Available on bookstore

Available on bookstore

27 May 2011

Pedalaman, Tak Meluntukan Semangat Menulis

Tak terbayang rasanya, saat aku 'dilempar' ke sebuah wilayah-kecil tak bersinyal. Daerah Tanjung Yainuelo, desa mini pada Kabupaten Maluku Tengah, demi tugas Kuliah. Bayangan pertama adalah tertutup akses informasi, lalu seperti kutulis dalam ceritaku sebelumnya, tentang keadaan yang 'tak ber-twitter, tak ber-fb, tak ber-blog, tak ber-millis', begitulah pemikiran tersebut tercetus. Lalu bayangan lain muncul seperti, takan pernah ada sebuah tempat bernama warnet. Takut? Sebenarnya tidak demikian. Hanya saja akan sulit menerima keadaan tak online demi sebuah 'perdamaian' bersama daerah pedalaman.

Untunglah, lepas tiga hari aku menandaskan kaki di desa ini, sinyal salah satu provider hadir. Kedatangan sang 'S' bak pahlawan. Mendadak dia merubah desa ini, hidup dengan ponsel-ponsel yang terdengar di sana-sini. Hum, sang 'S' melaju kencang merubah fungsi ponsel yang hanya sekadar pemutar suara, video dan foto menjadi jati dirinya; ponsel yang 'sanggup' menerima-mengirim pesan dan menerima-melakukan panggilan.

Kedatangan sang 'S' lantas menjadi peluang berharga bagiku. Untuk memutus ketakutanku membiarkan blog dalam keadaan mati suri tanpa new entry, aku memutar otak. Layanan full service BB kupilih sebagai langkah tepat mendekati dunia online. Keadaan berubah drastis mendadak usai layanan tersebut menjejal selulerku. Suasana yang 'tak-ber' berganti dengan suasana 'ber-twitter, ber-fb, ber-blog, ber-millis.

Lalu pesan-elektronik pun kugunakan sebagai media perantara menuju blog. Lewat eloktronik mail aku menuliskan cerita-cerita menarikku, mencurhatkan sekian hati untuk diperlihatkan kepada maya, menumpahkan kesan dimataku agar ditangkap orang di luar sana. Meski harus siap beradaptasi tangan lewat keypad yang begitu mini, namun terbayar haus menulisku. Aku mampu menyapa maya meski elektronik-mail menuntutku bergelut bersama sesuatu yang awalnya tak biasa. Dari pedalaman nun jauh, aku menulis, mencurhatkan isi hati dan memposkan tulisan hati. Sungguh, aku menikmatinya.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

25 May 2011

Bertani Cokelat, Nafkah Sampingan Warga Kecamatan Amahai

Hampir sebagian besar kawasan kecamatan Amahai-Kabupaten Maluku Tengah-Propinsi Maluku, warganya berkebun cokelat. Tanaman ini mudah ditemui hampir di seluruh desa dengan dataran yang tidak terlalu tinggi. Di desa Tanjung Yainuelo (Desa pada Kecataman Amahai) sendiri petani cokelat tersebar hampir merata.

Biasanya buah cokelat yang dipanen oleh petani adalah buah cokelat yang telah menguning atau matang. Biji-biji buah cokelat lantas dikeluarkan dari buahnya--aktifivitas ini dilakukan setelah proses panen di perkebunan.

Kegiatan selanjutnya adalah, kegiatan menjemur biji cokelat. Kegiatan menjemur cokelat memakan waktu hampir seminggu. Saat musim hujan kegiatan ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Warga memamfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah sebagai lokasi penjemuran biji cokelat. Namun berbeda dengan beberapa rumah warga yang tak memiliki lahan cukup, umumnya mereka menggunakan tepian aspal jalan sebagai spot penjemuran cokelat.

Biji cokelat yang sudah kering biasanya dijual kepada agen atau pengepul. Harga cokelat per kilogram saat ini di Kecamatan Amahai berkisar antara Rp. 15.000 - Rp.20.000, bergantung keadaan pasar (penawaran, permintaan, kesepakatan).

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

22 May 2011

Sendal: Aku Merindukanmu

Gambar di atas, adalah sendal kesayanganku. Udah seminggu lebih aku harus rela meninggalkannya di rumah. Sempat kepikiran untuk membawanya ke lokasi KKN. Tapi, karena ada pikiran semacam "nanti sendalku akan hilang/putuus" maka kubatalkan membawanya. Sebelum berangkat ke lokasi KKN, aku sudah menyimpannya di dalam lemari bajuku. Ya, buat jaga-jaga aja, biar gak hilang, atau tercecer.

***

Untunglah, aku sudah membidiknya lewat BB ini, jadi kalo kangen tinggal mandangin fotonya aja atau aku rubah wallpaper BB-ku dengan foto dia. Hum, mungkin terkesan lebay. Tapi itulah aku dan sendal bututku.

***

Satu hal yang ingin kukatakan padanya: I Miss U. Sabar eaaa, tunggu aku kembali pertengahan bulan depan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Peserta Curhat Sang Presiden

Peserta lomba Review Curhat Sang Presiden
*

-Update Pesera:
-Isro Machfudin:
http://zipoer7.wordpress.com/2011/05/18/review-novel-curhat-sang-presiden/
Powered by Telkomsel BlackBerry®

20 May 2011

Pantai Tanjung Yainuelo

Pantai Tanjung Yainuelo--Kec. Amahai, Kab. Maluku Tengah.

-tipe pantai:
*berpasir
*dipenuhi pohon kelapa
*bersih
*laut dekat pantai berciri setengah landai (tidak cocok untuk orang yang tidak dapat berenang)
*daratan pantai menjorok ke laut.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lagu Cinta 12

Aku menulis kalimat-kalimat ini, saat aku mendengarkan melodi--tepatnya ketika tentangmu Lebih Dari Indah,
saat malam bergelayut dan dirimu mengerebungi pikiranku,
saat hujan baru saja menghentikan amunisinya lantas kau diam-diam berhasil menjeratku dengan ilusi memoarmu.

Kau
Ibarat, anjing yang setia melolong dalam malam larutku,
bak pejabat yang siap berdusta padaku demi uang korup,
laksana pelacur yang giat menghalalkan cinta demi menafkahiku.

12
Aku masih
Dulu

Kau tahu, aku mampu membunuh pasanganmu-pasanganku demi kau.

12
Aku masih
Dulu

Kau
Laksana, samurai yang selalu terbungkus dalam sarung hatiku,
bak, tikus got yang kerap muncul tiba-tiba lalu mengagetiku,
ibarat, unggas yang mendadak kicau untuk menggetarkan hatiku.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

09 May 2011

Kukerta--KKN

Hari ini, adalah hari tersibuk selama kuliah dari semester awal. Sejak kemarin hariku dipenuhi dengan prepare rencana KKN—atau Kukerta—sebuah kependekan yang dibuat kampusku, dari kepanjangan Kuliah Kerja Nyata.


Setiap barang kucek, koper kupilih-pilih demi persiapan yang matang.


Parahnya, aku di tempatkan di sebuah desa bernama Tanjung Yuanielo—sebuah dusun di Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, yang tak bersinyal. Aku harus mendiami lokasi tersebut selama dua bulan. Kebayang kan, selama hari-hari itu aku harus berdamai dengan suasana yang tak ber-twitter, ber-fb, ber-blog, ber-millis. Tapi sebelumnya telah kuwanti-wanti, tiap ada waktu free, bakal kucuri waktu ke kota—kebetulan ibu kota Maluku Tengah (Masohi) berjarak-waktu 30 menit dari lokasi desa.


Saat bertemu dosen pembimbing pada kelompok kami tadi siang, walah malah ciut nyaliku. Pembimbingnya berasal dari fakultas sebelah. Sepintas melihat beliau, kesan galak yang pertama tercetus. Nada bicaranya lebih dari tegas, beberapa kali intruksi diulang seolah-olah mengingatkan mahasiswa bimbingannya “tak boleh ada kesalahan”. Beliau hampir mendekati perfectsionis. Menyeramkan? Ya, sepertinya.


Hum, dan esok tanggal 10 Mei merupakan hari keberangkatan kami. Mudah-mudahan lokasi yang kutempati memiliki kesesuaian dengan apa yang kubayang; penduduk yang ramah, kepala desa yang baik hati, program kerja yang tidak berat-berat dan satu lagi, rumah warga yang kutempati memiliki orang-orang yang supermengerti keadaan mahasiswa.


Semoga…

08 May 2011

Asty dan Apresiasinya

Aku mengenalnya sebagai Asty—wanita berjilbab, yang sering cuap-cuap di salah satu Radio lokal. Tak percaya, kini dia membaca novelku. Bagiku, ketika orang membaca sebuah karya, kurasa itu sudah lebih dari cukup. Karena “nilai” menghargai karya adalah sebuah keputusan memilih.


Saat iseng bertanya, tentang tiga kata—yang cocok untuk menggambarkan Curhat Sang Presiden dia dengan senyum malu-malu bak putri menatapku. Lalu sepuluh detik kemudian dia menguar kata: Curhat Sang Presiden; Keren, Inspiratif, Romantis.


Oh, aku mengulum bibir ria, mendengarnya.


Lantas ketika aku meminta, komentar lengkapnya, Asty malah makin bersemangat, lalu menarik kertas dan menuliskan sejumlah apresiasinya kepadaku:
Curhat Sang Presiden, bisa jadi adalah curhat sang penulis (hehehe…), disajikan secara apik lewat alur cerita yang mengesankan. Inspiratif, romantis, dan menggugah. Sang penulis piawai menggambarkan kesetiaan dari sisi yang berbeda, dengan ending yang memukau. Efeknya, aku jadi penasaran: “cokelat bisa membuat kita melupakan kesedihan kita. Bener gak ya?” Nasty Anwar—Penyiar Radio dan Pecinta Fiksi.

06 May 2011

Surat Singkat Untuk Refa

Kau datang bak angin semilir membelai kulit,
sejuk,
nyaman,
Bahkan melampaui batas


Kau ikat hatiku,
bungkus dengan harum katamu,
lalu melilitnya bersama lakumu.


Waktu membuktikan kita melanggar buku Tuhan
Kita berzina
Berzina atas nama cinta
Mata, mulut, tangan, hingga bagian tertutup
Zina kita atas nama cinta.


Kau ikat hatiku,
bungkus dengan harum katamu,
lalu melilitnya bersama lakumu.


Waktu menampilkan serentetan dirimu.
Menampilkan serentetan aku.
Kita adalah cinta
Kau—aku—kita zina, hina dan binan.