Available on bookstore

Available on bookstore

02 October 2016

Secuil tentang Film Neerja, Train to Busan, Sultan




Hei, ketemu lagi..., kita! Sebenarnya aku nggak tahu mau bikin apa, jadinya aku memilih nge-blog. Aku memang lagi cuti dari kantor 10 hari, dikarenakan kesehatanku memang memburuk sebulan lebih terakhir ini. Bayangin, selama sebulan lebih aku sakitnya 3 kali, dengan sakit yang sama, dan jedah sembuhnya hanya seminggu. Ya, demi masa penyembuhan, aku memutuskan rehat dari aktifitas kantor, meski sejujurnya ketika mengetik tulisan ini, kesehatan aku belum pulih 100%.


Nah, selama sakit, aku menonton 3 film berbeda. Dimulai dari Neerja. Neerja adalah film Hindi yang diangkat dari kisah nyata penyelamatan yang dilakukan oleh Neerja Bhanot, seorang pramugari cantik  pesawat Pan Nam Airways Flight 73 dalam penerbangan dari Mumbai ke Franfkrut, Jerman, yang dibajak sejumlah teroris ketika sampai di Karachi, Pakistan. Filmnya menurutku beda dengan Hindi-Hindi lain, bikin kamu merinding, bikin emosi, dan pastinya alurnya bikin kamu tegang. Apalagi pas adegan dimana beberapa pramugari harus menyembunyikan paspor Amerika. Kesadisan para teroris kadang membuat kamu jadi kesal sendiri, tapi apa daya, kamu adalah penonton yang hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berbuat apa-apa. Tapi entah kenapa saat menonton Neerja, aku mendadak merasa menjadi salah satu penumpang Pan Nam Airways, dengan segala ketakutan mereka. Untuk penilaian kurasa 4,5 bintang adalah rate yang pas untuk keseluruhan film ini. Film ini dibintangi oleh: Sonam Kapoor, Shabana Azmi dan Shekhar Ravjiani.

Sementara untuk film kedua yang aku tonton adalah, Train to Busan. Film Korea, ini, bergenre zombie action thriller. Cerita awalnya cukup sederhana—tentang seorang ayah yang mengantar anaknya menuju Busan demi bertemu ibu kandungnya. Sayang saat perjalanan, sebuah wabah terjadi. Wabah itu merubah manusia yang terinfeksi menjadi zombie yang menyeramkan. Dalam perjalanan inilah, sang Ayah benar-benar menjadi pahlawan, dia melakukan segala hal demi melindungi anaknya dari zombie yang mengancam. Tegang, iyah. Sedih, lumayan, sebab kamu mungkin sudah menonton banyak film tentang seorang ayah yang berjuang demi anaknya. Namun Train to Busan menghadirkan kisah lain tentang ayah dan pengorbanannya, dengan cara yang tak biasa. Film ini diperankan oleh aktor papan atas Korea Gong Yoo, Ma Dong-seok dan Jung Yu-mi. Untuk rate aku kasih 3,2 bintang untuk film ini.

Dan yang terakhir, film yang kutonton adalah Sultan. Film ini bercerita tentang pasangan atlet gulat yang sama-sama berjuang demi prestasi. Sayangnya Sultan—sang tokoh utama, mengorbankan keluarganya demi prestasi dan pujian orang-orang. Bagian paling kusuka dalam film ini, adalah kegigihan Sultan demi membangun Bank Darah, sampai akhirnya ia mempertaruhkan nyawa demi mewujudkannya. Bagiku jujur, film ini tidak terlalu istimewa, tapi anehnya film ini menjadi salah satu film dengan highest-grossing all the time di India, bersanding dengan film PK, Dilwale, Baahubali, Chennai Express dan 3 Idiots. Film ini dibintangi Salman Khan dan Anushka Sharma. Untuk rate, aku kasih 2,7 dari 5 bintang. Maaf ya buat penggemar Salman Khan.

Yang pasti, dari film-film ini, ada satu benang merah yang sama, yaitu kepahlawanan dan perjuangan. Neerja menjadi pahlawan dan berjuang untuk penumpang Pan Nam. Sementara tokoh sang Ayah dalam Train to Busan menjadi pahlawan dan berjuang untuk anak dan penumpang kereta. Sementara Sultan menjadi pahlawan, sekaligus pejuang untuk istri dan anak mereka yang telah tiada. Tapi, dari kegitanya, aku recommend film Neerja untuk kamu tonton.

***
Nah film yang sudah masuk waiting list dan pengin aku tonton selanjutnya adalah Everything About Her dan Barcelona: a Love Untold. 2 film dari Filipina yang katanya sedang happening di sana. Dan semoga dua film ini bukanlah film yang kutonton saat aku sakit ke 4 dan sakit yang ke 5. Doain aku biar cepat sembuh yaaaa!

See you next post!

0 komentar:

Post a Comment

Orang Keren Pasti Komentar...