Available on bookstore

Available on bookstore

12 September 2010

B3: Heart Block


Biarkan Cinta Menemukanmu

Title : Heart Block
Penulis : Okke ‘Sepatumerah’
Penerbit : Gagasmedia

Novel yang full warna putih ini, kudapat dari sahabatku. Penggemar novel juga, tapi sekarang dia lagi bikin film dokumenter.

Bagi penulis patut membaca buku ini. Buku ini mengangkat kasus writer’s block atau kebuntuan menulis.

Kisah dalam novel ini bermula ketika Senja—perempuan biasa dari Solo tiba-tiba mendapat penghargaan Festival Penulis Indonesia 2008 untuk kotegari Pendatang Baru Berbakat di novel perdananya, Omnibus. Dari situlah kehidupan barunya dimulai.

Dia jadi pindah ke Jakarta karena mendapat beasiswa Sekolah Menulis Kreatif akibat menangnya Omnibus. Di sana dia tinggal dengan Tasya, kakak tirinya. Kehidupannya lambat-lambat berjalan, novel kedua pun terlahir sukses. Tapi orang-orang selalu menuntut Senja untuk menulis secemerlang Omnibus. Begitupun dengan novel ketiga. Dia putus asa di bawah tekanan. Apalagi Tasnya yang berubah menjadi menejernya selalu membuat jadwal yang tak mampu dia lakukan.

Ketika dia harus mengerjakan novel 40 Days Project—semacam proyek novel yang dikerjakan dalam waktu empat puluh hari—sebagai duta menulis dari suatu penerbit, dia mengalami writer’s block. Apalagi deadline sudah di depan mata. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi jauh dari Jakarta, dan menghabiskan waktu di Bali.

Di Bali dia menemukan Genta, seorang pelukis muda. Di sini perlahan-lahan cinta melanda Senja. Dia pun akhirnya terinspirasi menjadikan Genta sebagai tokoh dalam novel proyek 40 harinya.

Tapi apa yang terjadi kemudian… Sepulang dari Bali, Genta seperti hilang. Lenyap begitu saja… dan Senja harus menemukannya atau setidaknya menyampaikan sesuatu.

Cukup penasaran? Tenanglah novel ini tak berat. Sangat ringan. Cocok dibawa kemana-mana. Dan bagi kalian yang pernah mengalami kebuntuan menulis, dapatkan tips mengatasinya dari isi cerita novel Heart Block ini.

06 September 2010

Perpisahan

Harus gua sadari di dalam suatu hubungan, ada kenyataan yang paling nyakitin. Dan itu, Perpisahan.

Perpisahan adalah bagian paling sulit dalam suatu hubungan. Sangat nyakitin buat gua, bahkan mampu membuat air mata gua tumpah. Apalagi berpisah sama orang yang selama ini menghadirkan rasa nyaman di diri gua.

Yang bisa gua lakuin kalo, detik-detik jelang perpisahan adalah nangis. Ya… harus gua akui gua sedikit cengeng. Tapi dunia kan nggak ada yang larang kalo ‘cowok itu gak boleh nangis kan?’ Dunia juga harus tahu cowok bisa nangis semalam suntuk walau hanya dalam diam.

Tulisan ini gua persembahin untuk dia. Seseorang yang tiga bulan ini, barengan ama gua, namun terpaksa harus pisah beribu mil karena sebuah kata ‘pekerjaan’. Gua kan udah janji buat lo (dia-nya gua), gua akan berdoa, agar di sana—di tempat baru lo, karir lo bagus. Gua yakin, Tuhan tuh cinta ama lo. Dia akan memberi apa yang lo ingin, yang lo butuh. Percayalah, doa itu mujarab. Meski tak tahu kapan terkabul, paling tidak Tuhan udah denger keluh kesahmu dalam doa kan?

Kalo kita ketemu lagi—atau setidaknya di waktu dan tempat yang sudah berbeda, gua akan nunjukin tulisan ini ke lo. Agar lo tahu seberapa kuatnya gua sayang ama lo. Seberapa sedihnya gua ngelepas lo pergi. Seberapa meweknya gua malam ini sampai pagi.

Gua akan ingat, semua nasehat yang lo udah kasih dalam pesan singkatmu di ponsel gua ‘Ok yank aq ru maw ke plabuhan skr n km jg hrs hdup tertib n teratur ya n psti aq jg merindukanmu’

Dua hal yang gua pelajari dari hubungan kita adalah: Pisah itu sangat-sangat nyakitin dan Cinta emang nggak harus saling ngedampingin.

04 September 2010

Baco = Anjing

Huf, gua kesal banget. Tadi diketawain ama anak-anak, gara-gara si anjing Baco. Ga tau nama lengkap si anjing itu, tapi biasa dipanggil Baco. Mungkin lengkapnya Baconawati atau Bacolinabangsat, atau Bacokambingnyablak.

Ceritanya, gua mao beli kispray isi ulang di warung. Tapi sang penjaga warung bilangnya "kispraynya ga ada". Eh, si anjing Baco yang berada di dalam warung malah ngomong--(padahal gua ga ngajak ngobrol). Dan dunia denger dia ngomong begini "Entu...," sambil nunjuk ke deretan pembalut wanita. apa? pembalut wanita? gimana gua ga kesal. Dan beberapa anak di dalam warung pada ketawa...

Gila... gua kesal. Kalo ga puasa, udah gua bunuh tuh orang. Semoga si Baco anjing keparat itu, dapet balesannya. Dengar, ini cacian gua buat lo, "Kalo lo ga gua ajak ngomong, nggak usah nyablak kayak petasan. Anjing Lo! Kampret Lo! Babi Lo!"

Gua akan beri hadiah buat lo: sebuah 'kancut pink' yang menawan, yang bisa lo pakai kayak superman.