Available on bookstore

Available on bookstore

17 September 2011

Ruhut Sitompul Mulut Ember?

Ide postinganku kali ini muncul ketika saya menemukan berita ringan di salah satu koran lokal di kota saya. Beritanya tak terlalu bombastis namun agak bikin geli. Saya akan mengajak anda sekadar membayangkan apa yang saya bayangkan usai membaca seluruh isi berita.

Berita ini bersumber dari koran Ambon Ekspres yang terbit pada hari Kamis, 15 September 2011, pada halaman pertama. Saya tak akan menulis seluruh isi berita yang ber-lead, PKB Sebut Ruhut Sitompul 'Mulut Ember' tersebut melainkan saya akan meringkasnya.

Kira-kira isinya seringkas berikut: Politis PKB, Abdul Malik Haramain tidak menerima statement Ruhut Sitompul. Pasalnya Ruhut mengaku, pernah didatangi anggota DPR Fraksi PKB yang 'memohon' untuk menyelamatkan posisi Ketua Umum PKB-Muhaimin Iskandar. Inilah bahasa yang ditiru dari anggota fraksi tersebut, "Abang tolonglah, kita kan sama-sama di Sekretariat Gabungan," ucap Ruhut (14/9). Blak-blakan bukan?

Jelas Abdul Malik merasa PKB dilecehkan, dan merasa Ruhut perlu dibina. Seperti yang saya kutip dari Ambon Ekspres, begini komentar Abdul Malik, "Pembinaan khusus itu penting, karena saya mendengar Ruhut itu sudah mendapatkan SP (Surat Peringatan) kedua dari Partai Demokrat. Artinya jika faktanya sudah mendapatkan SP II tidak ada perubahan dan tetap saja EMBER, tidak ada salahnya SBY bertindak lebih jauh lagi. Kita serahkan kepada SBY membina khusus Ruhut," katanya.

Aha, saya rasa anda telah menemukan apa yang bikin geli buat saya. Kata EMBER itu loh. Bayangkan bila saja kata Mulut Ember bukan saja majas atau perumpamaan, maka saya rasa kita akan berada dalam posisi yang sama. Tertawa. Atau paling tidak tersenyum.

Berapakah diameter mulut Ruhut Sitompul? 10 senti? 15 senti? 30 senti? Tergantung objek ember yang anda bayangi. Terserah anda.

---
Powered by Telkomsel BlackBerry®

16 September 2011

Bila Pengemis Membentuk Komunitas Online

Kali ini postingan saya, masih berkutat dengan buku best seller Rhenald Kasal, Cracking Zone. Hmmm, lagi-lagi saya 'kepincut' dengan paragraf pembuka pada bagian kedua, yang bukan saja membuat saya mengakui kenyataan isi tulisan, namun mampu membuat saya meledak tawa.

Apakah itu? Saya rasa anda bisa menilai sendiri, setelah saya mengutipnya.

Buku: Cracking Zone (Bagaimana Memetakan Perubahan di Abad 21 & Keluar Dari Perangkap Comfort Zone)
Penulis: Rhenald Kasal
Bagian: 02
Halaman: 64
Paragraf: 1

--Sebuah perubahan belum dapat dikatakan terjadi sebelum ia menyentuh aspek perilaku. Bagian ini menunjukan bahwa perilaku itu adalah riil. Revolusi digital yang berlangsung perlahan-lahan telah mencapai puncaknya di Indonesia pada tahun 2008-2012, ditandai dengan penetrasi mobile digital secara besar-besaran. Ia menjadikan alat komunikasi bersifat personal, sementara catatan pribadi (diary) justru menjadi publik. Ia membentuk generasi yang Asri (asyik sibuk sendiri), cenderung narsis, multi tasking, dan parsitipatif. Mereka memilih bahasa sendiri. Bayangkan apa jadinya bila kaum duafa bertranformasi membentuk pengemis online--

Mungkin sama seperti saya, anda juga akan terbahak, paling tidak tersenyum lalu membayangkan, apa jadinya bila kalimat terakhir benar-benar terjadi.

Sebuah pengakuan diri supernarsis, menurut saya.


-----
Powered by Telkomsel BlackBerry®

11 September 2011

Pray For Ambon

Tadi siang saya kaget saat mengecek timeline twitter saya, yang semuanya mengabarkan keadaan Ambon. Saya yang tinggal di Ambon sendiri pun mulai gusar, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Selang beberapa menit sekitar pukul 14.00 WIT kakak saya--kebetulan baru pulang dari kota--mengisahkan kericuhan yang terjadi di pusat kota, daerah Trikora antara dua massa.

Penasaran saya langsung men-tweet ke beberapa kawan saya yang tinggal di kota Ambon atau yang berdekatan dengan spot kejadian ricuh massa, nihil, tak ada yang membalas tweet saya. Namun semenit kemudian beberapa tweet teman-teman saya, @iphankdewe dan @almascatie mengabarkan keadaan-keadaan terkini berhubung mereka berada di lokasi kejadian. Sejurus kemudian pun puluhan tweet telah menulis banyak status dengan tagar "#PrayForAmbon" dengan berbagai gusar dan harap. Maka, sudah dapat dipastikan, mengalirlah beberapa serbuan tweet untuk mendukung kedamaian di kota Ambon, termasuk penyanyi asal Maluku Glenn Fredly. Dalam akunnya @glennfredly menulis, 'September 11 hari ini, ada pihak yang mau buat rusuh kota Ambon lagi..plis doa buat kota Ambon ya teman.. #PrayForAmbon'


Melalui dua akun twitter, @iphankdewe dan @almascatie mereka meluruskan beberapa isu yang merebak di masyarakat saat bentrokan terjadi. Diantaranya:
-kosentrasi massa hanya terjadi di daerah PLN-Tugu Trikora dan tak terjadi pada titik lain
-tak ada pembakaran gedung
-Blokir jalan tak berlaku
-Daerah Waringin dan Talake sempat tegang namun sudah kondusif
-pemuda-pemuda terlihat berjaga-jaga di jalan utama kota
-memang terjadi pelemparan batu antar kedua massa yang ricuh
-aksi ricuh dipicu tewasnya seorang tukang ojek
-aparat keamanan terlihat sedikit di spot kejadian

Sebagian akun twitter lain, seperti @sarahaleyda, @EmbongS memberikan dukungan tuk kedamaian kota Ambon, tentu saja dengan menulis tagar #PrayForAmbon. Lalu diikuti puluhan pengguna twitter dari kota lain yang turut serta menyuport keadaan di Ambon, bahkan ada beberapa orang yang mention ke saya, menanyakan tentang kondisi terkini Ambon. Saat itu saya hanya mengatakan 'Minta doanya tu Kota Ambon'. Kemudian sekitar jam. 17.00 TVOne sudah mengupdate berita ricuh Ambon melalui panel berjalan di layar, diantaranya 'polisi membubarkan massa'. Alhamdulillah penegak hukum telah berada di lokasi kejadian.

Tak lama sahabat saya, yang notabennya beda agama dengan saya menelpon saya. Ternyata pembicaraan kami sepakat bahwa "kami tak ingin Ambon ricuh". Panjang lebar pembicaraan kami yang segitu akrab ini, tentu makin menandakan bahwa yang terjadi di kota Ambon hanyalah ricuh. Tak ada konflik apalagi yang berbau agama.

Menjelang maghrib semua tweet di timeline saya sudah memberitakan bahwa kota Ambon sudah mulai tenang dan kondusif. Namun masalahnya, beberapa akun twitter seperti @rifkysantiago, @EmbongS, @iphankdewe malah menggerutu kepada para jurnalis yang memberitakan 'Ambon Rusuh Lagi' mereka menginginkan kata 'Rusuh' diganti dengan 'Ricuh' dan segera memberitakan Ambon sudah kondusif. Bulan-bulanannya terutama dilempar ke metrotv yang menulis 'Ambon Rusuh Lagi' di headlinenews pukul 19.00 WIT, walaupun wawancara by phone dengan Pangdam XVI Pattimura dalam headlinenews yang sama saya rasa sudah jelas mengabarkan kondisi terakhir di kota Ambon saat itu. Herannya ada pengguna twitter yang menanyakan nama kontributor metrotv yang melaporkan berita ricuh ini, karena saking kesalnya kepada metrotv. Namun saya rasa penjelasan live pak Pangdam sudah jelas kok. Ambon sudah tenang.

Sekitar pukul 20.00 WIT beberapa timeline twitter dan kontak BBM saya di penuhi dengan support tuk kota Ambon dan sepakat mengirim pesan berantai ini ''Basudara semua, mari katong dukung gerakan pray4mbon, serentak katong akang doakan bersama-sama KONDISI KOTA AMBON, Jam 10 malam Ambon, jam 9 Malam Makassar, Jam 8 malam Jakarta, mari katong semua broadcast, twit, sms, wall info ini biar katong semua satu hati satu doa untuk kota AMBON Tercinta, God Bless Maluku."***

Sampai malam ini, keadaan di kota Ambon sudah kondusif bahkan masyarakat memilih berdiam di rumah. Semoga aparat keamanan bersiap di lokasi-lokasi rawan dan masyarakat kota Ambon turut serta menjaga kedamaian di kota ini. Sungguh kami cinta Ambon, #PrayForAmbon.

Catatan:
***Menggunakan Bahasa Ambon: Saudaraku semua, mari kita dukung gerakan pray4mbon, serentak kita akan doakan bersama-sama KONDISI KOTA AMBON, Jam 10 malam Ambon, jam 9 Malam Makassar, Jam 8 malam Jakarta, mari kita semua broadcast, twit, sms, wall info ini biar kita semua satu hati satu doa untuk kota AMBON Tercinta, God Bless Maluku.

---
Powered by Telkomsel BlackBerry®

10 September 2011

Kita dalam Bad dan Good News

Inilah petikan buku yang membuat saya manggut-manggut dan berkata, 'tepat' tanpa harus saya pertimbangkan apa yang ditulis penulis adalah fakta atau bualan belaka.

Tulisan ini adalah gambaran Indonesia sekarang, meski bukan garis besar isi Buku Tersebut, karena petikan satu paragraf yang menarik bagi saya, hanya terdapat pada bagian 1 dari 4 bagian buku yang dibahas.

Saya juga tak ingin membahas apa yang ditulis sang penulis dalam paragraf termaksud, benar - salah, atau mengundang orang lain untuk membahas setiap good news dan bad news yg tercantum di dalamnya. Saya hanya ingin anda lihat tulisan ini, karena saya rasa sebagian orang yang masih tak menyadari dan mengiyakan tulisan ini.

Berikut kutipan buku yang membuat saya tersenyum salut***;
Buku: Cracking Zone (Bagaimana Memetakan Perubahan di Abad 21 & Keluar Dari Perangkap Comfort Zone)
Penulis: Rhenald Kasal
Bagian: I
Halaman: 16
Paragraf: 1

--INDONESIA BARU ditandai dengan bad news dan good news. Serangkaian bad news itu sudah Anda kenali simptomnya. Rontoknya kepercayaan masyaraakat kepada aparat penegak hukum, meluasnya perilaku korup, birokrasi yang lamban, lalulintas yang amburadul, buruknya infrastruktur, rangkaian peristiwa bencana alam tanpa respons penanganan yang cepat, dan memudarnya sopan santun serta kemampuan berbicara arif di kalangan para pejabat dan tokoh publik. Tetapi marilah kita akui juga keberadaan good news. Ekonomi yang bergerak, gaji guru meningkat empat kali lipat, gairah kewirausahaan, pendapatan per kapita menyentuh US$3.000, maraknya jejaring sosial dengan 180 juta ponsel, menguatnya sistem demokrasi, tumbuhnya kesadaran-kesadaran baru dan kepedulian sosial serta partisipasi luas masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial-ekonomi--

Catatan,
***Kutipan tak membahas keseluruhan isi buku, ini seperti wacana umum yang kebetulan menarik perhatian saya.

---
Powered by Telkomsel BlackBerry®

07 September 2011

Terima Kasih Ya Allah

Ya Allah, sudah lama sebenarnya aku ingin menulis tentang 'rasa syukurku' pada Engkau, namun ternyata itu tak mudah. Aku harus tertampar dulu dan melewatkan momen khusus, sebelum akhirnya aku sadar dan berhari-hari mengucap syukur padamu.

Di sini, aku tak ingin mengeluh-kesah atas alasan tamparan dan momen khusus itu. Karena bagiku membukanya tak lebih penting atas tujuan utama aku menulis ini, pada-Mu Ya Allah.

Selama ini, Engkau telah memberikan banyak kemudahan dalam hidupku. Engkau memberikan limpahan rizki padaku setiap hari, memberikanku kemudahan pekerjaan dan memberikanku banyak cinta. Setiap waktu, Engkau melimpahkan kesehatan padaku, memberikanku ilmu yang setiap hari kudapatkan. Semua itu, jujur membuatku merasa tercipta sebagai pria paling beruntung di dunia dengan segala yang aku miliki sekarang ini. Engkau terlalu baik, Ya Allah. Sungguh terlalu baik....

Dengar, perasaanku ini, "Syukur Alhamdulillah, Ya Allah atas segala kemudahan Rizki, Pekerjaan, Cinta dan Kesehatan padaku"

Akhirnya aku lega, menulis curhatku ini pada-Mu, Allah. Bila nanti aku lupa bersyukur pada-Mu, ingatkan aku, Ya Allah.

---
Powered by Telkomsel BlackBerry®