Available on bookstore

Available on bookstore

11 May 2009

B3: Lafaz Cinta

Tittle : Lafaz Cinta

Penulis : Sinta Yudisia

Penerbit : Mizan


Aku udah agak lupa mengenai kapan aku beli nih buku. Yang pasti cover dan setting-nya yang indah membuatku pertama tertarik untuk merogoh isinya dengan pikiranku, tentunya dibaca.


Buku ini bercerita mengenai seorang wanita, Seyla, yang hijrah ke Netherlands untuk melupakan kisah cintanya dengan seorang pria baik, yang bernama Zen. di negeri yang baru kehidupan Seyla mulai digulirkan. Banyak hal yang ia temui, termasuk ia harus memahami kisah cinta Marko dan Ben yang nggak lazim, bertemu dua sahabatnya Barbara dan Judith yang masih samar akan pengetahuannya mengenai penciptaanSang (atheis). Paling tragis dan rumit, ia malah masuk ke dalam kisah cinta Pangeran Karl van Veldhuisen yang telah memiliki tunangan Putri Constance Martini du Barry.

Bahasa yang digunakan Sinta sangat mengesankan, tak datar meski kita harus masuk menyelinap setiap maksud tulisannya. Yang paling penting Sinta membeberkan tuntas seluk-beluk kota Groningen, Amsterdam, Makkah, Damrak, Chechnya, seakan kita berada di tempat yang sama saat memangku buku ini dalam pikiran.

Memahami isi cerita buku ini, berarti kita nggak hanya dibawa mengetahui kisah cinta secara horizontal namun cinta secara vertikal, yaitu cinta kepada Sang Khalik. Novel ini memang tertuju untuk penggemar buku genre novel islami, tapi Lafaz Cinta nggak melepas diri dari novel umum untuk konsumsi masyarakat luas.

Untuk urusan ending Lafaz Cinta, aku mesti baca paling tidak tiga kali untuk memahaminya, mengingat bahasa yang digunakan Sinta sangat mendalam untuk dicerna.

Salah satu keunggulan buku ini adalah imajinatif Sinta yang luar biasa memaparkan idenya ke dalam novel ini.

4 komentar:

Gavo: ulasan yang menarik! jujur gue belum baca nih buku.gue tunggu ulasan yang menarik. pasti keren.

Tar:

wah, menarik sekali ulasannya. seperti resensi ya?

@Gavo: jadi so tunggu apa lagi, beli dong bukunya.

@Tar: Emang ide awalnya bikin seperti resensi sih tapi, aku maduinnya dengan ide sendiri, n nggak jauh-jauh juga dari bau 'resensi'

Gusty:

it's OKhey. cukup memuaskan. coba dong beberin endingnya!

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...