Available on bookstore

Available on bookstore

06 June 2009

B3: That Silent Summer


Tittle : That Silent Summer (Saat Kata-kata Tidaklah Cukup)

Penulis : Elaine Medline

Penerbit : Gramedia


Buku ini persisnya aku beli bersamaan dengan buku Lafaz Cinta. Jujur saat beli nih buku, aku nggak niat menjadikan That Silent Summer sebagai list hunt pertama dalam benak aku, tapi asli nggak tahu kenapa saat ngelirik sana-sini di toko buku, aku mentok pada buku ini. Mungkin udah jodoh kali ya…???


That Silent Summer memang ditujukan kepada pembaca dan penggemar Teenlit, tapi bedanya nih buku dengan Teenlit semacamnya adalah, buku ini kebanyakan menggunakan tata bahasa yang baku, jauh dari bahasa gaul yang kerap menghiasi Teenlit-teenlit Indonesia. Ceritanya dipaparkan sederhana melalui tokoh remaja, seorang gadis bernama Gabby G. Cooper yang sering di panggil Minnow beserta tiga tokoh lain; neneknya (Yanny), pamannya (Cliff) dan bibinya (Anna). Tokoh lain yang menghiasi Teenlit ini, adalah Montgomery Moore dan Stanley. Dan jelas bila kamu ingin berharap bahwa buku ini akan menghadirkan serangkaian beserta unek-unek tentang cinta yang mungkin ketika kamu baca, kamu akan mellow, maka itu salah besar. Cinta yang dihadirkan dalam novel ini lain sekali. Cinta di sini dipandang dengan pendekatan secara keluarga.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, namun mengisahkan tokoh lain, maksudnya penulis memakai Anna untuk mengisahkan tokoh Minnow. Cara penyajiannya pun beda, That Silent Summer seolah mengajak kamu mengobrol sehingga jangan bingung saat kadang-kadang Si Anna tadi menceritakan beberapa hal yang berulang-ulang.

Kisah Minnow berawal saat dia menghabiskan liburan panasnya ke desa bersama tiga keluarganya tadi. Remaja ini banyak belajar hal yang wajar untuk seusianya; membuat pai, membantu pamannya menyelesaikan puisi seratus halaman dan paling intens ketika Minnow belajar berenang di Danau Birch untuk menakhlukan pulau Piknik.

Untuk urusan Ending, cukup memuaskan walau aku yakin jika kamu baca nih buku, kamu bakal berharap lebih dari novel karya Elaine Medline. Tapi endingnya cukup mengesankan. Masalah nenek Minnow (Yanny) dengan ibunya (Marianne) menjadi sasaran utama pemilihan ending, dan kemudian di lanjutkan kisah cinta si penutur, Anna.

Info lagi nih, jujur aku suka penggambaran tentang loon, puisi, dayung ungu, gladiola oleh penulis.

Keunggulan That Silent Summer adalah tema yang diangkat terasa beda, dan sungguh cerita yang aku pikir sederhana ini, lumayan enak diangkat ke dalam novel. Jika kamu pembaca novel pemula maka saat membaca novel ini kamu nggak perlu memikirkan keruwetan bahasanya, sebab bahasa yang dipakai dalam novel ini cukup sederhana.

7 komentar:

Makasih uda mampir ke blogku ^^. Belajar di Jepang? Kereeeen!!!!! :D

Review novelnya bagus. jelas ceritanya ^^.

kayakny novelnya bagus...
pinjem dong bang ello, kirim ke Beksi ya.....=p
hehehhehe.....



ane dah baca "vega syndrom", tapi g bisa komen tanpa google account, jadi alamatnya blog ane yg lama......

bagus nih review nya
bisa jadi referensi.
heee :D

pengen baca nih.... dipinjemin dong :)

yup, nih teenlit lain daripada yang lain...agak lupa sih isinya, cuman aku suka banget waktu Minnow berusaha berenang ke pulau di seberang, atau saat dy duduk di batu di pinggir pantai. Nice setting

@Asukawati: Review novel ke dua nih. lagi yang belajar ke Jepang itu, bagian dari ladlit aku. walah jadi nggak konsen nih.

@Yak: Kirim ke Bekasi? dipertimbangin deh. thanks ya udah komen vega syndrome-nya, walah tapi itu bukan cerpen. itu part 1 novel.

@Andie: Referensi bacaan berkualits tentunya.

@Kak_ega_punya cerita: buruan lumayan oke kok novelnya.

@Penikmat buku: ternyata udah dibaca toh. wah... berarti punya persepsi berbeda dong.

Lafaz cintanya pinjam dong, dek

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...