Available on bookstore

Available on bookstore

09 May 2011

Kukerta--KKN

Hari ini, adalah hari tersibuk selama kuliah dari semester awal. Sejak kemarin hariku dipenuhi dengan prepare rencana KKN—atau Kukerta—sebuah kependekan yang dibuat kampusku, dari kepanjangan Kuliah Kerja Nyata.


Setiap barang kucek, koper kupilih-pilih demi persiapan yang matang.


Parahnya, aku di tempatkan di sebuah desa bernama Tanjung Yuanielo—sebuah dusun di Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, yang tak bersinyal. Aku harus mendiami lokasi tersebut selama dua bulan. Kebayang kan, selama hari-hari itu aku harus berdamai dengan suasana yang tak ber-twitter, ber-fb, ber-blog, ber-millis. Tapi sebelumnya telah kuwanti-wanti, tiap ada waktu free, bakal kucuri waktu ke kota—kebetulan ibu kota Maluku Tengah (Masohi) berjarak-waktu 30 menit dari lokasi desa.


Saat bertemu dosen pembimbing pada kelompok kami tadi siang, walah malah ciut nyaliku. Pembimbingnya berasal dari fakultas sebelah. Sepintas melihat beliau, kesan galak yang pertama tercetus. Nada bicaranya lebih dari tegas, beberapa kali intruksi diulang seolah-olah mengingatkan mahasiswa bimbingannya “tak boleh ada kesalahan”. Beliau hampir mendekati perfectsionis. Menyeramkan? Ya, sepertinya.


Hum, dan esok tanggal 10 Mei merupakan hari keberangkatan kami. Mudah-mudahan lokasi yang kutempati memiliki kesesuaian dengan apa yang kubayang; penduduk yang ramah, kepala desa yang baik hati, program kerja yang tidak berat-berat dan satu lagi, rumah warga yang kutempati memiliki orang-orang yang supermengerti keadaan mahasiswa.


Semoga…

2 komentar:

kalo jaman saya kuliah dulu kegiatan kayak gitu cuma Baksos buat kuliah kerja nyata diganti PPL untung gak sampe kepelosok² hehhehe

Uho~ Uho~ banyak perubahan ya di blog ini :D Oiya, selamat ber-kukerta ria untuk kak Ello! Semangat ya kak ^^

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...