Available on bookstore

Available on bookstore

02 June 2011

Rumah Keong

Sepanjang masa tanpamu, aku bak seseorang yang hampir majnun dalam kisah Khais-Laila milik negeri Arab. Malamku terus disibukkan dengan folder ingatanku terhadapmu. Kau tahu, sekuat apa aku menjaga duniamu dalam hatiku? Amat sangat kuat. Kita tak hanya Indah bagiku. Kita mungkin bahkan lebih dari itu. Hanya saja, kita tidak sedang melihat bintang yang sama, menikmati hujan yang turun depan kamarku berdampingan dan kita tidak sedang merasakan deru AC dalam satu ruang.

Aku selalu punya pertanyaan, bukan saja tertuju padamu, tentu diriku juga. Kenapa semayam sekali kau walau 'bersama' tak ada dalam keadaan kita saat ini? Barangkali karena kau memiliki rumah keong dalam diriku. Kurasa jawaban itu tepat. Kau boleh lari atau ber-musafir, tapi kau tetap akan merasa lelah kan? Lalu kau kembali ke rumahmu dan mengatakan, "Aku memiliki Keong yang tak bisa kutinggalkan".

Bila saja suatu saat kita sepakat berhadap-hadapan di dalam rumah keong, kau akan kuletakan dalam satu garis vertikal bersamaku, aku melempar senyum, dan nakal mengedip.

Hummm, aku sudah tak sabar akan hari itu. Rumah Keong, Kau, Aku dan Kita.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

7 komentar:

Jadi intinya, tak ada yang bisa meninggalkan rumah ya??
(maklum, pemikiran anak SMA)

kata-katanya persona dan mengena sekali. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi Putri.

Artikelmu bagus juga,
silahkan berkunjung di blog saya @
Get A New Articles
makasih...^^

eh...mau bikin rumah keong? muat gitu?hee
:soklugu:

salam kenal ^__^, makasi udah berkunjung ke blog saya

aku sukak perumpamaan rumah keongnya. aku besok bikin rumah keong sama siapa ya?? *lohhh :P

Salam kenal
artikel yang sungguh inspiratif sekali penuh dengan makna kiasan

rumah keong,
rumah adalah tempat dimana hati kita berada meski raga kita di tempat lain

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...