semenarik banget dengan alur yang baik.


Ciri khas cerpen pada umumnya, adalah

  • Panjang tulisan nggak lebih dari 10 ribu kata atau kurang dari 10 halaman

  • Dalam cerpen hanya ada satu insiden yang nguasain jalan cerita

  • Terdapat konflik, tetapi nggak sampai nimbulin perubahan nasib pelaku utamanya

  • Perwatakan dan penokohan yang dilukisin secara singkat.

  • Memiliki jumlah kata berkisar 2.000-20.000 kata


Yang harus perlu diperhatikan dalam penulisan cerpen:

Tema

Tema sebaiknya pilih yang ringan saja. Terlalu berat boleh, tapi cara penyampaian yang ngepop bisa ngebuat cerpen lebih enak.


Alur cerita

Alur cerita nggak usah panjang cukup pendek saja tapi punya nilai bobot kualitas


Karakter

Nggak baik jika memakai karakter yang terlalu banyak


Kejutan

Usahakan memberi kejutan diakhir cerita.


Konklusi

Pastikan konklusi akhir cerita memuaskan.


Info Penerbit

Penerbit Escaeva

Penerbit Escaeva sedang mencari naskah-naskah fiksi n nonfiksi dalam bentuk novel. drama, thriller, action, chiclit, teenlit, metropop, misteri, fantasi, buku anak, inspirasi, sampai buku masak, just name it. Lalu naskah mana yang diterima atau persyaratan dari Escaeva apa saja yang diajukan? Baca selanjutnya:

Bagaimanakah proses sampai naskah saya bisa diterbitkan? Ada beberapa tahap yang akan dilalui sampai suatu naskah bisa diterbitkan, yaitu :

  1. Penulis mengirimkan naskah ke Penerbit Escaeva, melalui email escagroup(at)yahoo.com.

  2. Tim Editor akan mereview naskah yang dikirimkan.

  3. Penerbit Escaeva akan menghubungi penulis kembali untuk memberitahu apakah naskah tersebut disetujui untuk diterbitkan atau tidak.

  4. Jika disetujui, Penerbit Escaeva akan mengedit, mereview, melayout keseluruhan naskah tersebut sampai siap menjadi buku.

  5. Apabila diperlukan, Penulis wajib memperbaiki apabila naskah tersebut belum sempurna

  6. Penerbit Escaeva akan mengirimkan Surat Kontrak Penerbitan Buku yang harus ditanda tangani oleh penulis.

  7. Setelah Surat Kontrak Penerbitan Buku tersebut ditandatangani maka buku tersebut baru bisa diterbitkan.

Ketentuan naskah yang dikirimkan!

  1. Ditulis menggunakan bahasa Indonesia.

  2. Naskah harus original, bukan jiplakan, terjemahan atau saduran.

  3. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak atau elektronik.

  4. Naskah tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara.

  5. Ditulis dalam format digital (File Microsoft Word atau sejenisnya).

  6. Diketik dalam page A4, Font Times New Roman 12, Spasi 1,5. Jumlah halaman minimal 150 halaman.

  7. Pastikan Anda mengirim sinopsis dan daftar isi selain halaman isi.

  8. Disertai dengan biodata penulis, alamat dan no kontak yang bisa dihubungi.


Kontak Penerbit Escaeva


Alamat:

Taman Pajajaran A7/24

Bogor

Jawa Barat

Indonesia

16144

Telepon: 0818-890848


Keterangan: Anda dapat mengirimkan naskah dalam bentuk hardcopy ke alamat kami. Namun ingat bahwa setiap naskah hardo copy atau print out yang masuk ke redaksi Penerbit Escaeva dan tidak disetujui untuk diterbitkan TIDAK AKAN DIKEMBALIKAN kepada penulis. Harap maklum.

Kunjungi langsung website: www.escaeva.com

Dikutip/sumber: dari situs ESCAEVA


Karya Sutan Takdir Alisjahbana

  • Tak Putus Dirundung Malang, Novel [1929]

  • Dian yang tak Kujung Padam, Novel [1932]

  • Tebaran Mega, Kumpulan puisi [1935]

  • Layar Terkembang, Novel [1937]

  • Anak Perawan Disarang Penyamun, Novel [1940]

  • Puisi Lama, Bunga Rampai [1946]

  • Puisi Baru, Bunga Rampai [1946]

  • Grota Azzura, Novel 3 jilid [1970 dan 1971]

  • Lagu Pemacu Ombak, Kumpulan Puisi [1978]

  • Amir Hamza sebagai Penyair dan Uraian

  • Sajak Nyanyi Sunyi, Telaah sastra [1978]

  • Kalah dan Menang, Novel [1978]


Istilah

Sintaksis

Adalah bagian tata bahasa yang mempelajari dasar-dasar dan proses-proses pembentukan kalimat.


Ketrampilan Berbahasa

Berbicara

Berbicara merupakan kegiatan atau ketrampilan berbahasa secara nyata. Kegiatan ini dapat berlangsung dalam bentuk:

  • Bercakap

  • Tanya jawab

  • Berdialog

  • Berpidato

  • Berdiskusi


Faktor-faktor yang harus dikuasi oleh si pembicara, agar berkemampuan berbahasa lisan, antara lain:

  • Penguasaan masalah

  • Penguasaan lafal, intonasi

  • Pengenalan situasi

  • Keberaian berbicara

  • Penguasaan bahasa/kekayaan kata-kata dan gaya penyampaian

  • Latihan dan kebiasaan



Tujuan berbicara tentulah didorong oleh keinginan menyampaikan ide atau gagasan kepada siapa yang diajak berbicara. Contohnya diskusi, dalam diskusi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, mengingat diskusi itu merupakan suatu forum musyawarah untuk memufakati sesuatu masalah yang dihadapi bersama-sama. Misalnya saja mengutarakan pendapat dengan baik atau semacamnya. Juga berlaku untuk kegiatan lain yang berhubungan dengan berbicara.


Tips

Ngadepin orang yang bicara bikin kita kesal, atau ngeselin?

Bete gak sih! kalo di depan teman kamu lalu dianya udah cerita yang langsung ngebetein kamu, misalnya nyela atawa nyindir yang nggak tau aturan apalagi sambil nyengir kambing. Atawa juga teman kamu yang suka bercanda slengean. Uh! kalo aku, udah pasti bete-bete ah, basi-basi lo [mirip lagunya Dewiq feat Ipank ya.. he… he…] kalo kamu ngerasa ngenalin teman kamu yang seperti ini, cobalah ngelakuin tips ini [pilih salah satunya] :

  • Kamu nyari kesibukan sendiri, nggak usah peduliin dia, biar dia mau bicara ampe matahari terbit dari sebelah selatan nggak usah peduli. Bila perlu lo tidur sekalian, biar dia sadar ucapannya MEMBOSANKAN.

  • Kamu angkat kaki aja tanpa babibu pada dia. Biarin dia bicara sendiri kayak orang gila. Dan sekalian kamu pandangin dia dengan wajah aneh atau JIJIK kayak gak pernah kenal dia sebelumnya. Biar orang laen tau dia itu sok kenal sok dekat (SKSD) sama kamu.

  • Lagi nih! Kamu natap dia lama… tanpa berkedip, biar dia bingung ampe salah tingkah sendiri, lalu bilang aja padanya “ASLI! MULUT LO BAU KAYAK HATI LO”

  • Nggak mempan juga! Bilang aja gini, “TERNYATA SETAN SEKARANG UDAH BISA BICARA BAHASA MANUSIA DAN MUNCUL DI SEBELAH GUE”

  • Atau kalo kadar kesal kamu udah naik beberapa derajat, nyanyi aja di depan dia, make lagunya Dewiq sambil bikin ekspersi ngeledek “ BETE BETE AH, BASSI BASSI LO!”

  • Makin ngeselin kan kalo dia belum berhenti. Cara paling ampuh dari segala cara adalah: keluarin BOGEM MENTAH tangan kamu. Lalu lepaskan tepat digiginya biar ompong sekalian.


Cukup berhasil kan?


08 October 2008

Info This Week

[8th – 14th October 2008]


  • First, thanks to visit this Blog. N aku ngucapin Met Ied 1429 Hijriyah buat kamu-kamu yang lagi ngerayain. Semoga kita kembali pada kesucian, Amin…. Juga yang lagi pada nikmatin hari libur, I just wanna say jadiin liburan kamu menjadi libur ternyaman. Inilah tempat kamu bisa mengetahui info seputar dunia penulisan. Dikemas untuk memotivasi remaja sekaligus nukar ilmu. [untuk informasi yang bersifat edukatif, sengaja ditulis dengan bahasa baku]

  • Buat lo pecinta music? Aku yakin kamu udah pada dengar lagu terbarunya Project Pop – Bukan Superstar. Sekedar info: lagu ini menjadi salah satu lagu baru yang terbanyak di-request di MTV Indonesia, bukan hanya itu hampir seluruh chart Indonesia mengangkut this song dalam tangga lagu teratas [nulik minggu ini saja, lagunya masih nagkring dalam posisi sepuluh besar]. Lagi! Lagu ini dapat bersaing dengan kemunculan lagu-lagu Religi di Ramadhan kali ini seperti PadaMu Kubersujud-nya Afghan. Nyaris juga ngalahin pamor lagu barunya Agnes Monica – Godai Aku Lagi. Walau video klipnya nggak sekeren punya Agnes tapi Porodi Bintang Besar yang dilakoni Tika Panggabean cs ditemakan dalam video ini menjadi nilai tersendiri, sekaligus mampu memberikan benang merah eksis antara lirik dan video klip yang super lucu tentunya. Ditambah lagi musiknya yang enak dan renyah ngebuat pendengar jadi bisa ikut bergoyang bahkan akan tertawa karna kagum. Inilah perpaduan musik dan kekocakan. Hebatnya lagu ini tercipta kurang dari lima jam. Wow keren! Jika dibandingin, beberapa waktu lalu kita udah ngeliat video yang mengusung parodi bintang-bintang besar yang ditawar band Cokelat - Salah, tapi bisa ditebak kan! Nggak ngalahin juga keunikan Project Pop. Asli! Project Pop kocak abiees.

  • Pernah dengar penulis Melody Muchransyah? Kalo kamu deket banget dengan majalah remaja as like Aneka Yess! kamu udah pasti tau. Bisa ditebak! Dia salah satu penulis bertema remaja. Kalo kamu ingin ngedapetin lebih dari penulis ini, silahkan cari bukunya di Gagas Media. So pasti ada.

  • Kalo udah ngebaca cerpen minggu lalu “Anyerku Bukan Kutaku” sekarang lagi nagkring cerpen “Enough!!!” silahkan buka arsip minggu ini.

  • Menu This Week:

    • Jurnalistik: Pembahasan Feature

    • Info Sastra: Aliran Sastra

    • Ketrampilan Berbahasa: Mendengarkan dan Membaca

    • Cerpen: Enough!!!

    • Story and The Gang: Ulasan Mengenai Teenlit

    • Istilah Roman Bertendens

    • Music: BED – J holiday, Kerispatih, Project Pop, Potret

  • Top Update Next Week:

    • Info Sastra: Karya Lengkap Sutan Takdir Alisjahbana

    • Ketrampilan Berbahasa: Berbicara

    • Cerpen Next

    • Story and The Gang: Ulasan Mengenai cerpen

    • Istilah Sintaksis

    • Info penerbit: Escaeva

    • Tips


Silahkan kunjungi blog ini lagi, sangat Edukatif. Finding your world. You’ll be exciting.

Cerpen

Enough!!!

By: Ello Aristhosiyoga




[21st September]

Hari ini deadline lagi. Pagi-pagi aku sibuk luar biasa, lebih dari kerja tukang pos mensortir amplop kiriman. Tekadku bulat, Nggak mau aku terlambat di hari pertama kerja. Setelah aku gagal memboyong uang beasiswa, karena harus mengakui kehebatan mahasiswa lain dari semua fakultas. Cara satu-satunya harus kerja. Dan restoran di jalan Wijaya II pilihan terakhirku, kebetulan juga dekat dengan kos-kosan aku.

Sepeda yang kuenjot sudah parkir di halaman resto. Sudah kutinggalkan satu menit lalu. Jalanku masuk dengan siap. Di ujung tampak pak Rado si empunya restoran, sedang bergelut dengan karyawan lama. Aku maju merapat diri, mendengar briefing pagi ini. Senyum pak Rado kontras dengan lebatnya kumis yang mempermak wajahnya. Menyamping sesenti darinya kulihat satu cewek lucu. Sepertinya…

Nggak salah lagi! Dia, cewek yang kuajak kenalan kemarin. Mahasiswa baru di kampusku.

Dita! Namanya Dita.

“Semua kenalin ini pegawai baru, Rafi. Sambilan di sini selama dua bulan” pak Rado mengenalkanku.

Beberapa kecutan senyum menyapaku, tapi nggak seindah kepunyaan Dita. Lucu, imut dan seksi tentunya. Sekalian tambahkan tiga jam lagi aku melihatnya dan bisa pingsan otakku lelah memujinya.

Kulancarkan misi buaya. Kusapa dirinya dengan gerakan tangan. Trik mengalihkan pandangannya untuk tertuju padaku. Sial, dia nggak tertarik. Lanjut lagi untuk kedua kali. Nggak gentar pikiran aku untuk menarik simpatinya, kebetulan juga sudah tiga minggu pangkat jomblo nagkring di hidup aku. Sekalian saja dia aku masukin dalam daftar seleksi pacarku berikutnya.

Aduh! Dita kekeuh nggak menoleh. Malah wanita gendut di sebelahnya bersapa ria denganku. Aku bisa diketawain kalau disangka main trik buaya dengan wanita itu. Udah gendut, rambutnya ikal nggak karauan lagi. Untung Tuhan, aku nggak pernah kepikiran punya cewek kayak dia, bisa turun reputasi aku.

Aku semakin terbuai, mengangankan wajah Dita. Lebih lama dan dalam. Hingga mataku menangkap ruang kosong, nggak kulihat lagi satu pun batang hidung disekitar aku. Asli! briefing kerja udah habis dari tadi dan aku nggak tahu. Benar-benar tolol.

‘Kerja dong!”

Oh, no suara Dita meluncur dari belakangku. Nggak salah lagi. Aku masih ingat jenis suaranya. Dia pasti mengajakku untuk kerja bareng. Yess! cinta itu emang nggak kemana.

Kubalikan wajah dengan semangat empat lima. Lagi! satu tiang melahap wajahku. Kelapaku sakit tertimpuk beton sialan. Wajah Dita nggak kulihat jelas, hanya ada bayangan ganda. Kalau bisa juga, didorong tubuhku biar lengkap kesialanku hari ini. Tiga menit kutahan kepalaku agar normal lagi, malah satu alien kulihat dan wajah itu milik si gendut tadi. Tahu begini, biar sekalian saja aku pingsan tadi.


***


Nggak konsen sama sekali, hebat! Si Dita menyihir aku. Semua yang kukerjakan, selalu ada Dita. Kayak lagunya Maia, aku mau kerja aku ingat Dita... Eits wait! Habis sudah kesabaranku, terus saja si pengganggu gendut aneh selalu mengekori kerja Dita melayani tamu lain, merusak pemandangan saja. Sebisa mungkin aku mensiasati pola buaya aku, sebelum salah paham terjadi. Nggak rela jika sapaan aku disalahartikan Dita. Apalagi kalau ia menyangka aku menyapa si gendut bukan dia. Bisa sia-sia yang aku lakuin.

Bodohnya, si gendut tambah asik senyam-senyum padaku.

Lanjutku berjalan mengangkut beberapa pesanan tamu yang baru datang. Saat bergerak ke samping meja tamu, Dita melangkah maju. Wow sempurna. Dia seperti Bella, di film love. Cantik abiess! Dan pastinya akulah Irwansyah-nya. Benar-benar surga.

Nggak sadar, bogem mentah melayang padaku. Sakit sekali. Kesal! Ternyata saking terpesonanya melihat Dita, aku meraba-raba tamu pria yang menyampingku. Cacian kuterima dari eksekutif muda itu. Malu!

Mampusnya lagi, tawa Dita keluar. Meledek ketololan aku tentunya. Apes… benar-benar apes.


***

[26th September]

Lagi dan lagi cercaan basi aku terima. Pak Rizal, dosenku mengancam kuping ini dengan sejuta bawelan pedas. Ya ya ya aku diomelin lagi... Si mulut bawel itu menyuruh aku mengulang mata kuliahnya tahun depan. Kesalahan yang sama! Aku nggak bikin tugas. Nasib… ayam potong abis! Ya, terima saja nasib mengulang bersama junior-junior aku tahun depan.

Kupacu langkah keluar ruangan kuliah untuk menjejal kantin, daripada mengingat ocehan lapuk pak Rizal. Setengah jalan terlahap kakiku, Dita kembali hadir. Juniorku ini selalu membuat, aku betah berlama-lama mematung.

“Hai” sapaku garing, “Mau pulang?”

Anggukan kecil aku terima darinya. Yess, sahutku dalam hati. Bisa kuambil kesempatan ini.

“Udah siap?”

Terdengar suara dari belakang. Lelaki lebih tinggi dariku menyalip kami.

“Aku udah Siap. Kita pulang sekarang aja” jawab Dita.

Kesal abiess. Lelaki lain merebutnya dariku.

Keduanya melongos pergi, juga nggak ada basa-basi dari mulut Dita. Minimal memberi salam perpisahan kek. Emang aku patung?


***

[27th September]

Roda sepeda aku telah melewati dari jalan besar, tinggal semenit lagi aku sampai di restoran.

Nggak tahu kenapa tubuh aku tumbang. Oh no, aku merabah di aspal. Harus kuterima, kini rantai sepedaku putus. Ingin kutendang jauh-jauh sepeda ke jalan. Biar menimpuk bus-bus lain. Agar adil, hari ini semua orang mendapat sial seperti aku.

Gontai aku bangkit dan meraih sepeda.

“Bisa aku bantu?”

Aku memutar wajah seratus delapan puluh derajat. Mendelik sumber suara barusan. Di sampingku, senyum ramah Dita menyapa aku. Dita menegak rapi, kulihat lembut tanggannya menyapu poni antik di dahi.

“Aku gak apa-apa. Cuma rantai sepeda aku putus”

“O” singkatnya seolah mengerti.

“Jalan bareng? Resto udah deket tuh” ajakku padanya.

“Boleh”

Kami meluruskan langkah menuju Restoran. Kebetulan juga aku dan Dita dapat sift yang sama, Sabtu dan Minggu. Tunggu! Ada damai yang aku rasakan plus degupan dalam jantung aku bergerak aneh.

“Kemarin siapa?” tanyaku kemudian. Kuinvestigasi saja lelaki kemarin. Setidaknya mengurangi rasa penasaran aku.

“Temen aku”

Aku berdehem sambil berangguk. Kututupi kesenanganku dalam hati. Dia Cuma teman. Ya… ya… Cuma teman saja dan aku sudah memegang peluang emas.

“Emang kenapa? Mau jadi temen aku juga?”

Bukan sekedar teman Dita, aku mau lebih, anganku dalam hati. Kupandangi lagi wajahnya hingga membengkok kepalaku. Terus begitu beberapa langkah.

Dua menit lagi! Kudengar tawa Dita. Enak banget. Aku bisa merasakan dia bahagia jalan denganku. Apalagi senyumnya membuat aku tenang. Serenyah crispy yang kumakan sebagai sararapan tadi pagi.

Tawanya belum berhenti, “Kenapa kepala kamu. Nyeri?”

Aku tersadar dia menikmati gelagatku. Aku buru-buru menghamburkan angan gilaku. Nggak mau kelihatan bodoh lagi di depannya.

“Kepala kamu sakit?

Aduh dia masih bertanya lagi. Harus kujawab apa?

Jawaban kurang cerdas terhembus dari bibirku, menjawab pertanyaan sulit darinya, “Nggak”


***


Jam enam sore lewat. Dengusanku keluar, menyambut kerjaan yang sudah selesai. Rantai sepedaku pun beres kukerjakan. Bisa kuenjot lagi membelah aspal jalan Wijaya.

Pintu resto, bersigap Dita. Ia nampaknya sudah bersiap pulang. Tas besar tergandeng lucu di lenggannya.

“Tinggal dimana” tanyaku basa-basi.

“Deket ko, di depan kos-kosan Anugrah”

“Kebetulan, sama aku tinggal di kos-kosan Anugrah. Mau bareng nggak?”

“Yup, boleh juga”

Aku memajukan sepedaku. Bersiap menggandeng Dita dengan sepeda.

“Dita…”

Lelaki itu! Lelaki yang barusan memanggil Dita. Teman Dita yang kutemui di kampus, terawang benakku. Dia melongos dari mobil yang parkir tujuh menit lalu, mendekati kami.

Sorry nggak bilang dulu. Aku mau jemut kamu”

“Nggak apa-apa”

“Udah selesai kerjanya”

“Udah ko”

Aku diam saja menyaksikan percakapan basi abis.

“Kenalin ini teman aku Rafi, yang kemarin ketemu di kampus”

“Rafi” tanganku menjabat tangan teman Dita.

“Fandi, pacar Dita”

Seketika juga terkulai tubuh ini nggak berdaya. Suara Fandi mengiang-ngiang. Pacar? Kesialan tingkat tinggi menyerangku. Cukup! Langsung saja aku melarikan diri dengan sepeda. Menjauh abis dari keduanya, karna kesalku sudah naik melewati ubun-ubun.

Dari Sahabat

Kontroversi Defenisi Pornografi dalam RUU APP


“Banyak hal yang semestinya perlu dibenahi terlebih dahulu dalam merumuskan defenisi pornografi dalam RUU APP, sebab hal ini yang kemudian akan menjadi embrio kontradiktif”




Oleh Rifky Husain


Akhir-akhir ini perdebatan hebat mewarnai Kontroversial RUU APP (Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi). Pro-kontra RUU APP menjadi isu hangat di kalangan masyarakat. Banyak pakar yang menilai ini adalah sebuah perdebatan public yang sungguh luar biasa bias controlnya. Dikarenakan UU APP (Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang turut mempengaruhi tatanan, politik, pendidikan dan budaya masyarakat Indonesia yang didominasi berbagai Mozaik Kultur yang secara keseragaman membentuk Pluralitas dalam NKRI.

Efektivitas UU APP terhadap dunia hiburan (unsur seni) layak menjadi persoalan inti. Banyak kasus di dunia hiburan yang mendominasi tentang pornoaksi dan pornografi di negeri ini.Tetapi yang cukup sinergi adalah kasus H. Rhoma Irama versus Penyanyi dangdut Inul Daratista. Rhoma Irama menuding Inul alias “Si Ratu Ngebor” telah dengan sengaja melakukan pornoaksi didepan publik dengan mengatasnamakan unsur seni. Kasus pelarangan terbit Majalah Playboy versi Indonesia oleh berbagai ormas Islam. Dan masih banyak Kasus yang membangkitkan kembali nuansa anti pornografi dan pornoaksi di Indonesia yang sempat mati suri.

Dalam keadaan yang sedemikian rumit relevansi dari berbagai kasus tentang pornoaksi dan pornografi, secara tidak langsung juga menyulut kembali api kontroversi tentang defenisi pornoaksi dan pornografi. Defenisi atau pengertian umum secara harfiah telah membatasi suatu objek dalam penentuan karakteristik serta nilainya. Dalam hal ini defenisi pornoaksi dan pornografi menjadi signifikan dan mempunyai nilai Human Interest terhadap masyarakat. Pro-kontra yang mengitari RUU Antipornografi dan Pornoaksi berawal dari belum adanya definisi "pornografi" yang dapat diterima secara bersama oleh semua kalangan. Sebenarnya terdapat berbagai macam defenisi tentang pornografi tetapi yang cukup deskriptif dan komprehensif adalah defenisi ini: Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pornografi diartikan sebagai: (1) penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi, serta (2) bahan bacaan yang dengan sengaja semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks. Pornografi dalam rancangan pertama didefinisikan sebagai "substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika". Karena definisi ini menimbulkan bias makna, maka disetujui untuk menggunakan definisi pornografi yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu porne (pelacur) dan graphos (gambar atau tulisan) sehingga secara harfiah berarti "tulisan atau gambar tentang pelacur". Sedangkan dalam Draf  RUU APP Pasal 4 ”Yang dimaksud dengan bagian tubuh tertentu yang sensual antara lain adalah alat kelamin, paha, pinggul, pantat, pusar, dan payudara perempuan, baik terlihat sebagian maupun seluruhnya”.  Dari defenisi ini muncul berbagai macam persepsi publik yang baik secara langsung maupun tidak langsung mem-Pro-Kontra-kan defenisi ini yang sesungguhnya, nihil hasilnya. Ada yang mendukung atau bahkan menolak dengan mengatasnamakan nilai luhur kewanitaan yang telah direnggut oleh kaum kapitalis. Dalam perspektif kapitalis tubuh adalah semiotika komiditi yang tentunya saja mempunyai nilai jual yang tinggi. Ada pula yang mendukung dengan mengatasnamakan unsur paling sensitive seperti agama dan kultur. Yang mengisyaratkan ganjaran agama terhadap sebuah perbuatan amoral atau asusila. Kesemuanya itu beranjak dari ketidak fahaman kita mengenai defenisi pornografi. Siapapun pasti ingin hidup dalam sosio-kultural dan politis lokal yang memiliki perangkat kontrol moral. Ini yang seharusnya menjadi tuntutan bukan tontonan. 

UU APP haruslah di pandang sebagai suatu kearifan bersama dalam penentuan corak Local Culture Indonesia yang beragam. Kita tidak perlu terjebak menolak atau bahkan mendukung. Menolak maupun mendukung tanpa backing referensi yang jelas merupakan sebuah tindakan yang kurang rasional. Mendukung ataupun menolak dengan mengatasnamakan suatu golongan maupun kelompok pun dirasa bukan menunjukan tindakan yang berbudi. lebih Urgen ketika kita membenahi dalam RUU APP, seperti: (1) Menyangkut draft-draft tertentu yang menimbulkan bias makna. (2) Penambahan pasal tentang industri, penyebaran media/film terkait. (3) Sinkronisasi dengan UU lain, seperti UU Pers, penyiaran, KUHP, dll. (4) Kejelasan delik, konsekwensi dan perangkatnya. (5) Pembatasan nilai seni yang terindikasi Porno atau cabul. Dll.

Lewat berbagai point-point ini setidaknya kita faham mengenai ancaman yang akan mendera kita nantinya. Terutama pada anak-anak. UU APP mungkin akan menjadikan mereka manusia yang beradab dalam era globalisasi ini. Dan membangun masa depan dengan keilmuannya bukan dengan auratnya.

Story n The Gang

Ulusan Mengenai Teenlit

Akhir-akhir, ini remaja terserang penyakit demam Teenlit. Nggak di sekolah, di rumah, di mal, terus saja buku kecil ini dibawa. Dipegang layaknya pacar, dibaca layaknya sms cinta. Nggak menutup mata, penjualan Teenlit banyak menggembirakan pangsapasar. Puluhan Teenlit terpasang apik disetiap rak-rak buku, tengok saja di toko buku Gramedia! huii banyak amat! Mungkin karena Teenlit begitu renyah n plus nggak seberat jenis sastra dulu, yang dibaca perlu nguras otak untuk memahaminya. Penjelasannya kita mulai saja!

Teenlit adalah genre baru novel. Contohnya Dealova [udah difilmkan], Fairish [udah dijadiin serial tv], Me Vs High Heels [udah dibuat film] dll. Atau paling nggak banyak udah ditampilin oleh banyak penerbit. Antara lain yang paling kosisten adalah Gramedia atau Gagas Media.

Teenlit atau bahasa aslinya, teenage Literature mencitrakan seluk-beluk, unek-unek dan seantero kehidupan remaja. Pencitraan ceritanya kebanyakan adalah gambaran kehidupan, keseharian remaja kota besar seperti problematika cinta, persahabatan, kehidupan sekolah, kesenangan yang remaja banget dan terkadang menjual impian, bahkan impian ini menjadi daya tarik tersendiri dari subgenre novel ini. Alurnya ringan dan sederhana dengan gaya bahasa gaul yang jauh dari pemakaian bahasa baku seperti yang diusung pada novel-novel karya Marah Rusli – Siti Nrubaya-novel-1922 [info mengenai Marah Rusli dapat dilihat di arsip lain, atau buka saja semua yang berhubungan dengan sastra! Lengkap] atau penulis karya sastra “berat” lainnya. Settingnya pun sangat remaja banget, sekitar mal, sekolah, cafe atau tempat-tempat lain yang enak menurut remaja.

Karena itulah nggak aneh kalo ada ungkapan, “teenlit, remaja banget !“, So tunggu apalagi, lo meragukan kualitas teenlit? Nggak lagi, karena memang banyak banget teenlit udah menjadi bestseller. Kalo lo lagi ke toko buku, coba aja liat berapa banyak judul buku yang bergenre teenlit ini. Cara ngenalinnya gampang, lihat saja cover depan teenlit didesain full color, kebanyakan dengan warna-warna pastel super meriah dengan gaya-gaya vector art dan judul yang remaja. Masalah judulnya sering kali lazim disingkat-singkat, atau paling sering muncul dengan menggunakan bahasa Inggris, atawa Inggris di Indonesia kan.

Fenomena teenlit ini nggak hanya ada di Indonesia! Di seantero dunia juga mewabah virus-love teenlit. Novel-novel dengan genre baru ini juga udah booming di tengah masyarakat. Bermula dari genre novel baru yang disebut sebagai chicklit [info mengenai chicklit ada di dalam arsip] yang dipelopori oleh Bridget Jones Diary karya Helen Fielding. Buku ini meledak di pasaran. Juga buku ini udah menghasilkan lebih dari US $71 juta !! (Sumber : ABCNews). Angka yang cukup fantastis untuk sebuah buku. Novel ini juga sempat diadaptasi ke versi layar lebar dengan judul yang sama dan dibintangi oleh aktris Renee Zelweger. Film ini sempat masuk ke dalam jajaran film box office, wow keren abis! Dan sempat nangkring ke dalam nominasi golden globe. Sejak itu, Chicklit dan keluarga besarnya seperti teenlit mulai mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ratusan judul buku teenlit sudah beredar di pasaran, termasuk juga karya-karya terjemahan dari penulis luar negeri. Salah satunya Teenlit Alice: Alice Sang Pemberani - Alice the Brave oleh: Phyllis Reynolds Naylor. Ok!


Sekedar info! Sinopsis Alice Sang Pemberani: Musim panas terakhir sebelum masuk kelas delapan! Asyik dong, kalau menghabiskannya sambil berenang. Apalagi Mark, pacar Pamela, salah satu sahabat Alice, punya kolam renang di halamannya. Masalahnya, Alice takut banget berenang di kolam yang dalam!

Begitu banyak pengalaman seru yang dialami Alice pada musim panas ini. Dimulai dari sElizabeth yang nekat membacakan kisah 1001 Malam---”Edisi Tidak Disensor!; menerima surat misterius dari St. Jude; histeris saat akan diceburkan ke kolam renang; pergi kemping dengan dua sahabatnya, Dad, dan juga Miss Summers; nyaris ditangkap polisi karena masuk rumah orang lain tanpa izin... Waaah, benar-benar heboh deh!

Berhasilkah Alice mengatasi ketakutannya terhadap air yang dalam? Siapa yang bisa membantunya mengatasi masalahnya ini? Dan berhasilkah Alice menumbuhkan keberanian untuk tidak ikut campur dalam masalah antara ayahnya dan Miss Summers?


Silahkan buka menu semacam ini dalam arsip, atau mau cerpen gratis silahkan buka arsip cerpen. Update tiap minggu! [untuk informasi yang bersifat edukatif, sengaja ditulis dengan bahasa baku]

Music

  • Yang ngefans lagu luar. Tahu banget kan dengan BED. Sharing info, bagi penyuka dance atau semacamnya, atau ya lebih kurang suka music hip-hop atau yang ngebuat kita geleng-geleng kepala. Perlu dengerin lagu dari mereka yang berjudul J Holiday. Asik banget.


Lyrics: J Holiday - Bed

Lyrics taken from the: Original Version


Intro

J. Holiday

Oo-ooh, oo-ooooh

(Ay-ay-ay, Aay, Ay-ay-ay, Aay, Ay-ay-ay, Ay)

Into the bed, bed, bed

Into the bed, bed, bed


Verse One

Girl, change into that Victoria Secret thing that I like

Alright

Okay

Tonight you're having me your way

Perfume

Spray it there

Put our love in the air

Now put me right next to you

Finna raise temp' in the room

First rub my back like you do

Right there (uh huh) right there (uh)

You touch me like you care

Now stop

And let me repay you for the week that you've been through

Workin' that nine to five and stayin' cute like you do

Oh, oh, oh


Pre-Chorus

I love it (I love it)

You love it (You love it)

Everytime (Everytime)

We touchin' (We touchin')

I want it (I want it)

You want it (You want it)

I'll see you (See you)

In the mornin' (In the mornin')


Chorus

Wanna put my fingers through your hair

Wrap me up in yor legs

And love you till your eyes roll back

I'm tryna put you to bed, bed, bed

I'ma put you to bed, bed, bed

Then I'ma rock ya body

Turn you over

Love is war, I'm your soldier

Touchin' you like it's our first time

I'ma put you to bed, bed, bed

I'ma put you to bed, bed, bed


Verse Two

I'm starin' at you while you sleep

Irreplaceable beauty

Put my face up in your neck and breathe (Ooh, breathe)

Take you into my senses

Wake up it's time to finish

Round two, round two

Matter of fact, it's closer to three

She like, "How long I been sleep?"

Shawty kisses turn into the sweetest dreams

Like give it to me

And I can feel her tell me

"My angel, this is wonderful

Thanks for lettin me bless ya"

Come down, fly right

Drift back into heaven

Oh, oh, oh, oh


Pre-Chorus


Chorus


Bridge

Watch the sunlight peak over the horizon

Ooh-ooh, ooh-ooh, ooh-ooh, ooh-ooh

The sun ain't the only thing that's shinin'

Ooh-ooh, ooh-ooh, ooh-ooh, ooh-ooh

Now I'ma send you out into the world with my love

Tell everybody, Ay

Everybody

Aay, Ay-ay-ay, Aay, Ay-ay-ay, Aay, Ay-ay-ay, Ay



  • Setelah sukses dengan single Bila Rasaku ini Rasamu, kembali Kerispatih ngeluarin single baru, Demi Cinta dari kantong album Tak Lekang Oleh Waktu.

  • Potret yang dipercayaiin untuk menjadi soundtrack film Chika yang bergenre komedi, kini merillis video klip baru yang super mellow dengan judul Mungkin setelah berhasil dengan video klip I Just Wanna Say I Love You dalam dua versi. Versi yang lagi gencar di tangga lagu Indonesia, adalah versi potongan film. Kemungkinan dalam waktu dekat Versi Model I Just Wanna Say I Love U akan tayang bersamaan video klip baru Mungkin.

  • Agnes Monica kembali menyabet best female singer 2008 di ajang MTV Indonesia 2008 lewat single Matahariku. Ini semakin ngebuat dia mengukuhkan diri lebih lama sebagai penyanyi wanita terbaik setelah mengalahkan kandidat besar seperti Mulan Jameela dan Gita Gutawa.

  • Afgan semakin ngebuktiin diri sebagai penyanyi muda berbakat setelah singlenya PadaMu Kubersujud wara-wiri di chart Indonesia akhir-akhir ini plus rata-rata berada di anak tangga paling atas. Lagu produksi Wannabe ini juga terbukti menjadi salah satu lagu paling handal selama ramadhan, mampu menyaingi lagu-lagu religi dari band dan penyanyi hebat pelantun jenis yang sama seperti milik Opick, Ungu dan Gigi.

  • Setelah soundtrack Film Oh Baby merilis video klip lagu Oh Baby yang dinyayiin Si terkenal ‘hujan becek nggak ada ojek’ Cinta Laura, kembali dari soundtrack ini merilis video klip lagu Randy Pangalila-lewat semesta.

  • Setelah kurang sukses dengan single Betapa, dari album terbaru SO7 kembali ngebuat video klip terbaru yang bekerja sama dengan Renny Fernandez.

  • Buat lo pecinta music? Aku yakin kamu udah pada dengar lagu terbarunya Project Pop – Bukan Superstar. Sekedar info: lagu ini menjadi salah satu lagu baru yang terbanyak di-request di MTV Indonesia, bukan hanya itu hampir seluruh chart Indonesia mengangkut this song dalam tangga lagu teratas [nulik minggu ini saja, lagunya masih nagkring dalam posisi sepuluh besar]. Lagi! Lagu ini dapat bersaing dengan kemunculan lagu-lagu Religi di Ramadhan kali ini seperti PadaMu Kubersujud-nya Afghan. Nyaris juga ngalahin pamor lagu barunya Agnes Monica – Godai Aku Lagi. Walau video klipnya nggak sekeren punya Agnes tapi Porodi Bintang Besar yang dilakoni Tika Panggabean cs ditemakan dalam video ini menjadi nilai tersendiri, sekaligus mampu memberikan benang merah eksis antara lirik dan video klip yang super lucu tentunya. Ditambah lagi musiknya yang enak dan renyah ngebuat pendengar jadi bisa ikut bergoyang bahkan akan tertawa karna kagum. Inilah perpaduan musik dan kekocakan. Hebatnya lagu ini tercipta kurang dari lima jam. Wow keren! Jika dibandingin, beberapa waktu lalu kita udah ngeliat video yang mengusung parodi bintang-bintang besar yang ditawar band Cokelat - Salah, tapi bisa ditebak kan! Nggak ngalahin juga keunikan Project Pop. Asli! Project Pop kocak abiees.



Silahkan kunjungi arsip lain sangat edukatif.

Ketrampilan Berbahasa

Mendengarkan dan Membaca

  • Pertumbuhan kemampuan dan keterampilan seseorang berbahasa dimulai dari menyimak (mendengarkan) kemudian berbicara, membaca, dan menulis atau mengarang.

  • Mendengarkan atau menyimak merupakan kegiatan berbahasa bertujuan:

  1. Menangkap dan memahami lafal, ujaran dan intonasinya.

  2. Menangkap memahami makna kata-kata, kelompok kata, kalimat, alenia atau paragraf, dan wacana.

  3. Menangkap, memahai maksud atau ide/gagasan yang disampaikan si pembicara atau si pengarang.

  • Kegiatan membaca dapat dilakukan menurut tujuannya yang hendak dicapai:

  1. Membaca teknik bertujuan menguasai lafal, tekanan dan intonasi.

  2. Membaca kritis atau lanjut bertujuan memahami, menghayati, menafsir, makna gagasan yang terkandung dalam bacaan.



Silahkan buka menu semacam ini dalam arsip, atau mau cerpen gratis silahkan buka arsip cerpen. Update tiap minggu! [untuk informasi yang bersifat edukatif, sengaja ditulis dengan bahasa baku]

Istilah

Istilah This Week

Roman bertendes yaitu roman yang mengandung tendes (tujuan) tertentu bagi para pembacanya. Seperti masalah novel kawin paksa diungkapkan dalam roman-roman tahun 20an dengan tujuan untuk menentang sistem tersebut dengan mengemukakan akibat-akibat buruknya. Misalnya Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Pertemuan jodoh, Salah Pilih dan sebagainya.


Silahkan buka menu sastra lain dalam arsip, dan tunggu pembahasan istilah next week atawa mau cerpen gratis silahkan buka arsip cerpen. Update tiap minggu! [untuk informasi yang bersifat edukatif, sengaja ditulis dengan bahasa baku]

Info Seputar jurnalistik

Feature

Dok. ARENA, created or collected by Ismahfudi M.H

Inilah batasan klasik mengenai feature: ''Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.''


Kreatifitas

Berbeda dari penulisan berita biasa, penulisan feature memungkinkan reporter ''menciptakan'' sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat -- karangan fiktif dan khayalan tidak boleh -- reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, kemudian setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu, ia menulis.


Subyektifitas

Beberapa feature ditulis dalam bentuk ''aku'', sehingga memungkinkan reporter memasukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak reporter, yang dididik dalam reporting obyektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya enak dibaca.


Tapi, reporter-reporter muda harus awas terhadap cara seperti itu. Kesalahan umum pada reporter baru adalah kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat penulisan dengan gaya ''aku''. Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman begini: ''Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.''


Informatif

Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran. Misalnya tentang sebuah Museum atau Kebun Binatang yang terancam tutup.


Aspek informatif mengenai penulisan feature bisa juga dalam bentuk-bentuk lain. Ada banyak feature yang enteng-enteng saja, tapi bila berada di tangan penulis yang baik, feature bisa menjadi alat yang ampuh. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia untuk menciptakan perubahan konstruktif.


Menghibur

Dalam 20 tahun terakhir ini, feature menjadi alat penting bagi suratkabar untuk bersaing dengan media elektronika. Reporter suratkabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa ''mengalahkan'' wartawan radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke masyarakat. Wartawan radio dan TV bisa mengudarakan cerita besar hanya dalam beberapa menit setelah mereka tahu. Sementara itu wartawan koran sadar, bahwa baru beberapa jam setelah kejadian, pembacanya baru bisa tahu sesuatu kejadian -- setelah koran diantar.


Wartawan harian, apalagi majalah, bisa mengalahkan saingannya, radio dan TV, dengan cerita eksklusif. Tapi ia juga bisa membuat versi yang lebih mendalam (in-depth) mengenai cerita yang didengar pembacanya dari radio. Dengan patokan seperti ini dalam benaknya, reporter selalu mencari feature, terhadap berita-berita yang paling hangat. Cerita feature biasanya eksklusif, sehingga tidak ada kemungkinan dikalahkan oleh radio dan TV atau koran lain.


Feature memberikan variasi terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan, skandal, bencana dan pertentangan yang selalu menghiasi kolom-kolom berita, Feature bisa membuat pembaca tertawa tertahan. Seorang reporter bisa menulis ''cerita berwarna-warni'' untuk menangkap perasaan dan suasana dari sebuah peristiwa. Dalam setiap kasus, sasaran utama adalah bagaimana menghibur pembaca dan memberikan kepadanya hal-hal yang baru dan segar.


Awet

Menurut seorang wartawan kawakan, koran kemarin hanya baik untuk bungkus kacang. Unsur berita yang semuanya penting luluh dalam waktu 24 jam. Berita mudah sekali ''punah'', tapi feature bisa disimpan berhari, berminggu, atau berulan-bulan. Koran-koran kecil sering membuat simpanan ''naskah berlebih'' -- kebanyakan feature. Feature ini diset dan disimpan di ruang tata muka, karena editor tahu bahwa nilai cerita itu tidak akan musnah dimakan waktu.


Dalam kacamata reporter, feature seperti itu mempunyai keuntungan lain. Tekanan deadline jarang, sehingga ia bisa punya waktu cukup untuk mengadakan riset secara cermat dan menulisnya kembali sampai mempunyai mutu yang tertinggi.


Sebuah feature yang mendalam memerlukan waktu cukup. Profil seorang kepala polisi mungkin baru bisa diperoleh setelah wawancara dengan kawan-kawan sekerjanya, keluarga, musuh-musuhnya dan kepala polisi itu sendiri. Diperlukan waktu juga untuk mengamati tabiat, reaksi terhadap keadaan tertentu perwira itu.


Singkat kata, berbeda dengan berita, tulisan feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting -- fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan empati, disampil tetap tidak meninggalkan unsur informatifnya). Karena penakanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna (colourful).


TEKNIK PENULISAN FEATURE


Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ''mengisahkan sebuah cerita''. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ''keras'' (spot news) dan feature. Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah.


Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.


Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan jurnalistik dasar, karena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada aturan yang mengurangi kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita, ia segera menerobos aturan itu.


''Piramida terbalik'' (susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian atas, dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah -- hingga mudah untuk dibuang bila tulisan itu perlu diperpendek) sering ditinggalkan. Terutama bila urutan peristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik.

JENIS-JENIS FEATURE


Feature kepribadian (Profil)

Profil mengungkap manusia yang menarik. Misalnya, tentang seseorang yang secara dramatik, melalui berbagai liku-liku, kemudian mencapai karir yang istimmewa dan sukses atau menjadi terkenal karena kepribadian mereka yang penuh warna. Agar efektif, profil seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pencapaian dan tanggal-tanggal penting dari kehidupan si individu. Profil harus bisa mengungkap karakter manusia itu. Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, penulis feature tentang pribadi seperti ini seringkali harus mengamati subyek mereka ketika bekerja; mengunjungi rumah mereka dan mewawancara teman-teman, kerabat dan kawan bisnis mereka. Profil yang komplit sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subyek yang bisa menggambarkan dengan pas karakternya. Profil yang baik juga semestinya bisa memberikan kesan kepada pembacanya bahwa mereka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh.


Banyak sumber yang diwawancara mungkin secara terbuka bernai mengejutkan Anda dengan mengungkap rahasia pribadi atau anekdor tentang si subyek. Tapi, banyak sumber lebih suka meminta agar identitasnya dirahasiakan. Informasi sumber-sumber itu penting untuk memberikan balans dalam penggambaran si tokoh.


Feature sejarah

Feature sejarah memperingati tanggal-tanggal dari peristiwa penting, seperti proklamasi kemerdekaan, pemboman Hiroshima atau pembunuhan jenderal-jenderal revolusi. Koran juga sering menerbitkan feature peringatan 100 tahun lahir atau meninggalnya seorang tokoh. Kisah feature sejarah juga bisa terikat pada peristiwa-peristiawa mutakhir yang memangkitkan minat dalam topik mereka. Jika musibah gunung api terjadi, koran sering memuat peristiwa serupa di masa lalu.


Feature sejarah juga sering melukiskan landmark (monumen/gedung) terkenal, pionir, filosof, fasilitas hiburan dan medis, perubahan dalam komposisi rasial, pola perumahan, makanan, industri, agama dan kemakmuran.


Setiap kota atau sekolah memiliki peristiwa menarik dalam sejarahnya. Seorang penulis feature yang bagus akan mengkaji lebih tentang peristiwa-peristiwa itu, mungkin dengan dokumen historis atau dengan mewawancara orang-orang yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa bersejarah.


Fature petualangan

Feature petualangan melukiskan pengalaman-pengalaman istimewa dan mencengangkan -- mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat terbang, mendaki gunung, berlayar keliling dunia pengalaman ikut dalam peperangan. Dalam feature jenis ini, kutipan dan deskripsi sangat penting. Setelah bencana, misalnya, penulis feature sering menggunakan saksi hidup untuk merekontruksikan peristiwa itu sendiri. Banyak penulis feature jenis ini memulai tulisannya dengan aksi – momen yang paling menarik dan paling dramatis.


Feature musiman

Reporter seringkali ditugasi untuk menulis feature tentang musim dan liburan, tentang Hari Raya, Natal, dan musim kemarau. Kisah seperti itu sangat sulit ditulis, karena agar tetap menarik, reporter harus menemukan angle atau sudut pandang yang segar. Contoh yang bisa dipakai adalah bagaimana seorang penulis menyamar menjadi Sinterklas di Hari Natal untuk merekam respon atau tingkah laku anak-anak di seputar hara raya itu.


Feature Interpretatif

Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detil terhadap topik-topik yang telah diberitakan. Feature interpretatif bisa menyajikan sebuah organisasi, aktifitas, trend atau gagasan tertentu. Misalnya, setelah kisah berita menggambarkan aksi terorisme, feature interpretatif mungkin mengkaji identitas, taktik dan tujuan terotisme. Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. Setelah perampokan bank, feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada pegawai untuk menangkal perampokan. Atau yang mengungkap lebih jauh tipikal perampok bank, termasuk peluang perampok bisa ditangkap dan dihukum.


Feature kiat ("how-to-do-it feature")

Feature ini berkisah kepada pembacanya bagaimana melakukan sesuatu hal: bagaimana membeli rumah, menemukan pekerjaan, bertanam di kebun, mereparasi mobil atau mempererat tali perkawinan. Kisah seperti ini seringkali lebih pendek ketimbang jenis feature lain dan lebih sulit dalam penulisannya. Reporter yang belum berpengalaman akan cenderung menceramahi atau mendikte pembaca -- memberikan opini mereka sendiri -- bukannya mewawancara sumber ahli dan memberikan advis detil dan faktual.


Rujukan:

FEATURE WRITING FOR NEWSPAPER, Daniel R. Williamson 1980

REPORTING FOR THE PRINT MEDIA, Fred Fedler, 1989

Silahkan buka menu jurnalistik lain dalam arsip, atau mau cerpen gratis silahkan buka arsip cerpen. Update tiap minggu! [untuk informasi yang bersifat edukatif, sengaja ditulis dengan bahasa baku]

Aliran Sastra

Cara pengungkapan pikiran dan perasaan yang mendasari pengarang dalam membuat cipta sastra berbeda-beda. Ditinjau dari sudut itu, kesusastraan dapat dibedakan pula dua paham, yaitu realisme dan ekspresionisme.

  • Realisme

Dalam paham ini, pengarang mencoba melukiskan manusia dengan peristiwa yang dipandang sebagai kenyataan menurut apa adaya, tidak menyertakan rasa simpati atau antipati dalam pelukisan karyanya. Aliran-aliran ini adalah:

  1. Impresionisme, aliran kesusastraan yang melahirkan kembali kesan yang didapatkan dari alam sekitarnya. Sikap spontanitas dan tiada pendalaman mewarnai aliran ini.

  2. Naturalisme, melukiskan keadaan yang sewajarnya, cenderung melukiskan keadaan yang buruk dari kenyataan yang sebenarnya karena ingin memberikan gambaran yang nyata tentang kebenaran.

  3. Determinisme, aliran yang melukiskan atas paksaan seperti kesengsaraan, penderitaan, dsb yang timbul oleh keadaan masyarakat sekitarnya.

  • Ekspresionisme

Aliran ini melukiskan pencurahan jiwa yang bergejolak dalam jiwa pengarang. Dalam aliran ini perasaan subyektifitas sangat menonojol daripada sifat obyektif. Aliran ini antara lain:

  1. Simbolik, suatu lukisan yang memakai lambang-lambang untuk menyamarkan maksud sebenarnya. Benda, tumbuhan, atau binatang dilambangkan sebagai manusia. Cerita-cerita berbentuk ini bermunculan pada zaman penjajahan jepang, seperti Taufan Di atas Asia.

  2. Surealisme, aliran yang memadukan antara kenyataan dan cita-cita.

  3. Idealisme, Melukiskan sesuatu berdasarkan ide atau gagasan pengarang tanpa menyertakan sifat yang nyata.

  4. Romantik, mengutamakan perasaan yang berlebih-lebihan bahkan membawa ke alam khayal.

  5. Mistitisme, aliran yang melukiskan keadaan jiwa, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan atau alam gaib

  6. Psikologisme, aliran yang menitikberatkan penguraian jiwa pelaku-pelakunya berdasarkan ilmu jiwa yang dikehendaki pengarang.


Silahkan buka menu sastra lain dalam arsip, atau mau cerpen gratis silahkan buka arsip cerpen. Update tiap minggu! [untuk informasi yang bersifat edukatif, sengaja ditulis dengan bahasa baku]