Available on bookstore

Available on bookstore

10 September 2011

Kita dalam Bad dan Good News

Inilah petikan buku yang membuat saya manggut-manggut dan berkata, 'tepat' tanpa harus saya pertimbangkan apa yang ditulis penulis adalah fakta atau bualan belaka.

Tulisan ini adalah gambaran Indonesia sekarang, meski bukan garis besar isi Buku Tersebut, karena petikan satu paragraf yang menarik bagi saya, hanya terdapat pada bagian 1 dari 4 bagian buku yang dibahas.

Saya juga tak ingin membahas apa yang ditulis sang penulis dalam paragraf termaksud, benar - salah, atau mengundang orang lain untuk membahas setiap good news dan bad news yg tercantum di dalamnya. Saya hanya ingin anda lihat tulisan ini, karena saya rasa sebagian orang yang masih tak menyadari dan mengiyakan tulisan ini.

Berikut kutipan buku yang membuat saya tersenyum salut***;
Buku: Cracking Zone (Bagaimana Memetakan Perubahan di Abad 21 & Keluar Dari Perangkap Comfort Zone)
Penulis: Rhenald Kasal
Bagian: I
Halaman: 16
Paragraf: 1

--INDONESIA BARU ditandai dengan bad news dan good news. Serangkaian bad news itu sudah Anda kenali simptomnya. Rontoknya kepercayaan masyaraakat kepada aparat penegak hukum, meluasnya perilaku korup, birokrasi yang lamban, lalulintas yang amburadul, buruknya infrastruktur, rangkaian peristiwa bencana alam tanpa respons penanganan yang cepat, dan memudarnya sopan santun serta kemampuan berbicara arif di kalangan para pejabat dan tokoh publik. Tetapi marilah kita akui juga keberadaan good news. Ekonomi yang bergerak, gaji guru meningkat empat kali lipat, gairah kewirausahaan, pendapatan per kapita menyentuh US$3.000, maraknya jejaring sosial dengan 180 juta ponsel, menguatnya sistem demokrasi, tumbuhnya kesadaran-kesadaran baru dan kepedulian sosial serta partisipasi luas masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial-ekonomi--

Catatan,
***Kutipan tak membahas keseluruhan isi buku, ini seperti wacana umum yang kebetulan menarik perhatian saya.

---
Powered by Telkomsel BlackBerry®

4 komentar:

#eaaa.. Akhirnya di riview juga.
Sebenarnya buku ini adalah buku Ekonomi murni, hanya saja gaya penulis yang apik sehingga ulasan ekonomi yg tadinya kaku dan membosankan, berubah jadi enteng dan mudah dicerna otak.

Yg menarik dlam buku ini juga, kita diajak menengok kelas baru yg makin menguat dominasinya : Kelas Menengah.
Awalnya saya juga bingung memetakan dan mengidentifikasi Kelas sosial dalam kehidupan sehari-hari. Tapi berkat petunjuk sederhana dari buku ini saya jadi sadar bahwa sebenarnya saya termasuk dalam 'golongan' yg dimaksud.

Eniwei, riview yg menarik :)

Salam
Rifky Santiago

@iki: itu bukan review buku, cuman petikan yg manerik bagi saya.

Hmm. Ini sebentuk cukilan rupanya. ;D

Tapi memang menarik Ello. :)

@ayu: makasih kalo cukilannya menarik

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...