Available on bookstore

Available on bookstore

30 March 2017

Film Hana

Karena berhubung hari ini Indonesia merayakan hari film Nasional—yang jatuh setiap tanggal 30 Maret, aku mau posting salah satu film pendek. Kebetulan dalam film ini, untuk pertama kalinya aku terlibat di dalamnya. Meski porsi aku sedikit (bisa dibilang cuman numpang doang), namun aku tetap bangga bisa menjadi bagian dari film ini.

Filmnya berjudul Hana
Director: Rifky Husain
Cast: Fitriyani Sima-Sima, Mathelda Wattimena, Anatje Elsye Pupella, Viora Alesya
Script Writer: Irfan Ramly

Film Hanna merupakan film produksi BaileoDoc dan Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
Sinopsis:

17 years after the Ambon Riot, Hana decided to return the house key that belongs to Dominggus family which was willed by her late mother. The key and her meeting with Oma Ace opened the door to the past.

Trailernya bisa di cek via youtube di bawah ini:
 
Sekali lagi selamat hari Film Nasional, buat teman-teman insan film.

07 March 2017

Blibli.com Amat Mengecewakan







Hai sahabat blogger, kali saya mau cerita sedikit, tentang pengalaman tadi siang yang saya alami. Ini mengenai barang yang dikirim oleh Blibli.

Sebelumnya, hari Jumat tanggal 3 Maret 2017, saya order Kamera FujiFilm X-A2 di Blibli.com, dengan harga Rp. 7.200.000,-. Marchant penyedia barang yang aku order adalah Winskamera. Ini linknya. Kemudian hari Sabtu tanggal 4 Maret 2017 aku melunasi pembayaran via pos. Setelah menunggu ternyata barangnya datang lebih awal dari estimasi, yaitu, tadi siang, Selasa 7 Maret 2017 sekitar jam 11 waktu Ambon.

Pas ternyata saya buka, kiriman dari orderan saya di dalam paket yang datang adalah kamera Nikon 1 J5. What? Kaget dong saya! Langsung saya komplain ke Customer Service blibli. Tak puas, saya ngomel-ngomel berseri di twitter. Enak saja, masa kamera dengan harga 7,2 juta, diganti dengan kamera Nikon seharga 5 juta? Itu si marchant Winskamera lagi sakit mata? Jelas-jelas saya order Fujifilm X-A2, eh malah dikasih Nikon. Kesalku langsung ke ubun-ubun. Dan yang sangat amat parah, masa barang yang dikirim hanya di-packing menggunakan bubble warp. Tidak menggunakan papan. Hadeeeeh, makin bikin kesal.

Trus jam 2 siang (waktu Ambon)  saat mau ngisi form pengembalian barang, ternyata belum bisa. Katanya si Customer Service sistem belum update. Kata si admin twitter @BlibliCare nanti di cek dulu. Kemudian sekitar jam 3 sore, baru bisa ngisi form pengembalian barang. Dan berhasil. Pas mau ngirim balik “barang yang salah kirim” tadi, ternyata POS cabang Ambon sudah tutup.  Akhirnya saya memutuskan untuk kirim balik ke blibli via Jne. Argh!!!

Ini barang yang datang ke alamat saya. Yang tidak sesuai dengan apa yang saya pesan.




Dulu aku aku pernah order kamera Fujifilm di blibli dan itu memuaskan. Tapi kenyataan tentang hari ini, membuatku berpikir dua kali untuk membeli barang di blibli. Kasihan penggalakan “ulas puas” dari blibli benar-benar berbanding terbalik dengan kenyataan yang dikasih oleh merchant Winskamera pada saya. 

Kejadian hari ini, sukses membuat saya harus bolak-balik. Rugi waktu, pekerjaan tertunda padahal mau pakai kamera secepatnya, rugi pulsa, dan rugi bensin. Jadi buat teman-teman, yang ingin berbelanja online mesti mikir dua kali. Punya nama besar toko online, tidak menjamin barang yang kau pesan itu benar. Hadeeeh.

Blibli oh blibli... kau sukses membuat saya hari ini, kesal. Mohon ditertibkan marchant-marchant kamu yang sudah salah kirim barang. Kasihan, hanya karena marchant setitik, hancur blibli sebelanga.