Available on bookstore

Available on bookstore

09 February 2016

Film Review: Bajrangi Bhaijaan & Prem Ratan Dhan Payo

Film: Bajrangi Bhaijaan
Cast: Salman Khan, Kareena Kapoor, Harshaali Malhotra, Nawazuddin Siddiqui
Directed: Kabir Khan

Akhirnya, aku bisa kembali me-review film hindi, setelah bulan lalu me-review Dilwale. Jujur aja nih, aku adalah salah satu penggemar film Bollywood. Sudah hampir tiga tahun maniak film Hindi—sejak keracunan Chennai Express (walau dari zaman SD sudah suka sama jenis film ini, wkwkwkw).

Nah kali ini, aku coba review salah satu film Bollywood yang rilis tahun lalu, tepatnya 17 Juli 2015. Ya, aku baru sempat nontonnya Januari lalu, setelah direkomendasikan dari si film maker Rifky Husain. Film ini berjudul Bajrangi Bhaijaan. Dan sumpah, film ini menjadi film 2015 yang menguras empati sekaligus bikin sedih saking tersentuhnya. Tidak kehitung berapa kali aku meneteskan air mata sepanjang menonton film ini.

Cerita Bajrangi Bhaijaan sendiri dimulai dari hilangnya Shahida atau Munni yang diperankan Harshaali Malhotra, di perbatasan India – Pakistan. Shahida (Munni) sendiri dibawa ibunya dari Pakistan ke Delhi-India untuk berobat karena Shahida bisu. Sayang, saat ingin kembali ke Pakistan, Shahida terpisah dengan ibunya di perbatasan. Tinggalah Shahida terlantar sendirian di India. Pawan Kumar yang diperankan Salman Khan tak sengaja bertemu dengan Shahida setelah melakukan sebuah perayaan dalam agama Hindu. Pawan lantas memberikannya, makan dan minum karena kasihan.

Jalan cerita mulai berubah ketika Shahida diam-diam mengikuti Pawan kemanapun dia pergi. Alhasil, dengan terpaksa Pawan membawa Shahida ke rumah tunangannya. Pawan sendiri memang tinggal di rumah calon istrinya Rasika yang diperankan Kareena Kapoor. Masalah muncul ketika Shahida yang ternyata seorang muslim, sangat bertentangan dengan ayah Rasika yang seorang penganut Hindu. Karena tak ada kompromi dari ayah Rasika dan juga karena rasa humanis, Pawan yang taat pada agamanya, bertekad mengantar pulang Shahida (Munni) ke Pakistan. Dalam perjalanan inilah Salman Khan melewati terjangan rintang yang berliku. Kamu yang menonton di bagian ini, mungkin akan gereget, antuasias sekaligus bercucuran air mata.

Jujur film ber-genre Indian comedy-drama ini, adalah salah satu film India terbaik yang pernah aku tonton. Kabir Khan memang sengaja mengangkat cerita yang berlatar belakang kedua negara yang sempat berkonflik ke dalam sebuah cerita yang manis. Antara India dan Pakistan, Hindu dan Islam. Apalagi film ini dirilis pada tanggal 17 Juli bertepatan dengan Idul Fitri 2015. Sebuah toleransi yang baik ketika Kabir Khan ingin menghadirkan sebuah cerita indah dalam merayakan Idul Fitri di tengah-tengah mayoritas Hindu di India. Ada banyak adegan yang aku suka dalam film ini, terutama ketika Pawan sudah berhasil membawa Shahida ke perbatasan melewati Pakistan, juga pada bagian-bagian mendekati ending cerita yang melibatkan emosi dan antusias. Sementara untuk ending-nya meski sederhana, tapi luar biasa, K. V. Vijayendra Prasad sebagai penulis cerita dan Kabir Khan, sudah memikirkan setting dan situasi yang mewakili Pakistan dan India. Satu hal yang bisa kita ambil dari Bajrangi Bhaijaan adalah sisi humanisnya, apalagi kalau kita lihat, di zaman sekarang ini, kepedulian semakin surut dari sifat manusia modern. Sementara Bajrangi Bhaijaan benar-benar membawa kita merenung, betapa berharganya mengulurkan tangan kepada orang lain.

Untuk acting, Salman begitu apik bermain sebagai Pawan. Namun bagiku sifatnya yang tidak bisa berbohong, terlihat kurang realistis. Sementara Kareena Kapoor agaknya memang diberi porsi yang sedikit, terlihat sekali dari scene-scene-nya. Tak heran jika nanti kamu beranggapan kalau Kareena kurang meng-explore kemampuannya. Tapi…, semua terbayar dengan ceritanya yang luar biasa. Karakter yang paling aku suka, ya tentu karakter Harshaali Malhotra. Menjadi bocah bisu, dia seperti memberikan energi untuk orang-orang di sekitarnya.

Untuk urusan setting, aku suka setting di Pakistan—terutama ketika Salman Khan harus bersembunyi dari kejaran polisi Pakistan. View desa-nya cantik. Ini mengingatkan aku dengan setting Chennai Express, atau mungkin karena akhir-akhir ini aku memang lagi senang nonton film yang setting-nya pedesaan, (tempat terpencil) atau pegunungan—sebenarnya sih efek jenuh dengan kota. Sedangkan untuk musik, rata-ratalah, sebab Bajrangi Bhaijaan sendiri bukanlah film romantis yang mengharuskan full musik seperti film-film Bollywood kebanyakan.

Secara pribadi, aku sangat suka dengan film ini. Pokoknya buat kamu yang belum nonton, film ini aku rekomendasikan sebagai film yang patut kamu nonton. 100% recommended. Sekadar tips juga, selalu siapkan tisu jika kamu menonton film ini. Untuk itu, aku beri nilai 4,5 dari 5 Bintang untuk film ini. Mendekati sempurna kan? Mungkin inilah penggalan lirik dalam salah satu lagu film ini, yang barangkali bisa mewakili kisah Pawan dan Shahida:

Sejak kita bertemu, tujuanku jadi mudah. Karena aku jantungnya dan kau detaknya

***

Nah ada satu lagi film Salman Khan yang baru aku tonton semalam, aku ringkas ya.

Judul: Prem Ratan Dhan Payo
Cast: Salman Khan, Sonam Kapoor, Neil Nitin Mukesh
Directed: Sooraj R. Barjatya

Jujur bagiku, film Prem Ratan Dhan Payo, kurang gereget, meski film ini aku perkirakan menghabiskan banyak uang dalam pembuatannya. Sebab gilaaak, banyak set yang mewah dan melibatkan banyak penari dalam penggarapan adegan lagunya. Prem Ratan Dhan Payo sendiri bercerita tentang keluarga kerajaan di zaman modern, yang saling memperebutkan tahta dan harta. Jujur, ceritanya ala-ala dongeng—dimana ada seorang pria biasa, yang wajahnya mirip dengan pangeran—dan ide cerita seperti ini sudah bisa ditebak plotnya. Tapi di India sendiri, Prem Ratan Dhan Payo termasuk 10 film populis 2015 di India. Di sini, Salman berperan ganda sebagai Prem Dilwale dan juga berperan sebagai Yuraj Vijay Singh (Pangeran Pritampur). Sementara acting Sonam Kapoor, menurutku agak jelek—mungkin perannya sebagai putri Maithili membuatnya kaku. Bicaranya harus ditahan, gaya jalannya diatur, dan penuh perhitungan. Aku sih, lebih suka peran Sonam Kapoor dalam film Khoobsurat yang juga bertema kerajaan.

Tapi buat kamu yang ingin kembali mengenang masa-masa film India yang menghadirkan full tarian dan musik, mungkin film ini akan mengobati rasa kerinduan kamu akan film Bollywood zaman 90an hingga 2000an awal. Setting-nya kece badai sih ya, dan itu tadi kayaknya film ini memakan budget yang amat luar biasa banyak. Soalnya set-set kerajaannya wuidiiih indah bener! Untuk film Prem Ratan Dhan Payo, aku kasi 2,7 dari 5 Bintang.