Available on bookstore

Available on bookstore

24 January 2016

Film Review: Dilwale


Film: Dilwale
Cast: Shah Rukh Khan, Kajol, Varun Dhawan, Kriti Sanon
Directed: Rohit Shetty

Hmm, postingan tentang film ini, adalah review pertama aku untuk film di blog ini. Sebenarnya beberapa tahun lalu—tepatnya di 2014 aku sering review film Bollywood di Path pribadiku. Tapi baru kali ini berani ngepost di sini. Nah, kita mulai saja review Dilwale.

Dilwale sendiri adalah film romantic action comedy, yang diperankan oleh Shah Rukh Khan dan Kajol, serta pemain pendukung utama Varun Dhawan dan Kriti Sanon. Cerita ini dimulai dari mimpi buruk Raj (atau Kaali) yang diperankan oleh Shah Rukh Khan yang kembali menghantuinya. Mimpi itu berhubungan dengan penembakan yang dilakukan Meera. Meera adalah tokoh yang diperankan oleh Kajol. Latar belakang penembakan tersebut lantaran orang tua Raj (Kaali) dan Meera merupakan mafia besar di Bulgaria yang saling bermusuhan. Setelah kematian, kedua orang tua mereka, Raj (Kaali) dan Meera berpisah. Tak dinyana, sebenarnya pertemuan-pertemuan mereka sebelum penembakan terjadi, sudah menumbuhkan cinta—bahkan sampai ingin menikah.

Setelah 15 tahun berlalu, ternyata adik Raj (Kaali)—Veer yang diperankan Varun Dhawan, jatuh cinta kepada Ishita, adiknya Meera yang diperankan Kriti Sanon. Dari Veer dan Ishita-lah akhirnya membawa Raj (Khali) dan Meera bertemu kembali, dan membuka luka lama, perseteruan antara dua mafia besar.

Bagi aku film ini sedikit meniru ide dasar film Mr. & Mrs. Smith, dan juga memasukkan ide film Kabhi Khusi Kabhie Gham, sehingga bagi aku mudah ditebak plotnya. Bahkan aku lebih suka cerita di bagian setting Bulgaria—15 tahun silam daripada setting di India ketika Raj dan Meera memutuskan untuk menjadi orang biasa. Untuk acting, tak bisa diragukan lagi, chemistry Shah Rukh Khan dan Kajol benar-benar sempurna—dan kurasa semua penggemar Bollywood, memang menginginkan hal itu. Yang bikin ganggu adalah tokoh Veer (Varun Dhawan) yang sangat tidak connect dengan look-nya yang kekar. Kesan lugu dan penyayang yang dibalut komedi—yang coba dimasukkan ke dalam karakter Veer benar-benar tidak bagus—atau mungkin pemilihan Varun Dhawan sebagai Veer adalah salah pilih? Sebab wajah Varun yang terkesan playboy, nakal serta berbadan atletis sangat terbalik dengan karakter Veer, bahasa kasarnya tidak cocok.

Untuk urusan action-nya, film Dilwale sudah sangat baik menurutku. Jarang menemukan film action India dengan koreografi seperti ini. Dari segi musik, lagu-lagunya di dalam film ini lumayan enak. Aku suka lagu Gerua yang dinyanyikan Arijit Sing dan Antara Mitra, videonya diperankan Shah Rukh Khan dan Kajol. Dalam video tersebut, efek sinematografi luar biasa, pokoknya jempol. Tapi, ada sedikit musik background score-nya bukan India banget, ini malah kayak film James Bond. Sementara untuk urusan setting, Film Dilwale menyajikan gambar-gambar yang bikin mata betah menonton.

Secara keseluruhan, aku suka film ini, meski ceritanya mudah ditebak. Tapi sejujurnya, jika dibandingkan dengan film Rohit Shetty yang lain, aku lebih suka Chenai Express dari pada film Dilwale ini. Untuk itu, aku kasih 3,7 dari 5 bintang untuk film ini. Sebagai penutup, aku tampilkan salah satu lirik lagu Gerua yang mungkin mewakili keseluruhan film ini:

Main kaarvaan… Manzil Ho Tum
(Akulah kafilah dan kaulah tujuannya)


1 komentar:

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...