Available on bookstore

Available on bookstore

10 April 2011

Papeda Ikan Kuah


Jalan-jalan ke Kota Ambon, tidak begitu lengkap jika hanya mengunjungi wisata pantai saja. Cobalah beberapa menu khas Maluku sebagai wisata kuliner. Sebagian rumah makan khas Maluku menyidangkan menu Papeda Ikan Kuah. Kuliner ini adalah gabungan dari Papeda dan Ikan Kuah.
Papeda dan Kuah Ikan memang sudah tidak asing lagi di lidah orang Maluku asli. Nyaris pelosok desa di kepulauan Maluku mengenal baik Papeda beserta Kuah Ikan. Papeda merupakan makanan pokok, setara dengan nasi, jagung maupun sagu.Papeda sendiri terbuat dari sari perasan air sagu yang telah mengering. Biasanya sari perasan air sagu yang dijual di pasar tradisional dikenal dengan sebutan sagu tumang. Untuk membuat Papeda, sagu tumang ini dimasak dengan mencampur air sedikit demi sedikit. Biasanya pengadukan cairan sagu tumang dilakukan berkali-kali, hingga adonan papeda terlihat lebih kenyal.
Kenyataan paling unik dari Papeda adalah—cara penyajiannya. Usai dimasak papeda diangkat dan dipotong menggunakan sendok khusus dari bambu—benda ini dikenal sebagian orang di Maluku dengan Gata-gata.
Nah, untuk pelengkapnya, papeda ditemani dengan ikan kuah atau kuah ikan. Kuah ikan menjadi penting mengingat papeda rasanya tawar. Kuah Ikan merupakan racikan Ikan yang dimasak kuah beserta bumbu dapur yang khas. Biasanya rasa sereh, kunyit harus lebih nendang ditambah warna kuning asli kunyit, di dalam kuah adalah hal wajib—sebagai penggugah rasa Papeda.
Cara makannya, mudah. Kuah ikan dituangkan beberapa mili ke dalam piring papeda. Tinggal dicicipi bersama ikan kuah.
Dan satu info lagi—di Maluku dalam menikmati Papeda Ikan Kuah, sangat lazim dengan hanya menggunakan tangan. Mungkin bagi sebagian orang ini kurang lazim. Bagi yang tidak terbiasa bisa menggunakan sendok untuk menikmati sajian Papeda Ikan Kuah. Namun umumnya tamu dari luar kota turut menggunakan tangan bila menikmati Papeda Ikan Kuah demi menghormati Tuan Rumah (Kota Ambon).
Anda Ingin mencicipi lezatnya menu ini? kunjungi Ambon, sekarang!

6 komentar:

sluurrppp...bikin perut keroncongan aja neh hehehe

@Mas Harry: hahahahaha..... ayo, kita usul kalo ssekali-kali bikin acara makannya papeda. ok!

Kayaknya bubur sagu itu pernah dibawa nyokap ke Jakarta dan gua pusing makannya. Well that fish is soo seduceful to eart right? Hahahaha!

I'll wait another unique post from you buddy.
Warm regards from psychology student who stuck in urban jungle.

wah...Ello bisa juga nich..hehhe...mantap sob..
nice posting..

waduuuh...jadi ngiler..sudah lama gak makan papedaa... :))

Saya sering mendengar nama kuliner ini tapi sampai sekarang belum pernah sekalipun mencobanya. Maklum saja di tempatku gak ada sagu tumang :D

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...