Available on bookstore

Available on bookstore

29 August 2009

B3: Moonlight Waltz


Tittle : Moonlight Waltz
Penulis : Fenny Wong
Penerbit : GagasMedia

Pertama aku bakal jelasin dulu awal ketertarikan aku pada teenlit ini. Saat maen ke situs gagas di gagasmedia.net aku langsung kecantol pada sidebar gagas yang memampang buku-buku baru. Mata aku tertuju tajam pada buku yang penuh dengan latar putih (cover-nya ) ini, yang menempatkan satu piano dengan warna-warni not-nya. Covernya membawa kesan jauh dari cover teenlit-teenlit yang pernah ada. Penasaran aku mulai muncul saat aku baca tuh sinopsisnya. Wah, mesti dibaca nih! Pikir aku saat itu.

Sekadar tahu, buku ini telah aku rekomendasiin di awal bulan Agustus untuk di jadikan salah satu bacaan menarik bulan ini.

Ulasan buku dimulai!
Aku dapetin buku ini seperti buku-buku gagas lainnya. Mesti pesan pada kakakku yang tinggal di Bogor (biasa… dikotaku buku gagas minim banget!). Aku dikirimi novel ini, hari minggu kemarin tanggal 9 Agustus, dan karena kayaknya menarik kubaca habis pada hari itu juga tanpa menunggu besok atau hari lainnya. Wah saat buka lembaran-lembaran pertama kupikir ceritanya bakal sedikit rumit tapi… setelah bab II hingga beberapa bab berikutnya ceritanya nggak ribet. Bahkan aku harus katakan ceritanya cukup sederhana, tentang story; persahabatan, cinta, cita-cita–seperti cerita cinta yang udah bisa diterka deh. Tapi–buku ini menunjukan sudut pandang yang berbeda. Ada hal-hal yang perlu kamu tahu di balik cerita cinta yang kayaknya ‘klasik’ ini.

Kisah di dalam karya Fenny Wong ini dimulai ketika Arlin kepaksa mengikuti kemauan adiknya (Dora) yang sudah terlanjur membeli 2 tiket konser Brunhilde Zimmermann saat liburan kenaikan kelas. Di tempat konser Brunhilde Zimmermann dia bertemu teman satu angkatannya Aldo–yang kebetulan menjadi pianis pembuka. Perkenalan mereka di konser musik itu, membawa cerita tersendiri hingga keduanya solid dalam titik persahabatan.

Selama setahun menjalin persahabatan dengan Aldo, muncul Liora di antara mereka. Arlin menjadi sedikit jengah dengan kehadiraan Liora begitu saja, yang masuk kedalam kehidupan Aldo dengan mulus, sehingga rasanya posisi Arlin agak ‘tersingkir.’ Mereka terlibat cinta khas anak muda… pokoknya enak dibaca. Trus kamu nggak perlu melihat keruwetan cerita soalnya Fenny pintar banget mengolah kata-katanya, hingga konflik per konflik menjadi renyah untuk dibaca. Dan satu hal lagi ceritanya, begitu singkat dan nggak bertele-tele.

Sayangnya ada beberapa tulisan yang aku sendiri pun nggak mengerti; Pertama, pada halaman 149 dan dan 151, aku sempat baca berluang-ulang dua halaman itu hingga memaksa aku membaca dari awal lagi tuh novel, masalahnya dalam dua halaman itu nggak menjelaskan alasan yang jelas kenapa sampai seminggu ini Liora nggak masuk sekolah. (atau kemungkinan besar aku nggak jeli membacanya… semoga aku yang salah nilai deh.) Yang kedua, aku harus bolak-balik lembaran-lembaran Moonligt Waltz lagi untuk mengetahui udah berapa kali si Liora dan Aldo menjalin hubungan… untung aku baca ulang, jadi nggak pusing. Trus yang ketiga, ceritanya begitu to the point!

Pokoknya ‘Moonlight Waltz, simpel, ringan, enak, renyah seperti Popcorn, namun menyedihkan.

Bagian ending-nya meski nggak tajem bener, tapi cukup mengesankan. Sempat sih nggak nyangka ada endingnya kayak gini. Di situ juga kamu bisa tahu apa itu ‘Moonlight Waltz’…

Keunggulannya, Fenny mengangkat cerita sederhana dengan gaya penuturan yang berbeda. Ceritanya nggak seribet dibayangkan. Buat kamu penyuka buku yang ringan atau dapat sekali baca dalam sehari atau juga… yang suka dengan buku yang enak dibawa kemana aja, inilah novelnya. Nggak ribet, nggak perlu maksa otak lo ikut mikir namun endingnya seperti Kejutan. Untuk yang mau beli nih buku, coba deh baca dulu sinopsis-nya… ada tuh di gagasmedia.net

Salam Readmore…
Kita bakal ketemu lagi di buku yang lain. Ada rekomendasi buku yang mau dibahas? boleh kok email ke aku, sekarang lagi suka hunting novel dari segala genre!

10 komentar:

Bagus Banget Review-nya. selain ada sudut pandang penulisnya juga ada sisi yang perlu dipertanyakan.

aduh pengin beli deh. soalnya buku ini dibilang kayak Popcorn.

Saat maen ke kandang gagas, aku buka linknya ello. ternyata buku moonlinght-nya yang direview. aku suka dan langsung kayaknya mau beli nih.

kan mumpung puasa, nggak ada kegiatan. sibukin diri dengan membaca buku ini.

akankan isinya seringan apa ya?
mudah-mudahan sekeren buku2 gagas yang lain.
thanks ello, referensi buku kamu lumayan nyihir orang

Menarik dan amat banget. buku baru????? kayaknya keluaran gagas ini, pasti bikin penasaran!

baca ah.... ke toko buku!

bagus ya?
belum tentu!
tapi aku penasaran....
bukunya dikasih gartis dong. kan enak makan popcorn di dalam moonligth Waltz

Thanks buat review-nya, aku udah tunggu-tunggu lho. Hehehe..

Tentang halaman 149-151, Liora memang tidak diberitahukan secara jelas mengapa tidak masuk sekolah, tapi ketika mereka bertemu lagi dituliskan Liora akan pindah, dan alasan bolosnya itu sebenarnya adalah untuk menyiapkan kepergiannya itu. Agak membingungkan mungkin, ya?

But all and all, review ini ngebuat aku seneng -- karena sekali lagi tulisan ini bisa ngehibur orang, menginspirasi.

Btw, kesan yang diberikan MW itu sedih ya? Padahal waktu nulis aku nggak ada maksud bikin kesan itu lho ahahaha.. malah, kepikirannya pingin bikin yang romantis.

xo,

Fenny

membaca karya Fenny Wong, serasa membaca karya Dan Brawn,Stephanie Meyer,Albertine endah. ga mau berhenti membaca sebelum sampe lembar terakhir... dua jempol buat Fenny Wong !!!!

Salam Sahabatku....
Kunjungan perdana, salam kenal aja dulu...
Maaf, saya memang hanya mantan manusia bejat, tapi sumpah, saya sudah benar-benar insyaf.
Satu yg membuat saya yakin bahwa saya pasti bisa berubah menjadi orang yg lebih baik, yaitu Kuasa Tuhan. Nothing Impossible, ndak ada yg ndak mungkin.
Selama kita mau berusaha, pasti jalan untuk itu akan terbuka.
Maka dari itulah kali ini saya akan berbagi sedikit kisah hidup saya selama masa transisi itu, kalo sahabatku berkenan, saya tunggu motivasinya buat saya di Mantan Copet Itu Akhirnya Jadi Seorang Pengusaha.

Trimakasih Sahabatku.
Salam.

Kereen banget! bukunya walau nggak sedasyat yang lain tapi lumayan untuk dunia fiksi

Hmmmm... top bngt reviewnya, komplit dan kayaknya ceritanya juga oke.

Btw, makasih ya sudah mau mampir ke blog sederhana saya.

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...