Available on bookstore

Available on bookstore

17 October 2010

Si Gigi Ompong itu bermarga Ahebo

Lagi-lagi aku menulis tentang kisah kesalku. Sebenarnya tidak suka tapi harus kutulis.
Ceritanya, hari sabtu aku mao jenguk sodara ku di rumah sakit, eh tau-taunya ketemu temen lama. Sebenarnya aku tidak menganggapnya sebagai temen, soalnya candaanya menjurus mencela, maka aku mendaftarkan dia sebagai temen tak baikku sejak SMA.
Pas waktu papasan, dia manggil namaku lengkap banget, sambil cekikikan, dan masih sama seperti yang udah-udah nadanya meremehkanku. Ya... aku akui dulu waktu SMA dia pintar dan otakku pas-pasan, tapi nggak usah nada meremehkan ikut dong setiap bertemu denganku.
Kau harus tahu, semua orang punya kekurangan, tak pantas orang pintar kayak kau meremehkan orang lain. Lihat saja dirimu, kau punya kekurangan; berkacamata, gigi ompong di depan mirip kakek-kakek, pikiranmu statis untuk meremehkan orang lain, dan sok manis. Bukannya namamu Aego, alias Ahebo... ada Ahe bo...!!! hehehe.
Semoga suatu saat matamu terbuka, dan dapat melihat bahwa kekuranganku adalah kelebihanku. Semoga Tuhan akan selalu menjadikanmu sebagai orang pintar di antara teman-temannu.
Awas, kalau suatu saat aku lebih darimu, akan kuingatkan sesuatu padamu, bahwa kau ahebo, kau punya kekurangan, Kurang Moral.

Salam ompong untukmu si Kakek Ahe bo!