Available on bookstore

Available on bookstore

30 March 2009

Nulis Lagi (I’m comeback)


Wah gila… aku udah lama nggak nulis lagi di blog kesayangan gue ini. Bukan hal yang sengaja sih tapi ada kesibukan lain yang sumpah…. mendesak banget. Konsekuensinya aku harus nganggurin nih blog untuk beberapa saat. Seingat gue terakhir posting saat november tahun lalu dan sekarang udah tahun baru menjelang bulan April lagi…. Wah… kayaknya perlu penjelesan ‘kenapa sih aku nggak nyentuh nih blog begitu lama?

Gini loh, saat ngeliat cerpenku di-publish di Keren Beken setahun lalu itu, aku punya motivasi untuk membuat novel. Tapi novel aku ber-genre ladlit (semacam teenlit tapi lebih mengarah tentang kehidupan cowok). Aku ngambil setting-nya daerah Belanda seperti kota Den Haag, (bukan itu saja cerpen-cerpen yang aku kirim buat beberapa majalah remaja pun pernah memuat macam-macam setting di antaranya Eindhoven, Madrid, Hannover-Jerman, Malaysia, dll). Kebetulan pengerjaan novel itu nggak setengah-setengah makanya nyaris pool aku depan komputer sekitar bulan November hingga Desember ampe selesai, sekarang sih udah dikirim ke salah satu penerbit setelah termotivasi dengan kursus free sekolah menulis online yang diberikan Jonru lewat newsletters-nya. Nah parahnya lagi menjelang akhir tahun 2008 gue mesti nyiapin otak buat ujian akhir semester, Yup! Sebagai mahasiwa yang baik ya aku mesti ngelakuain hal itu, Belajar.

Sekitar awal tahun 2009 saat buka salah satu situs penerbit, aku tertarik melihat lomba yang diadakan oleh GagasMedia atas lomba menulis buku Travelling. Untuk hal ini aku kerja bareng sahabat aku yang berkecimpung di dunia jurnalistik, soalnya basic aku bukan nulis nonfiksi, lah! jalan satu-satunya ya aku ngajak sahabat gue untuk mengerjakan buku nonfiksi pertama gue itu. Yup setelah mengerjakan buku itu selama kurang lebih tiga bulan, akhirnya rampung deh akhir Maret. Pokoknya selama tiga bulan pengerjaaan buku travelling itu, aku sibuk bolak-balik Dinas Pariwisata, nyari literatur mengenai wisata, ngunjugin travel, obeservasi serta wawancara – banyak deh (nah itu pun aku cancel-in sebuah novel terbaru aku). Jadi saat ini baru sempatin muatin tulisan di blog ini lagi!

Sebagai pelampiasan semua kesibukan yang ngurasin tenaga dan otak itu. akhirnya aku milih liburan 5 hari di Pulau Banda, akhir Maret kemarin. Di pulau ini aku mengujungi objek wisata sejarah seperti benteng Nassau, Benteng Belgica, dan benteng Holandia, ada juga Rumah Budaya, Rumah Bung Hatta, istana mini VOC. Dan tentunya ngerasain pantai Malole, sebuah pantai yang keren gila di Pulau Banda Naira, desa Lau Taka.

Tapi semua kalah jauh dengan sensasi sunrise yang aku nikmatin jam enam pagi dari lapangan terbang Banda Niara. Sunrise muncul dari daerah tanjung Burang-Salamun, Pulau Lonthoir. Di Banda Naira sendiri lebih terkenal melihat sunrise-nya dari pada sunset, sebab sunset di Banda tertutupi oleh Gunung Api Banda. Jadi jangan heran kalau jam 5 sore kamu yang berlibur di sini tak menemukan matahari lagi, namun hanya bias cahayanya saja.

Ya… seperti itulah………….


Studi di Belanda, ticket to a global community


Belanda merupakan salah satu negara yang banyak menyediakan sekolah dengan basic bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, sudah pasti menempatkan sekolah-sekolahnya bertaraf internasional bersama negara Eropa lain dan tentunya Amerika sendiri. Bukan hal yang mengherankan bila banyak calon mahasiswa Indonesia banyak mencicipi nikmatnya sekolah di Negeri Kincir Angin itu. Banyak faktor yang mendukung, bukan saja kerana financial si calon namun Belanda merupakan negara yang cukup baik mengatur seluk-beluk negaranya.
Nah, di bawah merupakan keunggulan Belanda dalam edukasi maupun keunggulan umum yang mendukung edukasi:
Program Studi Internasional
Belanda banyak menawarkan sejumlah program studi internasional yang kini banyak diminati para calon mahasiswa. Beberapa diantaranya adalah:
• Economic
• Life Science
• Business & Management
• Arts
• Engineering

Generalisasi Bahasa Inggris
Program studi internasional rata-rata menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, mempermudah calon mahasiswa (seperti dari Asia) untuk menyerap ilmu dan berkomunikasi.

Kode Etik Pendidikan
Belanda memberlakukan kode etik pendidikan yang menjamin mahasiswa asing mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Yang mendukung hal ini adalah sistem regulasi dan mutu pendidikan Belanda.

Standar Akademi Tinggi & Terakreditasi
Pendidikan di Belanda diakui di dunia dan tentunya terakreditasi.

Fasilitas lengkap
Fasilitas lengkap menjadi salah satu pendukung pendidikan Belanda. Bahkan perpustakaan di Belanda melayani order online. Bukan itu saja ada fasilitas lain seperti bar, café, internet gratis, gedung olahraga dan tentunya fasilitas lab.

Pelayanan Siswa asing
Untuk mereka yang ingin melanjutkan studi, Belanda melayani pelayanan siswa asing sesuai prosedur dan standar yang ditentukan.

Beasiswa untuk mahasiswa/calon mahasiswa
Sejumlah program beasiswa ditawarkan pendidikan Belanda, baik itu untuk mahasiswa asing. Tak tangung-tanggung Belanda menyediakan asosiasi penelitian di beberapa bidang yang dibiayai Pemerintah Belanda.

Tingkat Kriminalitas yang Kurang
Belanda menjadi salah satu tempat yang aman. Jarang sekali terjadi tindak kriminalitas.

Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan Belanda sangat bersih dan tata kotanya sangat rapi. Hal ini menjadi faktor pendukung segala aktifitas di negri ini termasuk edukasi. Bukan itu saja, tata kota itu menempatkan Belanda menjadi kawasan yang cantik di Eropa untuk dikunjungi.

Letak yang Strategis
Letak Belanda di Eropa Barat membuat kita bisa menyambangai negara lain seperti Jerman, Belgia, Prancis dll. Dan alasan letak itu menjadikan Belanda tempat pencampuran budaya yang memikat. Tak mengherankan jika di Belanda kita menemukan budaya negara Eropa lain seperti Jerman, Inggris, Prancis, bahkan kita bisa menemukan masakan Asia, dan Mediterania.

Bonus

Sekolah di Belanda membuat kita berinteraksi dengan banyak relasi. Tentu saja bahasa menjadi alat vital untuk berkomunikasi. Sebagai negara dengan banyak kultur (pencampuran budaya), mau tak mau kita tak bisa menghindar dengan yang namanya komunikasi. Nah, di Belanda berkomunikasi bukan saja dengan bahasa setempat maupun Inggris. Enaknya di Belanda, kita juga bisa belajar bahasa lain seperti Spanyol.

Tak diragukan lagi, menimbah ilmu di Belanda berarti menyentuh dunia global, membuka akses yang besar ke negara-negara besar dan menambah pemahaman karakter negara lain.

Berikut beberapa Universitas of Professional Education/Hogeschool di Belanda:
Fontys University of Professional Education
Lokasi: Eindhoven
HAN University of Professional Education
Lokasi: Nijmegen

Sumber:
Aneka Yess! No. 19 – 18 september – 1 Oktober 2006
www.nec.or.id