Available on bookstore

Available on bookstore

18 January 2011

Waktu Sia-sia

Entahlah, beberapa minggu belakangan ini aku merasa waktu yang kulewatkan terasa sia-sia. Malah terkadang alur hidupku berada dalam titik sangat sia-sia.

Beberapa orang di luar sana barangkali sependapat, ada hal alternatif untuk mengusir perasaan yang tidak menyenangkan, namun tak satupun alternatif tersangkut di antara bagian sel ideku. Kadangkala orang lain [merasa]
lebih berhak menilai diri kita daripada kita sendiri.
*Semoga saja Tuhan mendengar hatiku, sampai tulisan ini berakhir, Dia membuka cara pikirku tuk menemukan alternatif yang dimaksud orang di luar sana*

Sebenarnya ada pekerjaan--yang semestinya dapat membunuh pemikiranku terhadap 'waktu sia-sia'--magangku di salah satu surat kabar ternama di kotaku. Namun nyatanya pekerjaan menyenangkan itu tak lebih dari selingan cemil kripik saat kita menonton bola tengah malam. Setelah pekerjaan tersebut selesai, maka subur kembali perasaan yang tak menyenangkan itu. Waktu akan tetap terasa begitu, sia-sia. Bahkan saat kalimat-kalimat ini kububuhkan dalam blog, masih membelit satu-dua perasaan tentang titik waktu yang terabai(sia-sia)kan begitu saja olehku.

Aku berharap saja semoga pagi besok menggiringku melupakan 'waktu sia-sia' atau setidaknya memberiku alternatif hal. Biar mengurangi kadar sia-sia dalam gerak waktu hidupku.

1 komentar:

emang ngeblog bukan salah satu alternatif yaa..y gitu deh bujangan apalagi kalau masi pengangguran..stuck

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...