Available on bookstore

Available on bookstore

13 February 2016

Film Review: Tamasha

Film: Tamasha
Cast: Ranbir Kapoor, Deepika Padukone
Directed: Imtiaz Ali

Yeay, kali ini mau nge-post lagi salah satu film Hindi. Dan filmnya ini baru aku nonton sekitar 3 hari lalu. Judulnya Tamasha. Film ini direkomendasikan oleh Yathy, teman siaran aku. Dari trailer-nya di youtube, kelihatan menarik, tapi benarkah demikian? Let’s kita review saja.

Tamasha sendiri diperankan dua mega bintang Bollywood, Ranbir Kapoor dan Deepika Padukone. Di sini Ranbir Kapoor berperan sebagai Ved Vardhan Sahni, sementara Deepika Padukone berperan sebagai Tara Maheswari. Cerita ini, dimulai dari Ved kecil (yang diperankan Yas Sehgal) yang suka sekali dengan dongeng. Saking tergila-gilanya, Ved bahkan senantiasa membayar seorang bapak tua untuk mendongeng apa saja, agar dia bisa puas. Dari sinilah terbentuk kepribadian Ranbir yang benar-benar di luar pikiran anak-anak biasa. Penuh imajinatif, gaya bicara yang blakblakkan, serta bertingkah seperti pemain opera.

Sekian tahun kemudian, ketika dewasa, saat liburan ke Corsica (Prancis), Ved tak sengaja bertemu Tara. Saat itu Tara harus menelepon ke India karena paspor dan visanya hilang. Ved memberikan bantuan kepada Tara. Uniknya mereka berkenalan dengan nama lain. Ved mengaku namanya Don, dan Tara mengaku nama Mona Darling. Dari perkenalan itu, mereka merasa klop, apalagi Ved benar-benar pria yang penuh imajinatif, spontan, tahu banyak hal tentang dongeng, cerita, dan hikayat. Sifatnya yang seperti pemain opera membuat Tara jatuh hati.

Sayang, setelah menghabiskan waktu bersama, keduanya harus berpisah. Tara harus kembali ke Kalkota. Setelah beberapa tahun, Tara pindah ke Delhi. Di Delhi dia bertemu dengan Ved. Tapi kenyataan buruk menimpa Tara. Ved yang selama ini dikenal Tara di Corsica, berbeda dengan Ved yang ada di Delhi. Ved yang sekarang adalah pria kantoran biasa, kesehariannya datar, tidak punya rasa humor dan benar-benar garing. Tidak seperti apa yang ditemui di Corsica. Hal inilah yang membuat Tara menolak ajakan menikah dari Ved dan membuat Ved harus kembali ke Shimla. Di kampung halamannya, Ved membuat perhitungan dengan ayahnya. Ved merasa aturan ayahnyalah yang menjadi penyebab, dia harus mengubur sifat aslinya yang spontan, imajinatif, blakblakan.

Eksekusi ending-nya, memang tak mengecewakan tapi kurang gereget, meski pada akhirnya cita-cita Ved terwujud. Terlepas dari itu, sebenarnya, menurut aku filmnya sih oke, dan ide cerita di luar film drama romantis sejenis. Tapi agaknya Imtiaz Ali, sedikit membuat film ini agak monoton dan sunyi yang ‘tidak enak’. Aku pakai tanpa petik, karena ada beberapa film dengan scene-scene sunyi yang enak dijadikan jalan cerita. Aku suka bagian-bagian ketika di Corsica, acting Ranbir dan Deepika benar-benar hidup, liar, gila dan berkembang. Sayangnya ketika berpindah ke scene-scene di India karakter mereka benar-benar berubah, terutama Ranbir. Tapi memang begitulah cerita yang diskenariokan.

Untuk setting, aku suka di Corsica dan Shimla—sebab yang pernah aku bilang, untuk film aku kurang suka setting perkotaan, bosan! Jadi dalam fim ini, Corsica dan Shimla akan memanjakan matamu dengan pemandangan laut, gunung, dan rumah-rumah khas daerah setempat. Sementara musiknya cukup enak. Aku suka lagu Mohit Chauhan, judulnya Matargashti. Scene-nya Ranbir dan Deepika di Corsica. Keren—berasa terbawa ke dalam film Barfi.

Secara keseluruhan aku beri nilai 2,7 dari 5 Bintang untuk film ini. Karena jujur, aku agak kecewa dengan ceritanya yang datar, meski ide Imtiaz Ali menghadirkan karakter Ved yang spontan dan imajinatif memang luar biasa, tapi selebihnya kurang gereget, padahal acting Ranbir maupun Deepika juara sangat! Nah ini ada lirik keren dari soundtrack  Tamasha—yang kurasa mewakili karakter Ved yang menjadi sentral cerita:

Majulah ke depan, curahkanlah isi hatimu.


Jalur impianmu

1 komentar:

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...