Available on bookstore

Available on bookstore

19 April 2013

The Next Project


Oke, menyambungi postingan saya sebelumnya, dengan judul With a New Story, mengenai ‘next project’  maka dengan ini saya kasih bocorannya. Kalian tahu, kini saya sudah mulai menulis novel yang saya rencanakan dalam ‘next project’ tersebut. Ceritanya seperti kalian tahu kan, saya coba mengangkat sisi religius dari kisah yang bakal saya bukukan, dan mungkin di setiap babnya dapat kita temukan cinta, hati, dan sisi kelembutan dengan balutan agamis yang tak terlalu fanatik.

Berlatar kota Amritsar di India, saya coba memadukan budaya, agama dan impian dari tiga tokoh yang memiliki cerita yang kuat mengenai kehidupan mereka di sebuah kota di provinsi Punjab. Dan bagaimana alurnya… sepertinya itu akan menjadi rahasia dulu, dan berikan saya kesempatan untuk menceritakannya di lain postingan.

Dan cerita inilah yang menyibukkanku selain ber-on air ria di RRI. Tapi Alhamdulillah pembuatan cerita ini, dapat menemaniku dalam menanti terbitnya novelku yang ke dua. Oke, sekian dulu ya… sebab aku tak mau terlihat cerewet dalam tulisanku kali ini.

04 April 2013

With A New Story




Wah, rasanya sudah lama ya saya tak membagi cerita baru—atau sekadar inspirasi lewat tulisan-tulisan di blog ini, dan kumohon jangan menvonis diri ini dengan sebutan ‘selingkuh’ dari dari dunia blog, karena sebetulnya word ‘selingkuh’ selalu berkonotasi negatif. Memang sih, waktu dari Agustus 2012, sampai hari ini bukanlah waktu yang singkat, dan itu membuat kalian bertanya-tanya selama 8 bulan saya ke mana? Saya masih di lingkunganku dan tak pernah terbersit melangkah kedunia antah-berantah, tetapi hanya saja saya lebih nyaman bermain di dunia burung-biru (kalian tahu, maksud saya, dengan akun @elloaris kan?) hingga aku merihatkan [sejenak] diary online-ku. Jadi…. lewat tulisan ini ada beberapa hal yang pengin aku sampaikan, semoga ini juga menjawab beberapa rasa penasaran ‘hebat’ yang mungkin sering kalian tanyakan padaku lewat twitter, sekaligus lewat tulisan ini saya coba sajikan khusus untuk mencurhati sedikit dunia baruku dan kehidupan menulisku tentunya… so siapkan popcorn-mu karena tulisan yang akan kalian selami ini, lebih nikmat daripada menonton film sekalipun.

Novel yang akan terbit.
Mungkin kumpulan kata ‘Novel yang akan terbit’ merupakan awal yang pas aku bercerita. Banyak teman-teman yang menanyakan hal itu kepadaku via twitter, dan sudah banyak kuladeni dengan mengatakan, “Bantu dengan doa ya…”. Perkataan tersebut dengan banyak versi kubalas kepada para follower-follower-ku yang sering menanyakan karya terbaruku. Dan lewat blog ini aku ingin memberikan kabar gembira, InsyaAllah tidak lama lagi novel saya akan terbit di sebuah penerbit mayor terkenal, saya telah melakukan komunikasi dengan editor novel tersebut. Dan jika kalian bertanya apa judulnya dan dimana penerbitnya, kurasa ini bukan waktu yang tepat untuk membocorkannya, karena bagiku jika hal itu menjadi [sedikit] rahasia akan terkesan lebih ‘wow’, lagian rahasia itu selalu cantik ketika menjelma sebagai surprise bukan? Intinya adalah saya meminta doa teman-teman, terutama follower-ku yang sedang menanti. Dan… kumohonkan doa lagi dari kalian seluruh pembaca blog ini—semoga kalian tak pernah bosan menyediakan support padaku, sebab saya selalu yakin doa membantu segala hajat yang kita panjati. Semoga tahun ini juga terbit—dan kurasa itu menjadi kado terbaik sepanjang masa jika benar-benar terwujud, sebab cita-citaku terpenuhi untuk menerbitkan buku pada  penerbit ‘tersebut’—yang kalian tahu kan cover novel-novelnya saja bahkan dapat membuat readers melayang ke awan, apalagi saya yang sejak dulu jatuh cinta kepada terbitan-terbitan mereka. Tuhan… semoga penerbit ‘seksi’ ini selalu diberi keberkahan sepanjang tahun, Amin…!
Kucukupkan cerita ‘Novel yang akan terbit’ di sini ya, karena aku tak ingin membuat kalian lama menanti cerita yang sedang mengantri di bawah ini, hehehehehe.

Novel ‘waiting list’ lahir.
Mungkin tulisan ini membuat kening kalian akan terangkat seketika hehehehe. Menggarap novel lagi? Ya itulah yang kukerjakan di sela-sela pekerjaanku sebagai penyiar radio di RRI. Dan kurasa sampai kapan pun menulis selalu menarikku ke dalam dunia yang menyajikan sejuta imaji, dan sampai detik ini menulis selalu memberikan terapi hangat di otakku, hmmm… sepertinya aku menjadi semakin dewasa karenanya.
Sebenarnya, aku sudah menyelesaikan satu naskah novel, dan siap kukirimkan untuk mengikuti lomba. Novel ini kukerjakan setahun lebih dengan melibatkan banyak orang sebagai penguat data, bahkan kalian tak pernah membayangkan bahwa novel ini membuat tidur saya berkurang dan kantong mataku mulai tampak hitam. Tapi Alhamdulillah, hasilnya memuaskan bagiku, karena kurasa cinta telah aku temukan dalam lembar-lembar novel yang kutulis itu—dan cinta merupakan bagian-bagian tak terdefinisi kuat dan abadi, meski wujudnya berupa rangkaian paragraf-paragraf. Bagiku, tak penting juara berapa yang akan nanti didapati novel itu, atau sama sekali tidak menyabet satu juara pun, bagiku ketika naskah novelku jatuh ke tangan orang lain (pembaca—editor penyeleksi), itulah value puas yang aku [penulis] rasa sudah cukup.

Next project.
Dan inilah tulisan terakhir yang baiknya ku-share sekarang. Aku sedang menggarap sebuah novel religi, dan kurasa dukungan kalian sangat kubutuhkan di sini, bagaimana tidak, aku awam sekali dalam penulisan genre ini—lagipula pengetahuan agamaku cetek. Lewat novel religi ini saya mencoba mencintai dan dekat dengan Tuhan-ku, bukan untuk memamerkan bahwa aku adalah pria religius, tetapi inilah aku seorang pria yang terlahir sebagai seorang muslim, dan jika nanti novel religi ini menjadi pesan dakwah, kurasa itulah bonus yang bisa saya bagikan ke pembaca.
Dan bagaimana nanti isi ceritanya? Kurasa kata ‘rahasia’ kembali yang bisa kuberikan, sebab ‘rahasia’ selalu menjadi sesuatu yang cantik bila nantinya dibocorkan.

Nah, saya sudahi cerita ini disini—dan tiga cerita di atas kurasa cukup, lagian… jika dipanjangkan akan membuat mata kalian mengantuk dan perut kalian akan mual. Sampai jumpa di twitter ya, tetap pantengin akun @elloaris, dan teruslah menulis serta membaca sebab disitulah dunia terlihat lebih dekat denganmu.