Available on bookstore

Available on bookstore

26 November 2011

Orang Pintar ala Laskar Pelangi


Sebuah petikan paragraf yang sebenarnya bagus untuk disimak ini saya ambil dari Novel Laskar Pelangi pada halaman 113, pada bab 11 (Langit Ketujuh). Tentu saja masih versi novel awal terbit, bukan versi film.

Agak paragraf ini menyindir sekaligus menggelitik. Berikut petikan paragrafnya:
"Aku pernah mengenal berbagai jenis orang cerdas. Ada orang genius yang jika menerangkan sesuatu lebih bodoh dari orang yang paling bodoh. Semakin keras ia berusaha menjelaskan, semakin bingung kita dibuatnya. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang sangat cerdas. Ada pula yang kurang cerdas, bahkan bodoh sebenarnya, tapi kalau bicara ia terlihat pintar. Ada orang yang memiliki kecerdasan sesaat, kekuatan menghafal yang fotografis, namun tanpa kemampuan analisis. Ada juga yang cerdas tapi berpura-pura bodoh, dan lebih banyak lagi yang bodoh tapi pura-pura cerdas."

Begitulah isinya--semoga ini tidak melanggar hak cipta karena mengutip sebagian, dan saya rasa Andrea Hirata juga tidak akan sejahat itu menuntut saya--kira-kira anda termasuk tipe yang mana? Semoga bukan orang yang berpura-pura.

Kita bahkan kadang mengagumi orang dari omongannya yang terlihat pintar atau tulisan yang membuat kita terkesima. Tapi tingkat kecerdasan siapatau. Tentu saja saya bukan orang yang pandai berbicara dan termasuk orang yang agak cuek mengenai topik berat. Tapi mudah-mudahan saya bukan jenis orang bodoh di mata sahabat saya. Apalagi saya bukan PlanMaker yang baik.

Nah, setujukah anda dengan pendapat Andrea Hitara tersebut?

20 November 2011

November Wish


Hai sahabat blogger, saya akan memposting sebuah tulisan yang berasal dari tweet saya di akun @elloaris. Tweet ini saya posting awal bulan november lalu, tepatnya tanggal 1 menyangkut #novemberwish.

Beginilah isinya:

Hai tweeps, sekarang tanggal 1 november, berarti awal bulan. Apakah kalian punya sejumlah impian. Saya akan mentwit impian2 saya, dgn tagar #NovemberWish

(1) Saya ingin sekali seminar proposal/draft skripsi saya selesai, berjalan lancar. #NovemberWish

(2) Berikutnya penelitian saya dilalui dengan mudah dan orang-orang di media cetak (Spektrum Maluku) ramah sekaligus membantu saya. #NovemberWish

(3) Novel kedua saya, yang saya garap dua bulan lalu selesai bulan. #NovemberWish

(4) Mendapat kelebihan Rizki, Kesehatan, Ilmu, Cinta yg selalu menyertaiku #NovemberWish

(5) Dan yang terakhir saya berimpian berjumpa Ayu Dewi. (Saya ngefans sama dia) "RRRRRRRR-nya" bikin kangen. #NovemberWish

Folllow my twitter @elloaris

04 November 2011

B3: Visualisasi Kreatif


Panduan Praktis Untuk Mewujudkan Impian Terbesar Anda

Buku : Visualisasi Kreatif
Penulis : Richard Webster
Penerbit : PT. Buana Ilmu populer


Buku Visualisasi Keratif hadir dengan dominan cover warna putih dan mata manusia akan menyapa anda di cover depan—agaknya penempatan gambar mata dan sentuhan graviti sebagai penekanan tentang arti visualisasi sendiri di dalam buku ini.
Karya Richard Webster ini, merupakan buku psikologi atau lebih sering kita dengar dengan nama self help, ada juga kadangkala kita orang menyebutnya dengan buku motivasi.
Buku setebal 219 halaman ini hadir dengan 17 bab; bab awal kita akan digiring untuk mengerti apa itu visualisasi kreatif, bab pertengahan menghadirkan afirmasi, dan pemecahan terhadap masalah pribadi mengenai apa yang tengah kita hadapi, sementara bab-bab akhir kita akan disuguhkan cerita orang-orang yang telah mengalami perubahan setelah melakukan visualisasi keratif serta cara peningkatan kualitas hidup yang dirinci menjadi dua puluh lima bagian.
Hakikatnya visualisasi kreatif sendiri adalah kemampuan untuk melihat sekaligus memecahkan permasalahan dengan pikiran anda. Untuk mencapainya dijelaskan, kita harus melalui beberapa tahap. Singkatnya antara lain afirmasi, relaks, visualisasi kreatif dan pengucapan syukur (seolah-olah visualisasi tadi telah terjadi).
Kelebihan buku ini, bahasanya cukup sederhana demikian pula contoh-contohnnya yang tak seribet Quantum Iklas. Bedanya sendiri bila Visualisasi Kreatif menggunakan kekuatan pikiran, maka Quantum Ikhlas menggabungkan kekuatan pikiran dan kekuatan hati. Namun agaknya Visualisasi Kreatif juga menyentuh kepercayaan (hati), meski tak dijelaskan sedetail Quantum ikhlas untuk urusan ini (hati).
Pendapat saya, Visualisasi Kreatif karya Richard Webster adalah jawaban untuk mereka yang meraih sukses dan tujuan hidup.
Nah, berniat membeli buku psikologi ini? Silahkan masukan ke dalam list buku anda dan segeralah menuju toko buku.

***

Untuk mengetahui buku apa sedang dan akan direview nantinya, silahkan follow twitter saya @elloaris dengan tagar/hastag #BilikBukaBuku