Available on bookstore

Available on bookstore

22 March 2011

Menulis Butuh Keahlian?

---Menulis butuh keahlian?---

Sebenarnya ada berbagai macam jawaban untuk menyelesaikan pertanyaan ini. Ada yang melihat dari sisi bakat, hobi, kebiasaan, inspirasi, cita-cita, influence, bahkan mungkin ada yang memberikan jawaban disertai alasan ikut-ikutan, coba-coba atau semacamnya.

Kalau pertanyaan yang sama kuajukan pada diriku sendiri apakah jawabanku?


"Bagiku, menulis lahir atas dasar kemauan (keinginan). Bermula dari keinginan maka kita berada pada posisi tanpa paksaan. Tanpa paksaan inilah yang membuat kita merasa enjoy kerap kali menulis, merasa menulis lebih dari sekadar hobi, atau menulis menjadi bagian penting yang tak dapat ditinggalkan. Kegiatan menulis yang seringkali dilakukan, secara otomatis melatih keahlian menulis kita. Bahkan tanpa kita sadari hal demikian pula, otomatis membentuk karakter (gaya) menulis kita. Dengan intens menulis, kita secara alamiah mampu merangkai kata, memberikan diksi-diksi cantik, dan menyuguhkan paragraf, halaman, bab yang sangat dicintai pembaca. Memang menulis butuh keahlian, tapi kemauan adalah titik start penting dalam menulis."

Apakah jawabanmu?

3 komentar:

sebenranya bukan sebuah keahlian. menulis sama saja dengan menggambar dan membaca, apakah semuanya butuh keahlian??
menulis sama saja dengan seni yang lain, bersifat abstrak tdk dpt di definisikan?
jika menulis butuh keahlian berarti seorang penulis harus sekolah khusus menulis??atau dia perlu ikut diklat dan pelatihan gt???
jawabnya TIDAK
hehhee

@Mas Harry: keahlian? bukankah ada sekolah menulis online? tapi saya setuju, ya! tapi bukan faktor utama....

semua pekerjaan juga pada dasar butuh keahlian gan,so kalau mau berhasil harus punya skill & kreatifitas

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...