Available on bookstore

Available on bookstore

24 April 2011

Lomba Menulis: Review Novel Curhat Sang Presiden


Ello Aristhosiyoga penulis Curhat Sang Presiden tertanggal 16 April 2011 resmi mengadakan lomba review Novel Curhat Sang Presiden. Rinciannya sebagai berikut:
Kententuan Umum
1. Untuk semua kalangan, pelajar, mahasiswa, dosen, komunitas dan terbuka untuk umum secara nasional
2. Bagi Pengguna Facebook dan para Blogger
3. Deadline: 8 Juli 2011
4. Pengumuman pemenang dilaksanakan 18 Juli 2011 di blog Resmi Ello Aristhosiyoga (http://elloaristhosiyoga.blogspot.com) dan Facebook: Ello Aristhosiyoga.
5. Update peserta dilakukan paling lama seminggu sekali di blog Resmi Ello Aristhosiyoga (http://elloaristhosiyoga.blogspot.com) dan Notes Facebook: Ello Aristhosiyoga.
6. Juri: Ello Aristhosiyoga, Sutrami Nusalelu dan Moh. Kamil. Dan penetapan pemenang tidak dapat diganggu gugat.


Syarat:

Syarat Review:
Untuk Pengguna Facebook:
1. Masukan Review anda dalam bentuk Notes atau Foto yang berisi keterangan Review Buku Curhat Sang Presiden. Didalam review masukan juga kalimat percakapan yang paling disukai dalam novel Curhat sang Presiden.
2. Isi foto: menggambarkan Anda sedang membaca atau memegang Novel Curhat Sang Presiden. Sedang Notes harus mencantumkan foto Anda sedang membaca atau memegang Novel Curhat Sang Presiden
3. Diakhir review masukan info Lomba Menulis: Review Novel Curhat Sang Presiden
4. Tag (Menandai) 25 orang, termasuk Facebook: Leutika Prio dan Ello Aristhosiyoga.

Untuk Pengguna Blog
1. Tulisan review di blog harus mencantumkan foto Anda sedang membaca atau memegang Novel Curhat Sang Presiden. Didalam review masukan juga kalimat percakapan yang paling disukai dalam novel Curhat Sang Presiden.
3. Diakhir review masukan info Lomba Menulis: Review Novel Curhat Sang Presiden
4. Dapatkan 5 komentar dari teman-teman anda tentang Review-mu di bawah postingan.


Wajib mengirim hasil review anda ke alamat email: (curhatsangpresiden@gmail.com) dengan subjek: Lomba Review Curhat Sang Presiden dilampirkan dalam bentuk attachment. Didalam Lampirannya berisi nama peserta, alamat lengkap, alamat facebook atau alamat blog dan nomor rekening.


Hadiah
Pemenang review terbaik Facebook dan Blog akan dirinci sebagai berikut,
1. Juara I : Rp. 1.000.000,-
2. Juara II : Rp. 500.000,-
3. Juara III : Rp. 300.000,-
4. 3 foto terunik bersama buku Curhat Sang Presiden yang di-review akan mendapat masing-masing 1 buah flashdisc 2 gigabyte.
5. Lima review yang masih dianggap bagus (di luar pemenang juara) akan mendapatkan masing-masing satu buah bukuSorry jek, aku 'gak bakal ketipu (lagi)!!!” terbitan Leutika Prio.

*******************

Untuk melihat detail Novel Curhat Sang Presiden klik Link. Penjelasan Detail Novel Curhat Sang Presiden

Novel perdanaCurhat Sang Presidenhanya dapat dibeli (dipesan) via website www.leutikaprio.com, inbox faceboook Leutika Prio dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988

18 April 2011

Peserta Lomba Review Novel Curhat Sang Presiden

Jadilah yang pertama untuk peserta lomba novel Curhat Sang Presiden


14 April 2011

Novel Curhat Sang Presiden telah Terbit

Novel perdana “Curhat Sang Presiden” dapat hanya dibeli (dipesan) di website www.leutikaprio.com, inbox Leutika Prio dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia


Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Curhat Sang Presiden
Penulis : Ello Aristhosiyoga
Penerbit: Leutika Prio
Tebal : vi +176 hlm
ISBN : 978-602-9079-59-3
Harga : Rp 40.200,-

Sinopsis :

Deo dan Satir adalah dua sahabat dengan kesamaan nasib. Sama-sama kehilangan pasangan membuat keduanya menjalani hidup penuh kehati-hatian. Keduanya saling menyemangati. Mereka berbagi cerita, kisah dan masalah. Bahkan sama-sama percaya, bahwa ‘setiap manusia akan berputar-putar sebelum menemukan akhir cerita hidupnya’.
Benarkah?
Ternyata Tuhan merencanakan lain, mereka bertemu pasangan-pasangan terdahulu setelah emat tahun berpisah. Deo bertemu Dale dan Satir bertemu Kanu.
Akankah mereka lari dari kenyataan di depan mata? Atau ada kisah lain hadir dari kedatangan Dale dan Kanu?
“Kau percaya reinkarnasi?” tanya Deo suatu sore.
“Ya,” jawab Satir.
“Bila kita sama-sama dilahirkan kembali kau mau jadi apa?”
“Aku akan tetap menjadi cokelat, musik, atau—”
“Atau apa?” sela Deo.
“Atau menjadi dirimu.”
Deo heran mendengarnya, “Diriku? Kenapa?”
“Karena kau pria terbaik yang pernah kukenal. Dan kau bukan hanya menjadi sabahat bagiku, tapi teman berbagi rasa sekaligus kekuatan untukku berdiri. Bagaimana denganmu?”
“Aku akan menjadi dirimu. Seorang wanita yang menjalani segelintir kisah sangat belit dan berliku dengan ketegaran.

*

Inilah kisah Curhat Sang Presiden dan Rasa Hati. Dua blog situs yang ditulis dengan kesungguhan. Dua blog yang dilahirkan untuk berdampingan. Lewat tulisan-tulisan mereka bercerita dan berbagi.


Berikut apresiasi untuk novel ini


"Curhat Sang Presiden" ini bukan curhat biasa. Ia mengajak kita bersedia membuka diri, mengeluarkan segenap uneg hati, dan mendengar dunia. Sebuah curhat yang mengingatkan kita untuk tetap menjadi manusia -- Ndoro Kakung (Blogger, Buzzer, Penulis).


---Kisah disajikan mengantar imaji pembaca pada hamparan narasi yang lancar dan "hidup" menggulirkan alur cerita. Paduan antara kemampuan penyampaian yang lincah, cerdas dan efektif, karakter tokoh yang kuat serta akhir kisah yang menyentak menjadi kekuatan utama rangkaian cerita dalam buku ini. Sang Penulis telah berhasil memukau saya sebagai seorang Story Teller yang memikat.---Amril Taufik Gobel, (Blogger, Kontributor Yahoo Indonesia, Penulis).

---Deo, seorang pria sekaligus suami yang mencoba survive ditengah kemelut rumah tangga dan berhasil “memerdekakan” hati sang istri. Satir, seorang perempuan tangguh sekaligus istri yang mencoba ‘memberangus’ cinta lama untuk tetap setia pada sang suami. Pasutri dalam novel ini sangat menginspirasi saya.
Curhat Sang Presiden juga membantu kita menjelajahi seluk-beluk dunia blogging, manfaat sebuah doa serta nikmatnya coklat.
---Rifky Santiago(Blogger, freelance journalist, Pecinta Buku).

Perencanaan Cover Novel Curhat Sang Presiden


Ini adalah perencanaan cover Novel Curhat Sang Presiden. Sangat sesuai dengan keinginanku, namun karena beberapa pertimbangan, akhirnya, aku meminta pihak penerbit Leutika Prio untuk merubah cover sedikit.

Thanks sebesar-besarnya untuk teman-teman Arumbai yang telah mendukung lahirnya novel ini.

10 April 2011

Papeda Ikan Kuah


Jalan-jalan ke Kota Ambon, tidak begitu lengkap jika hanya mengunjungi wisata pantai saja. Cobalah beberapa menu khas Maluku sebagai wisata kuliner. Sebagian rumah makan khas Maluku menyidangkan menu Papeda Ikan Kuah. Kuliner ini adalah gabungan dari Papeda dan Ikan Kuah.
Papeda dan Kuah Ikan memang sudah tidak asing lagi di lidah orang Maluku asli. Nyaris pelosok desa di kepulauan Maluku mengenal baik Papeda beserta Kuah Ikan. Papeda merupakan makanan pokok, setara dengan nasi, jagung maupun sagu.Papeda sendiri terbuat dari sari perasan air sagu yang telah mengering. Biasanya sari perasan air sagu yang dijual di pasar tradisional dikenal dengan sebutan sagu tumang. Untuk membuat Papeda, sagu tumang ini dimasak dengan mencampur air sedikit demi sedikit. Biasanya pengadukan cairan sagu tumang dilakukan berkali-kali, hingga adonan papeda terlihat lebih kenyal.
Kenyataan paling unik dari Papeda adalah—cara penyajiannya. Usai dimasak papeda diangkat dan dipotong menggunakan sendok khusus dari bambu—benda ini dikenal sebagian orang di Maluku dengan Gata-gata.
Nah, untuk pelengkapnya, papeda ditemani dengan ikan kuah atau kuah ikan. Kuah ikan menjadi penting mengingat papeda rasanya tawar. Kuah Ikan merupakan racikan Ikan yang dimasak kuah beserta bumbu dapur yang khas. Biasanya rasa sereh, kunyit harus lebih nendang ditambah warna kuning asli kunyit, di dalam kuah adalah hal wajib—sebagai penggugah rasa Papeda.
Cara makannya, mudah. Kuah ikan dituangkan beberapa mili ke dalam piring papeda. Tinggal dicicipi bersama ikan kuah.
Dan satu info lagi—di Maluku dalam menikmati Papeda Ikan Kuah, sangat lazim dengan hanya menggunakan tangan. Mungkin bagi sebagian orang ini kurang lazim. Bagi yang tidak terbiasa bisa menggunakan sendok untuk menikmati sajian Papeda Ikan Kuah. Namun umumnya tamu dari luar kota turut menggunakan tangan bila menikmati Papeda Ikan Kuah demi menghormati Tuan Rumah (Kota Ambon).
Anda Ingin mencicipi lezatnya menu ini? kunjungi Ambon, sekarang!

04 April 2011

Milad 2 Arumbai




¬¬___“Mengapa kau menyerahkan lilin yang kau sembunyikan sejak tadi di belakang panggulmu?” todong wanita itu sembari memucing mata.
“Oh, kau sudah lupa ultah jadian kita?”
Wanita tersebut kemudian tersenyum lantas memeluk spontan pria tegap di hadapannya.___


***

Tak terasa sudah tahun ke dua Arumbai berdiri—sebuah komunitas blogger yang dengan keterbatasan mampu mempersatukan para pecinta dunia penulisan di dunia maya, yang memiliki ikatan emosi dengan negeri Maluku tercinta.
Kini komunitas memiliki anggota yang tersebar hingga ke Jakarta. Dari berbagai suku, kami disatukan dengan cinta, tulisan, harapan dan berbagi. Aku ingat, dulu sewaktu bergabung 2 tahun lalu kejadian tak mengenakan terjadi. Saat anggota Maluku blogger—nama pertama komunitas sebelum berganti nama Arumbai—memberikan seminar sekaligus menjaring penggabungan anggota baru Arumbai, mendadak mati lampu.
Siapa sih, di dunia ini senang mendengar mati lampu? Bila saja kau tanyakan kepada bapak SBY—Bagaimana rasanya menghadiri rapat terbatas bersama Mentri yang tiba-tiba mati lampu kala sedang asik panjang melebar mengeluhkesahkan kinerja para pembantunya?—mungkin dia akan setuju dengan tulisanku hari ini.
Dongkol? Tentu saja….
Mungkin benar, term, tiap langkah yang kita lewati takkan berarti tanpa rintangan.
Hari ini, aku merasa bangga berdiri di tengah teman-teman Arumbai. Ibarat potongan-potongan puzzle yang disatukan lewat cara yang berbeda. Kami memiliki cita-cita yang mulia; membangun Maluku melalui tulisan-tulisan kami, mengkampanyekan internet sehat ke sekolah-sekolah dan universitas, bersosialisasi lewat senyuman-senyuman dan sapaan kami.
Terima kasih terdalam untuk semua penghuni Arumbai;
-Almascatie
-Ma Rur
-Mas Dharma
-Cha Eby
-Mas Hari
-Cha Nia
-Om Brad
-Rifky Santiago
-Sarah Aleyda
-Om Embong
-Tiara
-Sem
-Bang Noel
-Bang Semmy Toding
-Stanlly
-wesley
-Mas Daeng Gassing
_Mbak Ira
-Arif
-Dll


Sebelum menutup cerita ini, Izinkan aku mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-2 untuk Arumbai yang jatuh pada hari ini. Semoga kita selalu seirama mengerjakan tugas mulia. Teman-teman Arumbai, aku sangat mencintai kalian.