Available on bookstore

Available on bookstore

25 March 2010

B3: Membongkar Gurita Cikeas


Di Balik Skandal Bank Century

Tittle: Membongkar Gurita Cikeas
Penulis: George Junus Aditjondro
Penerbit: Galang Press

Buku ini, aku dapat dari teman aku, soalnya nggak sempat membelinya, lagian peredarannya emang sekejap hilang dari pasaran, karena ditarik. Buku ini telah aku baca dua bulan lalu, tapi baru sekarang dah punya kesempatan untuk me-review-nya.
Sebagai masyarakat, akhirnya aku penasaran juga ingin membaca buku ini, setelah beberap media gencar menayangkan berita tentang Membongkar Gurita Cikeas, bahkan sekarang buku ini ada tandingannya.
Saat mengetik kata-kata ini diawal, aku cuma berharap, blog aku nggak ditarik mirip nasib buku ini atau diblokir oleh pemerintah. Ngeri juga kalo kemudian blogku dicap anti pemerintahan.

Nah, sekarang kita mulai review-nya. Buku yang hadir dengan gambar gurita bermahkota ini, sedikit banyak menggambarkan skandal korupsi di negeri tercinta ini, meski hanya berupa potongan-potongan berita dan informasi. Beberapa fota di dalamnya pun, berasal dari beberapa situs dan blog. Bahkan itu terkesan datanya kurang klop. Tapi beberapa membuatmu akan mengerti... Oh begini... Oh begitu...
Untuk keakuratan data tersebut, aku hanya ingin kembalikan kepada pembaca buat menilianya. Buatku buku ini hanya perbandingan saja, pengetahuan tentang perkembangan skandal century yang lagi gencar beredar dan kasus korupsi. Nggak lebih. Bahkan aku pengin membaca buku tandingannya.

Untuk ukuran seorang penulis, George dikatakan sebagai pemberani. Berhasil mengeluarkan buku yang paling tidak membuka mata kita tentang apa yang sedang terjadi di negeri ini. Selain itu kerja keras mengumpul potongan-potongan informasi sangat berharga dan patut diacungin jempol. Ini adalah buku yang patut diketahui para jurnalis.
Kekurangannya, beberapa isi dipaparkan dalam bentuk lampisan sehingga membuat pembaca, khususnya pembaca awam akan sulit dan mungkin harus membolak-balikan buku ini untuk membaca informasinya secara jelas.
Terlepas dari semua kontroversi buku ini, setidaknya buku ini mampu menjadi pengawasan kinerja pemerintah.

Membongkar Gurita Cikeas, nggak patut tapi layak dimiliki.

10 March 2010

B3: Pillow Talk


Setiap hati punya rahasia

Tittle: Pillow Talk
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Gagasmedia

Antusias banget saat mengetahui novel ke tujuh Christian Simamora sudah terbit dan mejeng di rak-rak bookstore. Aku sendiri dapat infonya--tentu saja dari hasil main aku di situs gagas beberapa waktu lalu. Makanya dengan segesa aku buru, dan berhasil ngedapatin novel ini.
Let's review...
Pillow Talk hadir dengan cover sebuah cangkir (atau mug gitu) putih, cukup minimalis bersama sebuah sinopsis yang keren. Sebuah sinopsis yang membuat kamu penasaran untuk menjamah isinya.
Novel ini--yang memang ditujukan untuk dewasa--aku selesai baca dalam enam hari (soalnya lagi sibuk).

Salah satu novel terbaik milik Christian ini, menawarkan kisah yang menawarkan kisah yang menarik, dibalut dengan narasi-narasi yang oke, membuat kamu makin nyaman memegang novel ini. Pillow Talk terbungkus oleh kisah yang dekat dengan kita.
Cerita yang ditampilkan pun berasa, bahwa inilah novel bukan dengan 'Cerita Dongeng'. Inilah kisah dengan balutan konflik yang begitu sederhana. Yang membuatku mengakui kehebatan Pillow Talk, karakter Jo (Joshua) dalam Pillow Talk benar-benar nyata. Hidup. Sangat amat nyata.
Tapi yang bikin greget sekaligus konflik paling bagus adalah keteguhan Sikap Jo dan Emi yang mampu menahan sebuah 'rasa' seperti sekuat mereka merasa keraguan akan keputusan mereka.
Kisah novel ini sendiri, dimulai saat Emi, sedang dilanda bahagia usai dilamar Dimas, namun penuh keraguan saat-saat belakangan menyadari ada hubungan aneh antara dia-Dimas-Jo(sahabat kecilnya). Sebuah cerita yang bikin penasaran bukan? Dalam novel sederhana ini, hadir beberapa tokoh yang lumayan intens, seperti Ajeng, Reza, Feli, dan Ethan Chang.

Yup, seperti tradisi setiap novel gagas, lembar-lembarnya nyaman banget di mata. Membuat kamu nggak berasa menahan sebuah novel. Berasa berhadapan dengan makanan ringan yang renyah. Pillow Talk menjadi salah satu novel luar biasa yang pernah kubaca saat ini.

Endinya? Asli, Pillow Talks memberikan sentuhan manis di akhir cerita.

So untuk kelebihannya sendiri, Pillow Talks menghadirkan setiap lembar dengan narasi-narasi yang indah, karakter-karakter yang begitu nyata, konflik yang keren, dan satu lagi, kisah sederhana yang dibungkus manis, sehingga terlihat mewah.

Kamu mau mencoba? Inilah Pillow Talk, sebuah karya memukau dari Christian Simamora.

(bocoran, Gita Romadhona yang jadi editornya.)

06 March 2010

Sedih? Aneh!

Aku harus apa? Ketika suasana cepet berubah.

Sedih?--Bukan.
Aneh, lebih tepatnya.

Ya... Adegan nangis.