Available on bookstore

Available on bookstore

30 November 2009

B3: Jangan Biarkan Surau Ini Roboh



Perjuangan Ibrahim Menghidupkan Cinta di Rumah Allah

Tittle : Jangan Biarkan Surau Ini Roboh
Penulis : Taufiqurrahman Al-Azizy
Penerbit : Diva Press

Buku tepatnya, aku dapet dari teman––maksudku tetanggaku. Mataku nggak sabar saat ngeliat dia jalan mondar-mandir dengan novel ini. Langsung aja ide muncul dikelapa dan segera aku kontrak minjen dari dia. Untung tuh anak nggak banyak komentar, dengan wajah lugu tanpa curiga, dia meminjamkan Jangan Biarkan Suarau Ini Roboh pada aku.
Huah, Gila novel ini tebalnya minta ampun… 400 halaman lebih, masih mending tulisannya besar. Mah ini, tulisannya kecil-kecil. Bayangan nyaris seminggu aku baru habisin baca nih novel (disamping kerjaan dan tugas kampus yang seabrek, dan berbenturan dengan porseni kampus, jadi lebih banyak waktu aku habisin buat nonton anak-anak maen bola, hehehe… jadi terbengkalailah proses bacaanku ini.)
Hmmm… langsung aja review-nya. Seperti novel-novel religi lain, cover Jangan Biarkan Surau Ini Roboh, terkesan islami dengan nuansa hitam. Tapi seperti judulnya, surau dan sosok pria dalam cover-nya dibikin lebih hidup tanpa ada aksen hitam yang menutupinya.
Saat ngebaca halaman pertama, aku udah berkata “waduh” dalam hati. Gila bukunya tebel ditambah dengan tulisannya yang kecil. Jujur membaca buku ini aku ngerasa sedikit bosan dan suka ngantuk bila sudah lebih dari 30 menit ngebacanya.
Kisah ini menceritakan dua tokoh kakak beradik, Yusuf dan Ibrahim. Mereka dihadapakan dua cinta dari Sarah dan Partinah. Banyak konflik yang terjadi di dalam novel ini, termasuk konflik “Surau” dengan mengambil setting sebuah Dukuh Seworan. Empat kerakter yang berbeda dipertemukan dalam novel ini, sungguh penokohan yang memang benar-benar kental.
Pada bab-bab awal aku sempat men-judge bahwa novel ini “Sinetron Banget” karena alur pada cerita awalnnya terlalu lambat membuat aku rada bosen.
Disamping hal-hal aneh itu tadi, aku suka loh settingnya yang keren, meski di desa. Bahasanya yang meski tidak bisa dikatakan serenyah Goloso Geloso, tapi amat mudah dipahami, bahkan anak SMP pun bisa mencernanya. Kisah dalam setiap babnya banyak menggugah hati pembaca, ikut merasakan apa yang ada dalam alur cerita, banyak menyiratkan moral dan kekuatan agamis yang kental. Bahkan jauh lebih baik dari pada itu. Inilah novel religi yang sederhana, kuat, megang banget (novel religi), penuh dengan nilai agama tentunya.
Cerita ini kuat dengan konflik “Surau” yang berpadu “Kisah Cinta” yang sangat indah. Kamu nggak bakal menyangka bahwa konflik antar tokoh begitu kuat, berubah dan apa ya… pokoknya asik dah….
Untuk urusan ending, aku hanya ingin mengatakan bahwa novel Jangan Biarkan Surau Ini Roboh dengan dua kata saja; Luar Biasa. Kamu bakal ditawarkan ending yang super duper nggak terduga, dan inilah ending paling seksi yang pernah kubaca dalam novel-novel selama ini. Pokoknya seenak pizza, senikmat cappucino, semanis kurma…
Kesimpulannya, untuk kekurangannya novel ini, terlalu tebal dengan tulisan yang kecil membuat para pembaca rada bosan, trus ceritanya terlalu lamban pada bab-bab awal hingga terkesan ceritanya “Sinetron Banget”, dan itu pula yang memicu rasa bosan pada pembaca. Tapi….
Kelebihan Jangan Biarkan Surau Ini Roboh, amat tinggi men… nilai yang disampaikan begitu syarat menyentuh rana religi kehidupan manusia, ceritanya kuat, konflik tokohnya berat… dan endingnya itu, Luar biasa. Ending terseksi yang pernah ada. Anda tak bisa menebak ending yang kayak gini.
The last, aku pengin bilang, saat membaca novel ini jangan dulu keburu bosan seperti aku, karena sebuah ending yang mengsankan, luar biasa, nggak terduga, penuh air mata, mengaduk hati, akan kamu dapatin di akhir kisah miris Jangan Biarkan Surau Ini Roboh.

9 komentar:

review buku yang bagus, boz... ^_^
jadi inget banyak surau yang roboh di Padang waktu gempa kmrn... hiks hiks

ah beli bukunya ah hahah, nice review, em gimana kalau pinjemin aja? (gak modal) hahaha

Aduh, ello kapan nih punya karya... (maksud gue novel kamu gitu), jangan jadi penikmat buku aja. Eh, klo punya lo ada gue nih orang pertama yg beli, skalian promosiin...
Tp gue pinjam ya... Buku Jangan Biarkan Surau Ini Roboh, (hahaha.. Just kiddng men)

@ferdivolutions: oh, byk ya surau yg roboh di Padang sewaktu gempa?
@ocky fazjar s: pinjem? Beli endiri aja!
@dweko^: hmm... Karya gue... Insya Allah kewujud... Koq kalian pd nunggu karya gue sih!

nih novel baca reviewnya aja jadi kepengen baca tapi kok 400 halaman... betah gak ya???

wah kalo dateng kesini selalu dapet review novel-novel bagus
thx ello ^^

@albertus goentoer tjahjadi: emang bukunya 400 lebih halaman, bisa bikin virus bosan. Tp tetep asik koq.

@tha..^^: jadi pantengin terus ya, blog ini?

liat di toko buku, gak ada keinginan untuk beli karena sudah ada kesan bakal kayak sinetron. tapi setelah baca reviewnya, beli ah. atau pinjam ello sa jua e???

@cha eby: pinjam? Tuh buku jua b pinjam dr tetangga. Belilah, udah kerja kan? Bergaji... Cuman kisaran 50ribu kok!
:-)

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...